
Ariza sesampainya dirumah dirinya langsung menuju ruang makan, Ariza sangat lupa bahwa dirinya harus cuci tangan dan mengembalikan barang-barang terlebih dahulu ke kamarnya, untuknya sang Ayah memberikan tau soal itu, sehingga Ariza melakukan dengan baik.
Ariza sangat lupa karena efek perut yang sudah lapar ingin menyicipi masakan sang ayah tercinta.
Danil yang mengetahui menu makanan favorit sang Putera sehingga Danil memasak dengan rasa penuh kasih sayang.
Makanan dan minuman yang sudah tersaji di atas meja membuat Ariza tidak sabar untuk menyicipi masakanya.
" Ah... Sakit tolong jangan siksa aku, apa salahku," Ucap Wanita dengan terkurap di ranjang tidur
Terdapat pukulan yang terus memukul dirinya, wanita itu hanya terus menahan sakit serta teriak yang amat sekali, Sontak Laki-laki itu berhenti dan meninggalkan dirinya.
Wanita itu menangis dan terus menangis, dirinya rasa ingin keluar dan pergi dari rumah situ, dengan suara yang sangat keras dirinya meluangkan rasa sakitnya.
" Aku mau keluar dari sini, aku sudah tidak kuat lagi, aku ingin bertemu dengan mu sayang, tolonglah aku," Ucap Wanita itu dengan menangis
" Akun sungguh menyesal memiliki dan meninggalkan kalian, ternyata ini merupakan suatu rencana dirinya, memang jahat dan biadap orang itu," Ucap Wanita itu
Laki-laki itu sangat kejam dan tidak tau malu dan tidak bisa memperlakukan manusia, lelaki itu pacar Vania yang lama tidak bertemu dengannya, Pacar Vania yang sangat mencintai Ayuna membuat mantan Ayuna menjadi sengsara dengan mendapatkan istrinya melainkan dirinya yang akan menolong Ayuna dari rencananya yang akan menyakiti Ayuna.
" Dengan ini hidup Danil semakin sengsara dengan istri aku nikahi, serta Ayuna begitu sedih jauh dari kekasihnya hingga sekarang, mungkin aku segera mendekati dirinya Ayuna sayang," Ucap Laki-laki misterius
Lelaki itu mulai merencanakan tujuan dan keluar dari tempat sembunyinya untuk mendapatkan Ayuna.
" Asyik makannya sudah siap di meja aku segara makan, " Ucap Ariza
" Sayang jagoan ayah, berhenti dulu," Sahut Danil
" Emang kenapa Yah, " Jawab Ariza
" Ariza sayang Ariza lupa ya, mana Ariza baru saya tiba sampai dirumah, makan Ariza harus bawa barang ke kamar terlebih dahulu setelah itu cuci tangan sampai bersih baru siap untuk makan, kan nanti kotor banyak kuman yang menempel di tangan dapat menyebabkan sakit bagaimana, " Ucap Danil sambil tersipu duduk sambil memengan pundak Ariza
__ADS_1
" Oh iya Ariza sampai rupa Yah, Terima kasih ayah sudah mengingatkan Ariza, jadi Ariza harus bersih dulu, ya sudah Ariza mau bawa barang Ariza kekamar dan cuci tangan baru kita makan," Jawab Ariza
" Ya sudah sana, ayah juga akan ganti pakaian dulu, ayah tunggu di sini ya nanti, Ariza langsung turun saja ya," Ucap Danil
" Baik Yah, " Jawab Ariza
Ariza akhirnya menuju ke kamar sambil membawa barang-barangnya, sesampainya di kamar Ariza dengan inisiatif untuk membersihkan dirinya dengan mandi agar lebih bersih dan sehat. Ayah Danil yang sedang bersih diri.
Wanita itu mulai berhenti menangis dirinya berusaha untuk keluar dari rumah situ, dengan pelan-pelan dirinya berjalan mencari jalan untuk keluar. Dengan suasana sepi Wanita itu berjalan secara perlahan sambil merasakan sekitar tentang adanya lelaki itu.
Lelaki itu tidak mengetahui wanita itu yang sedang berusaha untuk lari, melainkan lelaki itu berada di ruang tamu. Sehingga wanita itu kembali ke dapur untuk melihat situasi disana.
Wanita itu berniat untuk melarikan diri, tetapi wanita dengan pintar untuk mencari cara sebelum bertindak agar dirinya keluar dengan mudah tanpa ada siksaaan jika ketahuan oleh sang suaminya.
Tidak di sangka lelaki itu menuju ke dapur, Wanita yang sedang mencari dan mengamati disekitar. Sontak dirinya mencuci piring distapel piring, suaminya melihat dirinya tidak merasa curiga.
" Rupanya istriku ada disini, dirinya sangatlah kuat, cepat untuk melupakan kejadian yang aku lakukan kepadanya, " Batin suami
Mario menghampiri istri di dapur dengan sedikit senyum untuk membuat Vioni agar tersenyum kepadanya, di selah itu Mario juga memberikan sedikit ancaman kepada Vioni jika dirinya berani membantahnya.
" Istriku sayang kau begitu baik, dan kamu menjadi istriku yang baik, namun aku tidak menyukai dirimu, sorry untuk tadi aku menyiksa mu, ingat jika kamu berani untuk melawan ku serta tidak mengikuti apa yang aku inginkan maka siksaan kepadamu akan semakin menjadi ingat itu, " Ucap Mario
" Iya Mas, sekarang Mas mah makan apa biar saya siapkan," Jawab Vioni
" Sudah aku tidak kepingin makan apapun aku hanya ingin kamu istirahat saja, sekarang," Ucap Mario
" Bagaimana dengan piring ini," Jawab Vioni
" Kamu selesai terlebih dahulu baru kamu segera istirahat, aku mau ke depan, ingan jangan main-main sama saya," Ucap Mario
" Baik Mas," Jawab Vioni
__ADS_1
Vioni akhirnya meneruskan sampai selesai dan dirinya mau tidak mau harus kembali ke dalam kamar sebelum Mario marah ketika melihat dirinya yang masih di dapur.
Ariza yang sudah selesai bersih diri dan berganti pakaian yang bersih, Danil yang sudah menunggu di rumah makan, sontak Ariza turun dan menuju ke rumah makan untuk makan bersama dengan sang Puteranya.
" Aku sudah siap, pasti Ayah sudah menunggu nanti Ariza di bawah, aku segara kesana sudah tidak tahan perut Ariza," Ucap Ariza sambil berjalan kebawah
" Ariza mana apa belum selesai, paling sebentar lagi dia turun," Ucap Danil sambil menunggu sang Putera di tempat duduknya
" Ayah... Ternyata ayah sudah disini, " Ucap Ariza
" Sudah saya, Ayah juga menunggu Ariza, sudah Ariza segera duduk, Ariza silahkan menikmati menu dan makanan kesenangan sayang, Ariza bebas mau makan yang mana," Jawab Danil
" Oke yah, Ariza mau makan menu favorit Ariza terlebih dahulu, tolong Ambil Yah, " Ucap Ariza
" Ya sudah sebentar Ayah ambil dulu, aku tambah ikan gorengnya ya biar Ariza kuat," Jawab Danil
" Iya Yah, makasih Ayah, Ariza sangat sayang Ayah, " Ucap Ariza
" Sama-sama jagoan Ayah, sekarang Ariza makan dan jangan lupa berdo'a, " Jawab Ayah sambil mengelus kepalanya
Ariza membunyikan do'a sebelum makan, Ayah Danil yang mengikutinya, sehingga mereka mulai untuk menikmati makan bersama. Makan bersama mereka sangat Kidmat walaupun tidak mama yang ada disampingnya, Ariza berharap bisa menikmati semua dengan lengkap mama dan ayahnya.
Ariza dengan lahap menikmati makan favoritnya, kesukaan Ariza akan menghabiskan menu kesukaannya bahkan susu tidak lupa dari benak dirinya. Susu minuman kesukaan Ariza.
Danil melihat Ariza sangat senang kepintaran dan tumbuh kembang sang Putera semakin baik, serta Danil sangat beruntung memiliki seorang putera yang sangat pintar, baik serta lucu seperti Ariza.
Vioni sudah selesai menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya, dirinya segera melakukan tugasnya untuk istirahat di kamarnya, sebelum Mario mengecheknya.
Walaupun rasa kecewa Vioni yang tidak bisa mencari cara untuk keluar tetapi dirinya merasa aman bahwa Mario baik terhadap dirinya bahkan dirinya menyuruh dirinya istirahat, Vioni akhirnya kedalam kamarnya, sontak dirinya teringat dengan Ariza dan Danil.
" Ya sudah aku harus kembali ke kamar sebelum moster itu datang kemari, tidak apa aku belum tau bagaimana aku bisa keluar dari sini yang penting aku terhindar dari sikap kejamnya, " Ucap Vioni sambil menuju kamarnya
__ADS_1
Vioni masuk kedalam kamarnya serat menutup pintu dan menuju ke ranjang tidurnya.