
Kinara merasa jengkel karna dia telah berada di lumpur yg sama dengan AL.
" Asataga, ini benar benar menyebal kan." Kinara mengeluh.
Mereka berdua sama sama terjebak di lumpur yg sama, pakaian kedua nya sudah sama kotor nya akibat berusaha untuk membebaskan diri dari lumpur tersebut namun selalu gagal.
Hingga ada seorang pembina Pramuka yg datang menghampiri dan membantu mereka dan mereka pun terbebas.
Tetapi antar Kinara & AL masih saling menyalahkan, dan terus berdebat.
" Apa yg kalian perdebatkan." tegur pembina Pramuka mereka.
Dan itu membuat AL dan juga Kinara langsung terdiam.
Kemudian mereka terus melanjutkan perjalanan, hingga tiba di tempat peristirahatan.
" Istirahatlah sebentar setelah itu perjalanan harus di lanjutkan." tutur sang pembina Pramuka tegas.
Semua orang mulai duduk dan istirahat.
Saat itu baru saja Kinara mau duduk, semua orang berteriak karna Rifky terluka karna tertusuk kayu.
" Aduh." Rifky merintih kesakitan.
" Ya ampun kak Iky luka kamu sangat dalam." Sinta berkata sambil berdesis ngeri.
" Iya aliran darah nya nggak mau berhenti lagi." sambung prita.
__ADS_1
" Bantuin donk, ada yg bawa p3k nggak nih?." Tanya Edgar.
Namun sayang nya tak ada satu orang pun yg bawa p3k apa lagi obat.
Kinara dan AL saling sempat saling menatap melihat keadaan Rifky yg tengah terluka, ingatan mereka kembali pada saat Rifky meninggal kan mereka berdua terjebak tadi.
" Apa kak AL bisa bantu?." Tanya Kinara.
" Nggak, Nggak, aku nggak bisa." AL berkata kemudian menjauh dari arah Rifky.
Pada dasar nya AL bukan mau balas dendam pada Rifky yg tak membantu nya tadi, akan tetapi tubuh AL mulai gemetar lantaran melihat darah yg terus mengalir di kaki Rifky.
Kinara mencoba untuk melihat lihat pohon yg ada di sekitar mereka, hingga dia menemukan sebuah pohon yg kalo disini di kenal dengan pohon seru.
Menurut nenek moyang kita daun muda dari pohon seru tersebut dapat menghentikan darah saat terluka.
Karna itulah bergegas Kinara mengambil daun tersebut dan menumbuk nya dengan kayu yg ada disana, setelah daun nya lumayan hancur barulah Kinara menempelkan pada luka Rifky.
Dan alhasil aliran darah nya terhenti dan luka nya tidak terasa perih lagi.
" Terimakasih Ara." Ucap Rifky.
" Iya kak, aku hanya melakukan apa yg aku bisa." sahut Kinara seada nya.
Setelah itu Kinara menghampiri AL yg sedang beristirahat sendiri di bawah pohon, muka nya terlihat pucat.
" Kak AL kenapa?." Kinara bertanya bingung.
__ADS_1
AL hanya menggelengkan kepala nya.
Keringat mengucur dari pelipis AL, badan nya terlihat gemetar, hal itulah yg membuat Kinara makin bingung.
Kinara mengeluarkan sebotol air minum dari dalam tas nya, dan mengulurkan pada AL.
" Minumlah dulu kak." tutur Kinara.
AL pun bagai robot hanya menurut, hingga dia mengambil botol air minum dan mulai minum.
Usai AL minum Kinara mulai berkata lagi.
" Ambil nafas yg dalam dan tenang kan diri kakak." kata nya menenangkan.
Lagi lagi AL pun hanya menurut.
Setelah mengambil nafas dalam dan menghembuskan perlahan, barulah AL mulai tenang.
Karna dilihat nya AL sudah tenang Kinara mulai bicara.
" Apa kakak udah merasa lebih baik?." Tanya Kinara.
" Iya terimakasih." sahut AL pelan.
" Syukurlah, sekarang kakak bisa cerita pada ku, apa yg terjadi kenapa kakak terlihat gemetar bahkan sampai berkeringat dingin seperti ini." Tanya Kinara tenang.
Kira kira apa yg terjadi pada AL?, akan kah dia menceritakan nya pada Kinara.?
__ADS_1