
Hamra yang menuruti maunya Vania diri pergi dan segera berganti baju yang sudah di siapkan oleh Vania. Vania membelilan bajunya tidak sebarang baju, baju yang di pakai oleh Hamra baju terbaik yang di pilih oleh Vania untuk seorang yang Vania cintai. Bahkan Vania tidak melihat harga dan apapun Vania hanya senang dan semangat jika maunya semua tercapai dengan baik.
Hamra yang ketika itu melihat apa yang di lakukan oleh Vania sangatkah berlebihan sehingga Hamra merasa tidak nyaman, bahkan Hamra heran memberikan sesuatu kepada orang yang tidaknya cintai.
Vania tidak mengubris apa yang membuat dirinya direndahkan terpenting dirinya bisa bersama Hamra merupakan suatu hidup yang bahagia menurut Vania.
Mama Nadia yang lega melihat Ayuna mulai berhenti bersedih, Mama Nadia keluar dari Kamar Ayuna dan segera kembali ke kamarnya. Ariza yang tetap bersama Ayuna membuat hati Ayuna tenang dengan kelucuan dan hiburan si Ariza si anak pintar itu.
" Ini baju yang harus Mas pakai, sekarang silahkan ganti, aku juga akan berganti sejenak,ayo Terima," Ucap Vania
Hamra menerima sambil memalingkan mukanya dari Vania, Vania yang acuh tak acuh tak menghiraukannya, Vania langsung bergegas berganti pakaian dan mulai merias diri lagi.
" Yang terpenting dia mau memakainya dulu sudah baguslah, sudahlah akun mau siap diri, " Ucap Vania
Jalan malam bersama ini Vania akan mengajak Hamra untuk mendatangi undangan teman Vania yang sesama sosialita. Sehingga Vania tidak mau kalah bahkan dirinya harus tampil sesemukau mungkin, sehingga dirinya membawa Hamra untuk menjadi pacarnya.
Tempat pesta dan kencan malam itu sudah begitu mewah, lampung latting yang sangat indah, lampur emas dan putih menyinari gedung hiasan bunga yang sangat indah dan memukau.
Tempat gedung yang terpilih, terbagus tempat para bos terkaya pun sebagai tempat pesta kencan mereka semua.
" Ayuna kalau begitu Mama kembali ke kamar dulu ya, jika sudah Ayuna istirahat agar Ayuna bisa rilex kelihatan kamu sangat lelah sayang, " Ucap Mama Nadia
" Iya Ma, nanti Ayuna segera istirahat, Terima kasih atas hiburannya Ma," Jawab Ayuna
" Sama-sama, ya sudah Mama ke kamar, muach, selamat malam, " Ucap Mama Nadia
" Malam Ma," Jawab Ayuna
Mama Nadia kembali ke kamarnya.
Mama Nadia yang sampai kamar telah di tanya oleh Ayah bagaimana tentang Ayuna. Ayah Yusuf yang juga penasaran soal kejadian tadi ketika melihat Ayuna menangis seperti itu.
Kesedihannya Ayuna membuat Ayah Yusuf bertanya-tanya serta menjadi pikiran sang Ayah, apa yang menyebabkan Ayuna seperti itu.
" Bagaimana mana Ma, apa yang terjadi, Ayuna baik-baik saja," Tanya Ayah Yusuf
" Alhamdulillah baik-baik saja, tapi Ayuna belum mau cerita soal masalahnya tetapi dirinya akan segera menyelesaikan masalahnya sendiri, jadi kita suport saja jangan ikut campur urusan Ayuna ya, Mama yakin Ayuna bisa menyelesaikan masalahnya," Jawab Mama Nadia
" Ya sudah kalau sudah jelas, Ayah hanya khawatir dan mau tau saja, kalau jawaban seperti itu Ayah bisa apa, " Ucap Ayah Yusuf
" Iya Yah, tadi Ayuna jugaa sudah bisa tertawa, disana ada Ariza yang menemani dan membuat bahagia Ayuna," Jawab Mama Nadia
" Ya sudah kalau begitu kita istirahat, sudah ngantuk, selamat malam, " Ucap Ayah Yusuf
" Malam juga Yah, " Jawab Mama Nadia
Mama Nadia dan Ayah Yusuf istirahat malam karena mereka sudah ngantuk berat tidak bisa menahan ngantuk yang sangat berat.
__ADS_1
Hamra yang sudah selesai berganti terlihat sangat cocok serta auranya keluar dan gantengnya tidak bisa dibohongi.Vania yang masih sibuk merias diri.
" Ariza sayang ini sudah malam, jadi Ariza harus segera tidur, tante cantik antar ke kamar Ariza ya," Ucap Ayuna
" Iya Tante, tapi Ariza mau ditemanin tante terlebih dahulu, jangan tinggalin Ariza, " Jawab Ariza
" Iya nanti Tante tungguin Ariza sampai tertidur ya, ayo kita ke kamar Ariza," Ucao Ayuna
" Asyik, ayo tante, " Jawab Ariza dengan senang
Ayuna tersenyum melihat tingkah laku Ariza dengan gemas dan lucu.
Ayuna mengantarkan Ariza untuk menuju ke kamar tidur, serta memulai untuk mengelus kepala Ariza sambil menceritakan sebuah dongeng.
Ariza dengan muka yang layut dan mulai menutup matanya dengan perlahan-lahan. Vania yang sudah selesai.
Hamra yang sedang menunggu Vania yang saat berrias lama. Tak lama pun Vania berjalan menghampiri Hamra, sontak Hamra kaget Vania merangkul dirinya dari belakang.
Ekspresi Hamra yang kaget sontak membuat Hamra replek dengan gerakan menolak.
" Sayangku... Aku ada di dekatmu, " Ucap Vania
" Lepaskan kita tidak boleh begini, kita bukan muhrim,lepaskan," Jawab Hamra
" Sudah diam saja Mas, aku sangat suka dan mencintaimu, kamu terlihat tampan dan gagah sekali hari ini, tidak sia-sia aku memilihkan baju ini untukmu, " Ucap Vania
" Ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang sudah di tunggu oleh teman-temanku disana, ayo," Ucap Vania
Mereka berjalan untuk menuju ke mobilnya.tak lama mereka sampai di tempat pesta tersebut.
Ariza mulai tertidur lelap dan Ayuna menyelimuti dan menganti nyala lampu menjadi remang, Ayuna menuju ke kamarnya.
" Besok aku harus bertemu dengan Mas Hamra aku akan meminta penjelasan darinya," Ucap Ayuna
Ayuna mulai istirahat.
Vania dan Hamra pun sampai di acara mereka, semua sedang berpasangan Masing-masing. Bahkan semua mulai mengenalkan pasangan mereka masing-masing.
" Vania malam, wau kamu sangat hebat sekali, " Ucap mereka bersama
" Emang kenapa, hebat bagaimana aku juga tidak maksud apa yang kamu katakan gaes," Jawab Vania
" Itu Vania, kamu beruntung dapat cowok ganteng seperti dia, oh iya kalau boleh tau siapa namanya," Ucap mereka
" Oh biasa saja, siapa dulu Vania gitu lho ya harus perfect lah, namanya kevin," Jawab Vania
" Dasar wanita gila, nama aku sudah disamarkan dua kali, " Batin Hamra
__ADS_1
" Iya perkenalkan nama saya Kevin," Sahut Hamra
" Sudah jangan lama-lama nanti milik aku kalau ambil hahaha, " Ucap Vania
Vania sangat bersenang bahkan dirinya berfikir untuk menfaatkan situasi seperti ini.
" Mungkin ini saatnya aku beraksi, " Batin Vania
" Sayang mau makan apa, aku ambil ya, ah buka mulutnya aku suapin, " Ucap Vania abil menyuapin Hamra
" Aduh kamu membuat dirinya kita pingin banget, romantis sekali," Ucap mereka
" Iya lah kitakan saling sayang ya sayang, " Ucap Vania
Hamra sontak ingin menolak dan melepas pegangannya tetapi Aira langsung mengkode serta menginjak kakinya dengan pelan untuk kode yang amat kasar.
" Aku tidak bisa berkutik, tolong aku," Batin Hamra
Ayuna yang sebelum tidur menelepon Hamra untuk memberitahu bahwa esok ingin bertemu dengannya. Dengan itu Hamra bisa memanfaatkan untuk melepaskan terlebih dahulu.
Panggilan masuk... Dan berdering
" Sebentar ya aku mau angkat telpon sebentar penting," Ucap Hamra
" Oh iya sayang, silahkan," Jawab Vania
" Siapa yang berani menelepon Hamra disaat aku mulai mesra dengannya, awas kalau Ayuna," Batin Vania
Vania langsung tersenyum dan saling mengobrol dengannya.
Hamra yang sangat sebagai dengan adanya panggilan dari Ayuna dirinya bisa terlepas dari pelukan Vania.
" Alhamdulillah, kau menjadi penolongku," batin Hamra
" Hallo, iya Ayuna bisa Mas Hamra bantu, malam-malam telpon," Jawab Hamra
" Tidak Mas hanya mau kasih tau akun mau ketemu besok ada sesuatu yang mau akun jelasin,dan aku minta penjelasan ke mas," Ucap Hamra
" Soal apa, " Jawab Hamra
" Besok saja, sekarang aku mau istirahat, dan hanya memberikan tahu soal itu saja," Ucap Ayuna
" Ya sudah kalau begitu, selamat malam, assalamu'alaikum," Jawab Hamra
" Iya Mas selamat malam, waalaikumsalam," Ucap Ayuna
" Ayuna mau minta penjelasan apa, aku juga tidak atau maksudnya, ya sudahlah besok saja pasti tau soal apa, " Ucap Hamra
__ADS_1