
Hari berikut nya, saat itu Kinara baru saja keluar dari kelas nya, namun dia dikaget kan oleh seorang cewek yg tengah menghadangnya di depan pintu, cewek tersebut yg tak lain adalah Marsha.
" Kamu mau mencari gara gara sama aku ya rupanya." Kecam Marsha kesal.
Kinara mengerutkan kening nya
" Apa maksud kakak." Dia bertanya polos.
" Nggak usah sok polos dech." Tutur Marsha lagi.
" Kamu sengaja kan mendekati kedua orang tua AL semalam, mau cari perhatian sama AL." Tegas Marsha.
Kinara mengehela nafas dalam, Ternyata itu masalah nya.
" Maaf ya kakak salah paham, aku sama sekali, nggak mendekati kedua orang tua kak AL, semalam kak AL yg mengajak ku menemui kedua orang tua nya, itupun hanya sekedar berkenalan, nggak ada maksud lain." Kinara menjelaskan dengan tenang.
" Alah kamu pasti bohong, bilang saja kamu mau mencari simpati AL." Kecam Marsha tak percaya.
" Kalo kakak nggak percaya tanya saja sama orang nya langsung." Tegas Kinara. Dia mulai kesal.
Kinara paling kesal sama orang yg meminta penjelasan namun tak mempercayai nya.
Marsha mendengus kesal mendengar penuturan Kinara.
" Kamu jadi adik kelas nggak ada sopan sopan nya ya, berani membantah." Marsha mulai ngawur.
" Ya sudah kak, aku minta maaf kalo menurut kakak aku nggak sopan, aku nggak ada maksud buat nggak menghargai kakak, dan aku juga nggak ada niat sama sekali untuk mencari simpati kak AL." Kinara mencoba mengalah, dia tak ingin mencari keributan, apa lagi mencari permusuhan, itulah mengapa dia mencoba meminta maaf meskipun tidak bersalah.
AL melihat dan mendengar yg terjadi saat itu, hingga dia menghampiri kedua nya.
" Kau tak perlu meminta maaf pada nya Ara." Tegas AL. Sambil menatap tajam kearah Marsha.
" Nggak apa apa kak, mungkin memang aku yg salah." Tutur Kinara rendah hati.
" Dan kau Marsha, Aku mau dekatan dengan siapapun itu adalah hak ku, kamu nggak ada hak buat ikut campur, apalagi sampai berbuat hal yg memalukan seperti ini." AL memarahi Marsha.
" Jadilah cewek yg punya harga diri." Sambung AL lagi.
" Tapi AL...." Marsha mencoba untuk membela diri.
Namun belum sempat dia membela diri, AL sudah menyergap nya.
__ADS_1
" Aku nggak mau mendengar apapun dari mu Sha." Tegas AL.
Mau tak mau Marsha hanya diam.
" Sekarang pergilah, jika sekali lagi aku melihat kau memarahi Kinara cuma karna dia dekat ataupun bicara padaku, maka jangan salah kan aku jika aku memotong lidah mu." Kecam AL
Kinara hanya membelalakan mata nya menatap AL, mendengar kata kata AL tadi. Apa benar AL akan sekejam itu.
Marsha pergi dengan perasaan yg makin kesal.
" Lain kali kamu nggak harus ngalah sama seseorang yg tak bisa menghargai mu." AL bicara pada Kinara.
" Aku hanya nggak ingin mencari masalah kak, aku ngalah bukan berarti aku nggak bisa melawan, akan tetapi aku lebih suka menyelesaikan masalah dengan yg lebih tenang." Sahut Kinara lagi.
" Jangan terlalu baik, nanti kamu bisa di jajah orang." AL berkata lagi.
" Tenang aja kak, aku juga nggak bodoh bodoh amat, kalo orang sudah keterlaluan pada ku tentu aku nggak akan tinggal diam, Namun selama dia tak merugikan ku, maka aku nggak akan ambil pusing apa lagi mengusik nya." jawab Kinara mantap.
AL hanya tersenyum.
" Oh iya aku bisa bertanya satu hal pada mu?." AL mengalih kan topik pembicaraan.
" Tanya kan saja." Sahut Kinara seada nya
" Ehehehe." Kinara tertawa pelan.
" Apakah kakak memang berharap aku nggak datang?." Kinara balik bertanya.
" Satu keahlian kamu yg nggak dimiliki orang lain, yaitu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan." Tutur AL dengan nada setengah bercanda.
Kinara langsung tertawa renyah mendengar nya.
" Sebenar nya aku hanya mengerjai kakak saja, saat kakak menelpon ku, saat itu aku sudah di halaman rumah kakak." Kinara menjelaskan apa ada nya.
" Aku minta maaf ya kak, aku sudah berbohong sama kakak." Sambung Kinara lagi.
" Kamu nggak salah, nggak perlu minta maaf, justru aku senang karna semalam kamu sudah bersedia hadir." Tutur AL lembut. Sekilas dia menatap Kinara.
Namun Kinara sama sekali tak membalas atau memandang AL, pandangan mata Kinara masih terfokus pada layar ponsel nya.
" Terimakasih ya sudah berkenan datang." AL menyambung bicara nya.
__ADS_1
Kali itu Kinara menoleh sejenak.
" Sama sama kak." Sahut nya santai.
" Oh iya kak, sekarang apa boleh aku yg bertanya." Kinara berkata lagi.
AL hanya menganggukan kepala nya
" Terus terang aku benar benar penasaran dari mana sich kakak bisa mendapatkan nomor telpon ku, Tapi semalam aku menyadari kalo itu pasti kakak dapat kan dari ponsel ibu nya kakak kan." Kinara menghentikan bicara nya sejenak, dan menoleh kearah AL
AL tampak bingung.
" Mengapa kamu bisa berfikir kalo aku dapat nomor telpon mu dari hp nya Bunda?." AL yg malah bingung dibuat nya.
" Nggak sok polos kak, aku tau nomor ku pasti ada di ponsel Ibu nya kakak, sejak malam kakak menelpon ibu nya kakak menggunakan ponsel ku." Tutur Kinara menerka nerka.
" Kenapa dari kemaren kemaren aku nggak kefikiran itu ya." Begitu AL menanggapi.
Kinara menatap AL bingung, mendengar perkataan AL barusan, itu artinya dia bahkan tak menyadari jika dia bisa mendapatkan nomor telpon Kinara dari ponsel Ibu nya.
" Apa itu artinya kakak tak mendapat nomor telpon ku dari ponsel ibu nya kakak?." Kinara mulai bertanya lagi.
" Iya aku bahkan baru ngeh nya sekarang, bodoh kali aku." Celetuk nya.
" Terus dari mana kakak tau nomor Telpon ku?." Kianra bertanya lagi.
" Kamu ingat saat kita di kantin, dan kamu meninggalkan ponsel mu saat kamu pergi ke toilet." AL memberi penjelasan.
" Iya, dan saat aku kembali kakak tengah memeriksa ponsel ku." Sahut Kinara.
" Iya betul, maaf ya aku lancang, saat itu aku hanya menelpon nomorku, agar aku bisa mendapatkan nomor telpon mu." AL mengakui nya.
Kinara masih terdiam.
" Maaf kan aku untuk hal itu." Sambung AL lagi.
" Nggak apa apa kak." Begitu Kinara menanggapi seada nya.
" Benar kamu sudah memaafkan ku." Tandas AL.
" Tentu saja." Sahut Kinara tenang. Toh dia juga tak masalah.
__ADS_1
Perkataan mereka berakhir lantaran bel berbunyi, dan mereka harus kembali fokus pada pelajaran.