
Pertemuan Ayuna dan Hamra saat itu membuatkan sebuah cara jitu untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi bersama, cara jitu itu Ayuna ingin sampai setelah diri Hamra tenang dari kejadian penjelasan dan menyampaikan kejujuran.
Hamra yang mulai tenang dan mulai relax dengan keadaannya, membuat berbincang diantaranya, bahkan Ayuna berpamitan untuk pulang dan menuju ke rumah Masing-masing.
Tidak lama Danil merasa lama jika menunggu esok untuk menjemput Ariza akhirnya Danil memutuskan untuk mengambil disaat itu juga. Karena rasa kangen Sang Ayah kepada sang Puteranya.
Hamra pulang dari pertemuan itu langsung membuat minuman hangat untuk menenangkan dirinya bahkan dirinya beristirahat agar dirinya lebih baik dan fresh.
Ayuna yang saat itu mulai mengetahui rencana Vania untuk menghancurkan hubungan dirinya dengan Ayuna. Membuat Ayuna merasa di maafkan dan dimainkan, Ayuna melakukan ini untuk melindungi hubungannya dan untuk menjadi manusia yang berani untuk memperjuangkan dan memperbaiki segala, walaupun dirinya tau teman satu SMAnya.
Sikap ini di lakukan Ayuna seolah untuk membuat Vania merasa jera dan melawan agar tidak di injak-injak diremehkab dianggap tidak mau berusaha untuk mengalahkan.
" Mas Hamra sekarang sudah jelas, dan kita sudah tau apa yang terjadi, saat ini tugas kita harus berkerjasama untuk menghadapi ini semua, sudah lupakan hal yang membuat kita saling bertengkar yang disebabkan salah paham dan adu domba seorang," Ucap Ayuna
" Iya Ayuna, Mas rasanya sangat santai dan tidak ada beban lagi, " Jawab Hamra
" Alhamdulillah syukurlah, untuk soal cara itu nanti aku akan kasih tau ke Mas Hamra mas tunggu saja, aku akan mengaturnya terlebih dahulu, sekarang mas ikutin permainan Vania," Ucap Ayuna
" Baik Ayuna, aku akan berkerjasama untuk melawan Vania itu, semoga kita berhasil, " Jawab Hamra
" Kalau begitu, Ayuna pamit pulang Mas, mas juga pulang sampai rumah bikin minuman hangat dan istirahat biar lebih baik lagi kondisinya," Ucap Ayuna
" Baik Ayuna, Hati-hati dijalan, " Jawab Hamra
Hamra dan Ayuna pulang meninggalkan tempat pertemuan itu. Bahkan mereka pulang dengan arah rumah masing-masing.
Mama Nadia yang berharap itu merasakan ketenangan perasaan yang sampai dihati sang ibu, bahwa menurut Hati sang ibu pertanda masalah akan segera teratasi dengan baik. Kesenangan Mama Nadia yang tak bisa terungkapkan dan membuat senyum manis di bibir indah Mama Nadia.
" Perasaan diriku merasa berbeda, mungkin ini pertanda bahwa permasalahan yang akan dihadapi akan teratasi dengan baik, syukurlah semoga hal baik untuk masalah Puteri ku, aku merasa bahagia," Ucap Mama Nadia
Senyum yang sangat bahagia yang keluar dari bibirnya.
" Nenek kok tersebut sendiri, Ariza sudah ambil mainan Ariza ini dia, " Ucap Ariza
" Hey Ariza, tidak Nenek senyum melihat Ariza pintar sekali mau ambil mainin sendiri dan sudah sampai disini, jadi Ariza anak yang mandiri, Nenek sangat bangga dengan Ariza," Jawab Mama Nadia
" Terima kasih Nek, Ariza harus jadi anak yang mandiri kata Nenek mandiri kan biar tidak menyusahkan orang lain, " Ucap Ariza
" Betul Ariza, pintar sekali, " Jawab Mama Nadia
Tak lama Ayuna sampai di rumah sambil membawa makanan untuk Ariza dan keluarga sebuah cemilan dan es cream yang sangat nikmat. Hamra yang baru sampai rumahnya juga segera menyala kompor untuk merebus air untuk membuat minuman hangat untuk menenangkan dirinya.
" Seperti tante cantik sudah pulang Nek, " Ucap Ariza sambil melihat di depan teras
__ADS_1
" Asyik tante cantik pulang," Teriak Ariza
" Tarah... Ariza, Tante bawa hadiah buat Ariza, ayo kita masuk dulu, " Jawab Ayuna
" Asyik, ayo Tente," Ucap Ariza sambil berjalan
" Assalamu'alaikum Ma," Ucap Ayuna
" Walaikumsalam," Jawab Mama Nadia
" Emang hadiah buat Ariza apa, Ariza tidak sabar ini tante," Tanya Ariza
" Sebentar, Ariza sudah tidak sabarkan, tante akan segera kasih tau ke Ariza, satu... Dua... Tiga, tarah... Es cream," Jawab Ayuna
" Asyik Ariza minum Es cream," Ucap Ariza
" Sebentar Tante lupakan dulu, biar Ariza tinggal makan, " Ucap Ayuna
Ariza sangat senang dan bahagia atas hadiah berupa es cream kesukaan Ariza.
" Alhamdulillah hatiku jadi tenang, aku berterima kasih atas semua jalanmu, suatu jalan yang mana hal ini bisa di selesai bersama dengan Ayuna, semoga jalan baik akan selalu memang, aku jadi lega," Ucap Hamra sambil menikmati minuman hangatnya.
Hamra menuju ke kamar untuk beristirahat. Agar membuat dirinya nyaman, fresh dan tenang dengan beristirahat.
" Sama-sama sayang, tante juga suka kalau lihat Ariza suka, oh iya tadi Salam Ariza sudah saya sampai ke om Hamra, katanya lain kali kita bisa bermain bersama lagi, " Jawab Ayuna
" Asyik Ariza bersama om ganteng lagi, " Ucap Ariza
" Ya sudah Ariza sambil main dan duduk di sana ya, " Ucap Ayuna
" Baik tante," Jawab Ariza
Ayuna yang ingin berbicara kepada Mama soal masalah yang dihadapi hadapinya, Mama Nadia mendengar itu merasa kaget dan merasa sangat tidak percaya bahwa teman yang selama ini yang merencanakan semua.
" Bagaimana sayang sudah menemukan Solusi, bagaimana apakah yang di lakukan Hamra kepadamu itu benar, Tanya Mama Nadia
" Ma, Ayuna tidak habis pikir semua itu ulah teman Ayuna sendiri, Mama tau Vania yang sudah merencanakan semua, dia membuat sebuah rencana untuk menghancurkan hubungan aku dan mas Hamra, sasaran untuk membuat Mas Hamra lemah ada di ayah, dia membuat sebuah video seolah-olah mas Hamra yang berbuat yang akan membuat Ayah Yusuf mengetahui dan membencinya, dan akan hilang restu itu, Ayuna juga tidak habis pikir sikap baiknya ternyata ada sikap jelek balas dendam ke Ayuna," Jawab Ayuna
"Apa Bisa-bisanya Vania seperti itu, sangat licik dan sangat terarah rencananya itu," Ucap Mama Nadia
" Maka dari itu Ayuna meminta bantuan ke Mama, selalu awasin dan Mama memberi tahu secara pelan-pelan ke ayah, apakah Mama sanggup," Jawab Ayuna
" Tenang sayang, Mama akan berusaha dan akan membantu mu," Ucap Mama Nadia
__ADS_1
" Pokok Mama bilang seperti ini, sini Ayuna bisikin Mama," Jawab Ayuna sambil membisikan sesuatu di telinga Mama Nadia
Mama Nadia bersikap paham dan menganggutkan kepalanya dan senyum manis penuh harapan terbaik.
" Bagus itu sayang, semangat sayang harus bisa kuat, Mama selalu ada untuk Ayuna, " Ucap Mama Nadia
" Terima kasih ma, atas suport dan semangat bahkan bantuan Mama, " Jawab Ayuna
" Sama-sama," Ucap Mama Nadia
Tak lama panggil masuk di handphone Ayuna dari Danil.
" Sebentar Ma, ada telpon," Ucap Ayuna
" Hallo assalamu'alaikum, oh Mas Danil ada apa Mas, " Jawab Ayuna
" Ayuna aku ini sudah di perjalanan untuk menjemput Ariza, aku tidak bisa besok karena aku sudah tidak bisa menahan rasa kangen kun terhadap Ariza," Ucap Danil
" Oh begitu nya Mas, tidak apa Mas silahkan aku tunggu di rumah, kalau begitu akun segera siapkan perlengkapan Ariza untuk dibawa pulang," Jawab Ayuna
" Iya Ayuna, maaf ya jika menganggu waktunya," Ucap Danil
" Tidak apa-apa, Hati-hati Mas, " Jawab Ayuna
Ayuna mendengar bahwa Danil mau menjemput Ariza sontak menjadi sedih dan merasa tidak rela Ariza pulang sebelum dirinya ingin pulang sendiri, tetap hak apa yang bisa menolaknya karena Ariza bukan anaknya. Dia hanya dititipkan oleh ayah kepada sahabatnya.
Ayuna segera menuju ke kamar dan menyiapkan semua perlengkapan yang dibawa sebelumnua Ariza.
" Ariza mau pulang, jadi aku harus menyiapkan semua barang Ariza, semoga kamu main lagi kerumah tante lagi, tante sudah nyaman dengan kamu Ariza, kamu lucu, mengemaskan, serta pintar sekali," Batin Ayuna sambil membereskan barang
" Tante kenapa kok beres-beres, " Tanya Ariza
" Ayah Danil mau jemput Ariza jadi Tante siapkan barang Ariza," Jawab Ayuna sambil sedikit sedih
" Asyik ayah datang jemput Ariza, sekarang ya tante, tapi kenapa tante kelihatan sedih, Ariza jadi sedih," Jawab Ariza
" Tidak Tante hanya kangen sama Ariza nanti jadi Tante sedih Ariza mau pulang," Ucap Ayuna
" Tante cantik jangan bersedih, Ariza akan sempatkan main kesini kok, aku nanti akan bilang ke ayah soal itu, jadi Tante tidak boleh sedih ya, sudah tante kayak moster tu jika menangis, " Jawab Ariza sambil mengusap air mata di pipi Ayuna
" Ariza kamu bisa buat tante senang dan bahagia, sini peluk tante," Ucap Ayuna
Ariza memeluk Ayuna dengan erat, Ayuna yang sangat erat dan sambil mengoyangkan tubuhnya, merasa kehangatan bak seorang ibu kepada sang anaknya
__ADS_1