
Vioni yang sedang berada di kamarnya sontak teringat dengan Danil dan puteranya yang selama ini ia siakan demi lelaki yang hanya memanfaatkan dirinya dan keluarga kecilnya, vioni sangat rindu kepada mereka berdua bahkan diri sangat ingin bertemu dengannya.
Vioni berharap bisa terbebas dari suami yang sebagai jahat dan ambisius itu, bahkan suaminya yang penuh dengan dendam yang sangat.
Vioni hanya mampu bersabar menanti pertolongan serta waktu yang tepat untuk melarikan diri darinya.
Mario salah satu adik kelas yang sangat menaruh hati kepasa Ayuna bahkan dirunya sangat mencintainya, untuk dekat dengan Ayuna Mario rela berbohong untuk menjalin cinta dengan Vania.
Air mata Vioni tidak bisa ditahan karena rasa kangen yang amat ia rasakan, rindu pelukan puteranya, rindu dengan pintar serta kelucuannya.
Mereka sama-sama memiliki rasa kangen yang dimana sama-sama memikirkan satu sama lain, Vioni berharap cobaannya akan segera selesai dan dirinya bisa bersama-sama keluarga bahagianya.
Tak lama itu Mario melihat Vioni di dapur atau dirinya sudah melakukan keinginannya atau masih berada di dapur, sontak Mario terdiam karena Vioni sudah melakukan dengan baik.
" Sayang Mama sangat kangen denganmu, apakah kamu baik-baik saja di sana sayang, dulu jika Mama bisa berpikir panjang dan mencari tau mana hidup kita akan bahagia, Mama telah memiliki hidup yang membuat siksa dan sengsara sayang, Mama berharap ada orang yang bisa membantu Mama untuk keluar dari sini," Ucap Vioni sambil menangis
" Tapi tenang saja Mama tetep berusaha sambil menunggu pertolongan, Mama tetap mencari dan berusaha cari jalan untuk keluar dari sini sayang," Ucap Vioni
Mario berjalan menuju dapur dan melihat situasi di dapur.
" Syukurilah kalau dia sudah mau menurut dengan ucapan dariku, jika dirinya berani melawanku tunggu apa yang akan aku lakukan kepadamu," Ucap Mario
Vioni yang masih bersedih dan menahan air mata itu tidak bisa menahannya bahkan dirinya terus meneteskan air matanya, sontak kaki mario berjalan menuju kamar dengan suasana misterius. Untuk melihat keadaan dan situasi Vioni didalam kamarnya.
Ayuna saat itu memiliki janjian untuk bertemu dengan rekan kerjanya di suatu tempat bahkan dirinya membahas soal planing kerjasama dikantor.
Ayuna berbincang-bincang dan membahas projek yang sudah di sepakati bersama dengan baik, sambil bermusyawarah dan menghasilkan jawaban dan keputusan yang diinginkan bersama.
Ariza dan sang Ayah selesai sarapan dan makan, mereka menuju ke ruang santai untuk menikmati pemandangan serta hiburan sambil menunggu waktu istirahat siang tiba.
__ADS_1
Mereka tidak lupa istirahat siang agar membuat dirinya fresh dan sehat, dengan istirahat siang membuat kondisinya sehat dan bugar.
" Ayah sudah kenyang, Alhamdulillah, sekarang kita nonton hiburan dan menikmati pemandangan ayah," Ucap Ariza
" Alhamdulillah, ya sudah ayo," Jawab Danil
" Jangan lupa cuci tangan yang bersih dahulu, terus kita langsung kesana, Ayah mau beres-beres sebentar," Ucap Danil
" Kalau begitu Ariza bantu Yah, tidak apa, ayo kita beresin bersama-sama," Jawab Ariza
" Ya sudah ayo," Ucap Danil
Ariza membantu dan membawa sebisanya untuk di berikan kepada sang ayah sang ayah yang sedang bersih, Aira membantu membawa dan mengambil yang kotor. Mereka terasa serasi saling menolong satu sama lain.
Mario terus berjalan kakinya yang berbulu lebat seperti moster telah melewati kamar Vioni, Vioni yang sedang bersedih meneteskan air mata, tak disangka Mario sontak membuka pintu dan melihat Vioni dirinya sempat marah karena jendela pintu yang belum di buka lainnya, tetapi diri pintar segera menghapus air mata dan mulai bersandiwara memejamkan matanya selaya orang yang sudah tidur beristirahat.
" Aduh seperti Mas Mario datang, untuk saja aku segera tau kalau tidak aku akan di siksa lagi," Batin Vioni dengan ketakutan
Mario memasuki kamarnya dengan jalan yang amat menakutkan dengan suara marah.
" Apa kain penutup jendela belum ia buka, ini tidak boleh di biarkan," Ucap Mario sambil membuka selambu kainnya
" Aduh Mas Mario marah, bagaimana ini, aku takut apakah yang terjadi kepadaku lagi ya Tuhan," Batin Vioni
Vioni menahan dan mulai bersandiwara, Tiba-tiba Mario membuka selimut tutup Wajah Vioni, Mario melihat dirinya istirahat tidak tega untuk memberikan tahukan bahkan dirinya meninggalkan Vioni.
" Seperti dirinya sudah tidur nyenyak, aku tidak mau menganggunya, kalau begitu aku harus keluar, aku harus mulai aktif mencari Ayuna cinta ku yang selama ini," Batin Mario
Akhirnya Marik keluar meninggalkan kamar Vioni. Vioni sontak untuk membuka matanya dan merasa tenang dengan situasi tadi.
__ADS_1
Ariza dan ayahnya pun telah selesai bersih, mereka berdua menikmati suasana disekitar dan sambil menonton hiburan di ruang tersebut.
" Syukurlah aman, untung aku tadi bisa tahan dan jika tidak aku pasti udah dapat siksa darinya, Terima kasih Tuhan sudah selamatkan diriku, aman," Ucap Vioni
Mario yang bersiap diri dengan sangat rapi dirinya mulai kelaur dengan menaiki mobilnya, Vioni yang sontak mengetahui dirinya dari kaca jendelanya. Vioni berusaha untuk mencari cara dan jalan keluar sebelum bertindak dengan kesempatan itu.
" Mas Mario mau kemana tumben dirinya keluar rumah, sudahlah ini menjadi kesempatan aku untuk mencari cara dan jalan yang tepat untuk kabur, aku harus tau bagaimana caranya serta aku akan menunggu waktu yang tepat," Ucap Vioni
Mobil Mario sudah berjalan, ternyata di sekitar rumahnya banyak penjagaan yang sangat ketat sehingga Vioni tidak bisa lari, hanya bisa untuk mencari cara sebelum melarikan diri.
Vioni mulai keluar Kamarnya, harapannya dirinya bisa kabur dan ternyata tidak bisa, Vioni hampir saja ketahuan dengan orang suruhan Mario yang menjadi penjaga di rumah itu.
Penjagaan yang begitu ketat yang dimana Vioni tidak mampu untuk keluar dari rumah.
" Ya sudah aku akan segera keluar dari sini, mumpung waktu kesempatan ada untuk kabur, sekarang aku harus bisa," Ucap Vioni
Vioni berjalan menuju pintu depan dan ternyata terdapat orang yang berjaga sambil bermain catur bersama, Vioni mencari jalan baru lewat pintu belakang.
" Aduh ternyata Mas Mari juga menyuruh anak buat untuk menjaga rumah ini, mereka sedang berjaga disana, jika aku lewat situ pasti dia akan tau, ya sudah aku lewat belakang saja, " Ucap Vioni sambil berjalan hati-hati
Mario akhirnya sampai di tempat yang tidak sengaja yang bersamaan dengan Ayuna yang sedang meeting disana. Mario juga tidak habis pikir bahwa dirinya bisa bertemu dan bersua di tempat tersebut.
Ayuna yang sudah mendapatkan hasil memuaskan akhirnya dirinya menyudahi meeting mereka, patner kerjanya pun segera pergi karena masih ada janjian dengan yang lain.
Mulai saat itu, Ayuna sendiri dan tibalah Ayuna bertemu dengan Mario.
" Terima kasih sudah sempatkan hadir untuk membahas proyek kita bersama, semoga kedepannya semakin baik dan unggul," Ucap Ayuna
" Sama-sama kami juga berterima kasih atas kerjasama yang baik, sampai jumpa lagi, " Jawab patner
__ADS_1