
Mama Nadia meninggalkan Ayah, saat itu juga Ayah Yusuf menuju ke kamar untuk bersih diri agar dirinya lebih fresh dan kelihatan bersih dan segar.
Mama Nadia yang langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan malamnya dengan Bik Suni. Mama Nadia menyiapkan sayuran yang di berikan temannya kemarin untuk masak, Mama Nadia memasak menu baru untuk hidangan malam itu, dengan bahan yang sudah disiapkan.
Mama Nadia dan Bik Suni sibuk dengan kerjaan masing-masing, mereka bertugas dan menyelesaikan tugas masaknya sendiri dan tugasnya dengan baik.
Ayuna yang seharian kerja, waktu ia pulang telah tiba.
" Alhamdulillah kerjaan sudah selesai, waktunya pulang, sebentar aku mau mengantar dokumen ini kepada atas terlebih dahulu," Ucap Ayuna
Ayuna keluar dari ruangannya dan di sapa oleh teman baiknya.
" Beb, sebentar lagi kita pulang," Ucap Dewi
" Iya kita pulang, sebentar ya aku aku antar dokumen ini kepada atas terlebih dahulu," Jawab Ayuna
" Siap beb, kalau gitu aku siap-siap ya, " Sahut Dewi
" Iya siap-siap saja, biar enak nanti, ya sudah bentar," Ucap Ayuna
Ayuna menyodorkan dokumen yang sudah jadi dan siap untuk di chek oleh atasannya tidak tau ternyata sang atasanya keluar dari ruangan ditunggu seorang anaknya yang menjadi perwakilan di dalam ruangan tersebut.
" Permisi boleh saya masuk," Ucap Ayuna
" Silahkan masuk," Jawab darinya
" Mohon maaf bapak ini saya mengantarkan dokumen yang sudah siapa dan bapak minta," Ucap Ayuna
Ayuna kaget melihat muka yang di tatap bukan Atasan ternyata orang lain yang seumur dengan dirinya, Ayuna tidak takut untuk bertanya kepadanya tentang dirinya.
" Hem maaf saya kira dengan Bapak Harianto, mohon maaf sebelumnya dengan mas siapa ya kalau saya boleh tau," Sahut Ayuna
" Oh kamu belum tau siapa saya, kenalkan aku Rizki Putera dari bapak Harianto pemiliki perusahaan ini, saya senang berkenalan dengan anda, dan kamu belum tau saya sebelumnya," Jawab Rizki dengan senyum
" Maaf saya belum mengetahui soal itu, tapi kedatangan saya kesini mau memberikan dokumen ini," Ucap Ayuna
" Tidak apa taruh saja disitu mungkin Ayah kembali di bulan depan, beliau ada tugas ke luar kota dan menyuruh saya untuk mengantikan sementara, " Jawab Rizki
" Siap, kalau begitu saya taruh di sini, dan saya pamit," Ucap Ayuna
" Silahkan," Jawab Rizki
Ayuna yang keluar dari ruangan yang agak kaget dengan Putera atasannya.
" Beb kenapa," Ucap Dewi
" Nanti aku ceritakan di mobil, kalau gitu ayo kita pulang, aku mau ambil tas dulu," Jawab Ayuna
Ayuna mengambil tas dan segera meninggalkan ruangan untuk segera pulang.
" Ayo beb, buruan keburu malam," Sahut Ayuna
" Ayo, bentar donk beb tungguin, aduh anak itu ada apa sih kok cepat amat jalannya," Jawab Dewi
Dengan cepat Ayuna masuk kedalam mobil, dan menyuruh Dewi segera masuk.
" Beb buruan masuk," Ucap Ayuna
" Beb kenapa sih, kamu buru-buru amat sih, aku sudah siap nie, emang ada apa sih, cerita donk, " Jawab Dewi Sambi menutup pintu mobil
" Nanti aku ceritakan, sudah siap ya kita meluncur pulang," Jawab Ayuna
Ayuna mengendari mobil dan keluar dari parkir dan segera melaju dengan cepat. Di tengah jalan dia baru bercerita tentang yang ia rasakan tadi kepada Dewi.
__ADS_1
" Beb ayo cerita emang ada apa sih, tadi setelah keluar dari ruangan bos kamu berubah drastis," Ucap Dewi penasaran
" Iya Beb, gini lho tadi aku masuk keruangannya eh ternyata didalamnya bukan Bos malah dia puteranya, Coba pikir akun kaget dan dia seperti membuat aku tidak nyaman pandangamnya serta sangat bikin aku kesal, untung waktu pulang kalau tidak mungkin aku udah infil lihatnya," Jawab Dewi
" Haha... Ternyata hanya soal itu, aku kira kenapa wajar kalau dia bersikap seperti itu kamu kan cantik, dan pasti besok kita ketemu lagi," Jawab Dewi
" Ihhh males jadinya, dia mengantikan tugas Ayahnya sekitar satu bulan, jadi ya harus gimana lagi, " Ucap Ayuna
" Oh iya sepertinya hari libur weekend aku mau keluar sama mas Hanya deh, kangen lama gak jumpa," Ucap Ayuna
" Cie yang lagi kangen nie sama pacar," Jawab Dewi
" Iya kangen sekali," Ucap Ayuna
" Ya sudah Beb, sampai jumpa besok ya, selamat istirahat ya, aku turun dulu, Terima kasih atas tumpangannya," Jawab Dewi
" Sama-sama beb, see, " Ucap Ayuna
Ayuna melanjutkan perjalanan kerumah, dan tak lama Ayuna sampai di rumah dan bersiap untuk bersih diri dan menuju ke ruang makan bersama.
" Ayuna pulang,assalamu'alaikum MA," Ucap Ayuna
" Walaikumsalam sayang, " Jawab Mama Nadia
" Terima kasih ya pak," Ucap Ayuna ke satpam
Balasan anggut kepala kepada Ayuna, Ayuna masuk dan langsung masuk dan berjabat tangan dengan Mamanya.
" Hallo Mama, muach, oh iya Ayah dimana, " Ucap Ayuna
" Ayah lagi di kamar sebentar lagi juga turun, kalau begitu kamu sana mandi bersih diri dan siap ke bawah makan malam, pasti Ayah sudah menunggu di sana nanti," Jawab Mama Nadia
" Ya sudah kalau begitu, Ayuna ke dalam dulu ya, " Jawab senyum manis Ayuna
Nadia bergegas untuk kedalam kamar dan bersih untuk bersih diri. Mama yang sudah siap menyiapkan hidangan makan malam dengan rapi dan siap untuk di nikmat bersama.
Ayah Yusuf turun dari kamar dan menuju ke ruang makan.
" Ma, Ayuna keliatan sudah pulang, Ayah dengar sekilas tadi," Tanya Ayah Yusuf
" Sudah, dia lagi bersih dulu, baru ke sini, sebentar lagi juga turun orangnya, sini Ayah duduk mau makan apa biar Mama ambilin," Jawab Mama Nadia
" Terserah Mama, semua boleh, " Ucap Ayah Yusuf
" Ya sudah Ayah harus rasakan menu terbaru oseng ini, sama ayam goreng bumbu asam pedas, " Ucap Mama Nadia
" Wau enak kayaknya, kalau dilihat sangat menarik dan mengoda," Jawab Ayah Yusuf
Tak lama kemudian Ayuna turun dan menghampiri Ayah.
" Haloo Ayah, muach," Ucap Ayuna
" Haloo sayang muach, gimana lancar kerjaannya hari ini, kalau gitu silahkan duduk makan biar sehat dan nikmati masakan Mama tercinta," Jawab Ayah Yusuf
" Alhamdulillah lancar Yah, siap aku sudah lapar gak sabar mau mencicipi masakan Mama terenak, dan aku lihat ada menu baru ini kayaknya lebih lezat," Jawab Ayuna
" Iya sayang sudah makan nikmati keburu dingin dan lapar," Ucap Mama Nadia
Mereka menikmati makan malam dengan syahdu dan hangat, menu baru yang sangat di sukai dan hampir habis karena saat beda dari yang lainnya.
" Ma, enak sekali menu barunya, aku lihat ini seperti ada sayuran yang segar dan unik," Ucap Ayuna
" Iya sayang kemarin Mama bertemu teman lama Mama di kampung jadi di berikan sayuran itu, jadi aku masak hari ini, kamu suka kan," Jawab Mama Nadia
__ADS_1
" Suka sekali Ma, ini sangat enak dan fresh banget sayurannya," Jawab Ayuna
" Ya sudah habiskan saja, " Jawab Mama Nadia
Ayuna menghabiskan menu tersebut karena suka dengan masakan barunya. Rasa kenyang menghampirinya.
" Alhamdulillah kenyang,Terima kasih ya Mama tercinta atas masakan makan malam yang enak sekali," Ucap Ayuna
" Sama-sama, semoga suka," Jawab Mama Nadia
Tak lama kemudian Sang Ayah masuk kedalam obrolannya dan menyanyakan soal waktu untuk malam ini kepada Ayuna.
" Ngomong Ayah mau bertanya kepada Ayuna, boleh," Ucap Ayah Yusuf
" Ya boleh donk Ayah, emang mau ngomong apa," Jawab Ayuna
" Untuk malam ini Ayuna ada waktu untuk biasa empat mata dengan Ayah Yusuf tidak," Ucap Ayah Yusuf
" Oh ada yah, waktu Ayuna tidak sibuk kok malah bebas, karena besok kerjaan sudah tidak ada, paling baru dapat tugas langsung, emang Ayah mau membicarakan apa, " Jawab Ayuna
" Ada deh pokok Ayuna bisa ya, kalau bisa kita ke ruang di ruang santai, biar enak dan menikmati suasana malam dan bintang, " Ucap Ayah Yusuf
" Ya sudah iya Ayah," Jawab Ayuna
" Ya sudah kalian kesana terlebih dahulu, Mama akan menyiapkan cemilan dan minuman hangat untuk kalian berdua," Sahut Mama Nadia
" Siap Ma," Jawab Ayuna
Ayuna bergegas untuk menuju ke ruang santai di tingkat atas dan disusul oleh sang Ayah. Sesampai di atas Ayuna tidak sabar menanti apa yang akan di bicarakan ayahnya kepadanya. Dengan penasaran yang amat Ayuna mendesak agar segera di sampai kepadanya.
" Emang Ayah mau bicara apa, ayo lah Ayah cepat, Ayuna sangat penasaran," Ucap Ayuna
" Iya sayang, sebentar, " Jawab Ayah Yusuf
" Sebelumnya Ayah meminta maaf kepada mu, aku akan cerita kepada Ayuna, mengapa Ayah sering menolak dan tidak memberikan Ayuna restu karena ada suatu cerita trauma yang membuat Ayah takut akan terjadi kepada Puteri satu-satunya Ayah yang aku cintai," Ucap Ayah Yusuf
" Emang apa Yah," Jawab Ayuna
" Di waktu kecil Ayah, tinggal bersama Mama dan Ayahku, saat itu kehidupan Ayah sangatlah jauh dari kemewaan bahkan mau makan saya harus berjuang terlebih dahulu, setelah itu kita semua memutuskan untuk saling mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, Mamaku berkerja di perusahaan, Ayah ku berkerja di kantor dan Ayah hanya anak yang menuntut ilmu dan membantu di hari libur sekolah, disaat itu keluarga Ayah semakin mendapatkan rezeki yang baik, ayah mulai merintis bisnis dan menjadi bisnis yang sangat besar sehingga kehidupan yang sangat baik dan lebih baik, namun dibalik itu Ayahku, berani main mata dengan perempuan lain sehingga suka selingkuh, Mama ku hanya bisa menangis dan menangis menahan semua itu, ayah melihat mamaku sangat kasihan yang hanya buat istri yang disakiti tanpa ada rasa untuk di tinggalkan, mulai dari situ Ayah sangat takut terhadap kamu Puteri satu-satunya jangan sampai cerita pilu ini terjadi kepadamu, sehingga Ayah selalu tidak setuju tentang hubungan dengan kakasih mu," Cerita Ayah yang meneteskan air mata dan menangis
" Ayah aku tau ini sulit buat Ayah, dan aku sangat terharu melihat cerita masa lalu Ayah aku sangat sedih melihat kecintaan Ayah kepada saya, tapi tidak akan terjadi kepada Ayuna Ayah, semoga kehidupan kita ke depan lebih baik, kejadian masa lalu Ayah kita buat pelajaran dan perbaikan untuk masa sekarang, aku sayang Ayah," Jawab Ayuna menangis
" Iya sayang, semoga trauma Ayah tidak menjadi penghalang untuk kebahagiaan hidup Ayuna, mulai dari itu Ayah coba untuk menerima semua lelaki yang menjadi pilihan Ayuna, dan apa yang di pilih dan di jalan dengan baik itu terbaik untuk Ayuna," Ucap Ayah Yusuf dengan menangis
" Percayalah kepada Ayuna, pasti Ayuna akan mencari apa yang terbaik buat Ayuna dan sesuai dengan hati dan keinginan Ayah, Ayuna tidak akan mengecewakan Ayah," Jawab Ayuna sambil mengusap air mata sang ayah
" Terima kasih sayang, maaf jika Ayah banyak salah dan Ayah sudah tidak memberikan kesempatan untuk itu, sudah banyak lelaki yang meninggalkan kamu karena keegoisan Ayah, sehingga kamu belum bisa memiliki kehidupan yang Ayuna inginkan," Ucap Ayah Yusuf
" Ayah, mungkin apa yang Ayah lakukan itu terbaim buat Ayuna, jadi semua yang meninggalkan Ayuna tidak cocok dan bukan yang terbaik untuk Ayuna, jadi itu wajar dan lihat Ayuna Ayah, aku akan selalu menghormati dan selalu menghargai Apa yang Ayah ucapkan, dan saat ini Ayah tidak boleh berpikiran seperti itu, sekarang Ayah harus merubah trauma Ayah sedikit demi sedikit agar tidak manjadi Trauma ketakutan yang lebih lagi," Jawab Ayuna
" Iya Ayah akan belajar untuk melupakannya, hanya untuk pelajaran dan pengalaman yang jangan pernah terjadi lagi," Jawab Ayah Yusuf
" Sudah sekarang Ayah harus tertawa, buang sedih Ayah, aku tau Ayah adalah Ayah yang kuat, tegas, dan lugas, sekarang hapus air mata Ayah, buka senyuman yang paling indah, lihat bintang dan bulan menjadi saksi kita berdua untuk meluangkan kesedihan kita, dan hari ini juga saatnya kita juga harus mulai bahagia, senyuman dan jalanin hidup kedepan dengan baik," Ucap Ayuna
" Siap Sayang," Jawab Ayah Yusuf
Tiba-tiba Mama Nadia datang membawa minuman hangat dan cemilan, dengan itu membuat suasana malam semakin tenang dan damai. Mereka bersama saling menatap bintang dan bulan kearahnya.
" Alhamdulillah semua sudah selesai, Mama merasakan betapa pentingnya kalian berdua, dan Hari ini kalian sudah meluangkan semuanya, jadi lupakan yang sudah terjadi, dan saatnya menikmati minuman dan cemilan yang sudah mama siapkan, tara..., " Sahut Mama Nadia
" Eh Mama, kesini MA, Terima kasih aku boleh minum ya Ma, sebelum itu aku mau ambilkan minuman ini untuk Ayah tercinta," Ucap Ayuna sambil memberikan secangkir minuman hangat kepadanya
" Terima kasih sayang, " Jawab Ayah Yusuf
__ADS_1
" Sama-sama, mari kita bersulam bersama sambil menikmati malam hari ini, sulam," Ucap Ayuna