
Danil meninggalkan rumah Ayuna bersama Ariza untuk menuju ke rumahnya, ditengah perjalanan Ariza kepingin membeli jajanan disekitar jalan, serta Ariza ingin di belikan es cream, Danil melihat keinginannya pun menurutinya, Aira membeli ini itu dan es cream kesukaannya, bahkan es cream yang Ariza yaitu wadah yang besar yang bisa digunakan setiap Ariza pingin sudah tersedia didalam kulkas rumahnya. Danil akhirnya membelikan Es cream yang banyak untuk persediaan sang Putera tercinta.
" Ayah Ariza ingin beli jajan di sekitar jalan, ayo Yah berhenti sejenak, " Ucap Ariza
" Ya sudah ayo kita turun, kamu mau beli yang mana silahkan, " Jawab Danil
" Iya Ayah, aku mau ini dan mau yang itu, " Ucap Ariza
" Iya bentar biar di layanin dulu sama bapaknya, Sayang sabar sebentar," Jawab Danil
" Iya Ayah, " Jawab Danil
Mereka menunggu agak lama sambil menuju pesanan yang satunya, dengan berdiri, Ariza yang sangat ingin tidak merasa capek bahkan dirinya setia untuk menunggu apa yang menjadi keinginannya.
Tak lama kemudian penjual satunya sudah selesai dan memberikan pesanannya, dan disusul pesanan selanjutnya.
" Berapa pak semuanya, oh iya ini ya kak Terima kasih ya bapak, " Ucap Danil
" Sayang semua sudah ayo kita ke mobil, ini Aya sudah bawa pesenan Sayang, aku taruh di belakang saja nanti kita buka dirumah, oh iya terus Ariza mau apa lagi mumpung ada di luar dan Ayah tidak sibuk, " Ucap Danil
" Kalau gitu Ariza minta es cream boleh Yah, tapi juga Ariza mau beli es cream yang banyak biar aku taruh di kulkas rumah," Jawab Ariza
" Boleh ya sudah ayo kita beli es cream sesuka Ariza, sudah siap ya dipasang sabuk pengamannya," Ucap Danil
" Sudah Yah," Jawab Ariza
Akhirnya mereka menuju ke supermarket untuk membeli es cream.
Mario yang sedang dalam perjalanan, terdapat panggilan masuk dihandphonenya soal kantornya, Mario berhenti sejenak untuk mengangkat kabar itu. Mario sejenak untuk memberhentikan mobilnya serta meminggirkan mobil di bahu jalan raya.
" Hallo, permisi bapak ini saya Sekretaris bapak may memberi tahukan bahwa besok ada klien yang mau bertemu dengan bapak soal kerja sama, apakah bapak bisa," Ucap sekertaris
" Terima kasih atas informasinya, saya akan segera tiba dan datang disana kamu atur saja, " Jawab Mario
" Baik Pak, besok mungkin bertemu di suatu cafe di dekat kantor bapak yang bernama cafe Manyus, " Ucap Sekertaris
" Kamu atur saja nanti kasih tau kesaya, saya akan segera sampai disana," Jawab Mario
" Baik Pak," Ucap sekertaris
Akhirnya Mario melanjutkan perjalanan, Mario tak pulang kerumah dia langsung menuju ke kantor tempatnya. Tanpa pulang sama sekali, Dirinya sudah menyuruh penjaga untuk menunggu rumah dan mengawasi Vioni.
__ADS_1
Ariza mengambil es cream beranekaragam rasa dan bentuknya, Ariza mengambil yang menurut dirinya suka bahkan dirinya mengisi tasnya dengan penuh, setelah itu Ariza menerus untuk pulang dan menaruhnya di kulkas rumah.
" Asyik Ayah kita sudah sampai rumah, Yah tolong bawakan es cream milik Ariza mau aku tata di kulkas," Ucap Ariza
" Sebentar, Ariza bawa ini jajannya taruh di atas meja makan ya," Jawab Danil
" Baik Yah, " Ucap Ariza
Ariza berjalan menuju ruang makan untuk menaruh jajanan yang Ariza beli, dan segera untuk menuju ke kamarnya untuk menarik tas dan buru turun untuk menata es cream dan memakan yang Ariza beli.
" Ini es creamnya, segera di tata agar tidak meleleh, Ayah mau ke kamar dulu setelah itu nanti kita makan bersama," Ucap Ayah
" Iya Yah, sini aku tata Terima kasih Ya," Jawab Ariza
Hamra yang sedang bersiap bertemu dengan klien dan bersama kawannya untuk meeting proyek terbarunya. Tak di sangka tempat Hamra dan Mario bertemu dengan klien kerja bertepatan.
Mario juga tidak mengetahui bahkan Hamra juga tak sama sekali tau, mereka saling sayang tempat dan yang Mario tidak ketahui bahwa lelaki yang Mario cari adalah Hamra yang berada di dekatnya.
Apakah mereka kenal atau tidak sama sekali, mungkin mereka saling mengenal dan menjadi teman bahkan klien kerja.
Hamra berbincang banyak dengan kawan bicaranya, bahkan mereka saling berdiskusi dan membicarakan hasil dan bagaimana cara untuk memulai dan mengembangkan proyeknya dengan baik.
Mario yang tiba di kantor untuk mengambil sesuatu sebelum menuju ke cafe Manyus tersebut. Sesampainya di kantor sekertaris telah menemuinya serta memberitahukan bahwa sebentar lagi mereka sampai di lokasi. Mario bergegas untuk menuju ke cafe tersebut.
Tok... Tok... Tok.. Suara pintu ketukan sekertarisnya
" Permisi Pak, " Ucap Sekertaris
" Silahkan masuk," Jawab Mario
" Maaf bapak, saya hanya memberitahukan bahwa sebentar lagi klien yang ingin berkerja sama dan ingin bertemu dengan bapak telah segara sampai di cafe," Ucap Sekertaris
" Terima kasih atas informasinya, saya akan segera kesana, " Jawab Mario
" Iya bapak, Terima kasih saya permisi dahulu, mari," Ucap Sekertaris
" Iya silahkan," Jawab Mario
Sekertaris itu meninggalkan ruangan Mario, dan Mario keluar dari ruannya sambil membawa dokumennya menuju ke cafe yang sudah di tetapkan tempatnya.
Klien Mario telah tiba, dan Mario bertepatan sampai, mereka saling bertemu dan saling berjabatan tangan.
__ADS_1
Hamra yang hampir selesai menyelesaikan meeting dengan kliennya juga yang tak terasa didekatnya yang tidak lama dari jaraknya dengan Mario.
" Selamat datang Pak, saya Mario, silahkan duduk," Ucap Mario
" Baik Pak, Terima kasih, " Jawab Kliennya
" Bagaimana untuk urusan dan tujuan bapak. Bertemu dengan saya," Ucap Mario
" Begini soal kerjasama dan soal untuk saling berkolaborasi dengan perusahaan bapak, mungkin kita bisa membicarakan dengan baik, " Jawab Kliennya
" Baik Pak kita bahas sekarang," Ucap Mario
Mario dengan sibuk berbicara menjelaskan kerja dan job disk menurut dirinya bahkan klien mendengarkan dan Akan menambahkan jika ada yang kurang, diskusi mereka seperti serius bahkan semua terasa Hening dan tanpa canda.
Tak lama kemudian Hamra pun menemukan kata sepakat dan dirinya selesai, Hamra pun merasa seneng dirinya tinggal santai dan menikmati minumnya di bangkunya dengan sendiri, sambil membaca buku dan proposal yang lainnya.
Bahkan Mario juga mulai selesai, lebih hebatnya klien Mario sangat berani dan percaya dengan Mario, Mario pun di berikan uang muka sejumlah 100 juta didalam koper kecilnya, Mario menerimanya.
" Terima kasih pak atas kepercayaannya, sampai jumpa lagi, dan saya tunggu di perusahaan saya," Ucal Mario
Kliennya pun meninggalkan dirinya, Mario pun duduk dan menyantaikan diri sejenak.
" Kelar juga, alhamdulillah ada investor yang mau kerja sama denganku uang sebanyak ini, haha aku akan kaya, tenang saja sayang kamu akan bahagia dengan diriku percaya lah, haha..., " Ucap Mario
Tak sangka bahwa disekitarnya terdapat sebuah preman yang menyamar sebagai orang yang menikmati cafe yang sedang mengincar tas uang yang di miliki oleh Mario.
Preman itu saling memandang temannya dengan senyum bahagia bahkan kode untuk mengambil tasnya jika waktu yang tepat.
Mario yang merasa puas dirinya meneruskan untuk pulang, serta menuju ke mobilnya, Hamra yang sudah memasukin mobil. Mario berjalan menuju mobil tidak disangka preman itu menodong dan meminta tasnya, Mario seolah berkelahi dan akhirnya Mario terjatuh tasnya terlepas darinya.
Hamra melihat itu langsung turun untuk membantunya, syukurnya Preman itu belum kabur membawa tasnya, sehingga tas berisi uang tersebut aman.
" Bangun, tidak apa, " Ucap Hamra
" Tidak hanya sedikit saja tadi, oh iya Terima kasih atas bantuannya," Jawab Mario
" Sama-sama, masih bisa atau perlu aku antar sampai di rumah atau perusahaan kamu, " Ucap Hamra
" Tidak perlu saya masih bisa sendiri, oh iya jika mas bisa datang di perusahaan yang dekat dari sini perusahan Mario dinata jaya, aku tunggu mas di sana, " Jawab Mario
" Baik jika ada waktu, saya buru-buru untuk menuju ke hotel karena bos saya sudah menunggu saya, sampai jumpa lagi," Ucap Hamra
__ADS_1
Akhirnya Mario berhati-hati masuk kedalam mobilnya, dan Hamra pergi menuju hotel tempat penginapannya.