Kutemukan Hati

Kutemukan Hati
ARIZA


__ADS_3

Mereka tidur istirahat makannya dengan pulas karena rencana berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. Vania yang merasakan dirinya lebih cocok dengannya membuat Vania merasa mengebu dan serta harus memiliki seutuhnya Hamra.


Danil yang sudah melancarkan rencananya yang mengorbankan Buah hatinya untuk alat mendekati dirinya, Dabil tidak berpikir panjang apa yang akan terjadi akibat rencana yang mengkaitknya dengan puteranya.


" Selangkah lagi jalan ku untuk memilikimu akan terkabul dan terlaksana, aku tidak sabar untuk menjadi seorang Laki-laki satu-satunya dalam hidupku," Ucap Danil sambil berbaring


" Besok aku akan beraksi lagi, aku mau istirahat dulu, sudah malam, " Ucap Danil


Hamra yang ketika itu diperlakukan seperti itu merasa dirinya hilang harga sebagai seorang laki-laki, bahkan Vania mengenalkan kepada teman-temannya, tanpa pikir panjang Hamra sangat tidak tau bahwa akibat sangat parah dan belum Hamra sadari.


Hamra hanya menerima dan menjalani dengan paksaan, serta dirinya beristirahat untuk melupakan kejadian yang telah terjadi.


Ayuna yang sudah bangun, rapi dan bersih itu menikmati sarapan pagi bersama Dewi.


" Waduh sudah cantik dan sudah rapi banget sahabat aku, Beb namun cocok pakai baju itu, " Ucap Dewi


" Iya iyalah siapa dulu harus sudah rapi wangi dan cantik haha..., oh iya aku juga merasakan cocok dan suka, wau seperti enak tu hidangannya," Jawab Ayuna


" Iya donk beb enak lah siapa yang masak, aku Dewi, ini aku masak special buat Kamu, dan ini baru aku sempatkan masak, ya sudah duduk ayo sarapan pagi," Ucap Dewi


Hidangan yang begitu beranekaragam menu dan hidangan tersaji di meja makan.


" Iya Beb ini mau duduk, aku mau menikmati masakan sahabat aku yang satu ini yang paling cantik dan kece," Jawab Ayuna


Ayuna mengambil nasi dan lauk yang merasa Ayuna tertarik untuk mengambilnya, Ayuna sangat antusias menghormati dan ikut menikmati masakan sahabatnya itu.


Vania terbangun dari tidurnya merasa dirinya kangen dan ingin bertemu dengan Hamra, seketika Vania mengbunginya Handphone Hamra keadaan mati karena baterai habis.


" Kenapa Handphone Hamra tidak bisa di hubungi, jangan apa dirinya kehabisan baterai atau dia sengaja mematikan handphonenya, " Ucap Vania


" Aku lagi kangen ingin dengar suaranya saja malah tidak bisa dihubungi, ya udahlah besok saja, " Ucap Vania melanjutkan tidurnya


" Beb mantap dan enak sekali masakan kamu, aku jadi suka sekarang, sekarang beb pintar memasak ya, " Ucap Ayuna


" Iya.. Harus lah beb aku kan harus belajar buat nanti calon suami, aku tidak mau kalah dengan Kamu Beb, " Jawab Dewi

__ADS_1


" Bagus setuju beb klaua kita bisa lakukan tugas seorang wanita maka kita sebagai wanita yang sudah memiliki modal untuk menjadi ibu yang baik," Ucap Ayuna


" Iya beb, betul itu, makanya kita harus belajar dan cari tau lah biar tidak ketinggian sama yang lainnya, " Jawab Dewi


Dewi dan Ayuna sama-sama belajar dan saling mendukung satu sama lain dalam hal apapun, mereka seoerti perangko yang tidak dapat di pisahkan. Persahabatan mereka yang sudah lama dan hampir lama dari masa kecil hingga sekarang yang tak mampu tergoyahkan sama sekali.


" Ma, Ayuna tidak pulang ya tadi malam," Tanya Ayah Yusuf


" Tidak Yah, dia sudah kasih tau ke Mama kalau dirinya sedang tidur di rumah Dewi, " Jawab Mama Nadia


" Oh Ayah tidak tau jadi Ayah tanya ke Mama," Ucap Ayah Yusuf


" Iya Yah, Mama juga lupa mau kasih tau Ayah, paling sebentar lagi pulang, " Jawab Mama Nadia


" Ya sudahlah, nanti juga pulang sendiri, ayo nikmat makannya ma," Ucap Ayah Yusuf


Tak lama Ariza bangun dan membangun sang Ayah dari tempat ranjangnya. Saat itu Danil terbangun dari tidurnya.


" Ayah... Ayah... Bangun Ariza punya sesuatu ini," Ucap Ariza


" Ini Ariza dapat foto Ayah dengan orang lain, ini siapa Yah, ini buka foto Mama," Ucap Ariza


" Aduh Ariza dapat dari mana kok tau foto Ayuna, oh tidak apa sekarang aku gunakan kesempatan ini untuk membujuknya agar mau bertemu dengan Ayuna," Batin Danil


" Oh ini teman Ayah, namanya Tante Ayuna orangnya baik sekali, emang kenapa Ariza, Ayah mau tanya, Ariza dapat ini dari mana, " Ucap Ayah Danil


" Cantik orangnya Ariza mau donk ketemu sama tante ini Yah, oh Ariza dapat dari gudang Yah, " Jawab Ariza dengan gemasnya


" Oh gitu ya ya sudah kalau gitu nanti Ariza sama Ayah ke rumah tente ini Ya, " Ucap Ayah Danil


" Asyik Ariza ketemu tante," Jawab Ariza dengan senang gembirang


Ayuna yang selesai sarapan pagi, perutnya merasa kenyang tak kuat menampung makan yang belum habis yang terhidangkan. Dan Ayuna langsung meminta pamit untuk pulang karena mau ada janji dengan Hamra.


" Beb akun sudah kenyang dan waktunya aku mau pulang, beb tau kan kalau nanti aku ada janji sama Mas Hamra, " Ucap Ayuna

__ADS_1


" Alhamdulillah kalau begitu, iya tau lah beb, ya sudah hati-hati, oh iya jangan lupa aku titip salam buat Mama Nadia ya, " Jawab Dewi


" Oke aku sampaikan ke Mama Nadia, " Ucap Ayuna


" Terima kasih beb semuanya, jangan lupa kamu main lagi ke rumah nanti ya, " Ucap Ayuna


" Iya Beb pasti, oh jangan lupa juga aku titip salam kepada Hamra jika bertemu nanti, " Jawab Dewi


" Iya beb aku sampaiikan kalau begitu aku pamit dulu ya, dah sahabat, " Ucap Ayuna


" Dah.. Sayang... Muach, Hati-hati," Jawab Dewi


Ayuna mengendarai mobilnya dan melaju dengan standar, Ayah dan Mama dirumah yang sedang menunggu kedatangannya. Tak lama Ayuna sampai dirumah.


" Itu Ayuna datang, " Ucap Mama Nadia


" Pagi Ma, Pagi Ayah..., " Ucap Ayuna sambil berjalan menghampiri


" Pagi sayang, sini langsung gabung sarapan pagi, " jawab Mama Nadia


" Aku sudah keyang Ma, barusan sarapan pagi disana, " Ucap Ayuna sambil meminum air putih


" Sudah sarapan ya sudah kalau begitu, " Jawab Mama Nadia


" Ayuna mau bicara ke Ayah dan Mama, " Ucap Ayuna


" Mau ngomong apa, bicara saja Ayah sudah dengarkan," Sahut Ayah Yusuf


" Ini ada putera teman aku yang tidak atau mau menitipkan putera kepada siapa karna ada acara dadakan dan Mamanya tidak mau mengurusinya, jadi Ayuna kasih apakah boleh putera main kesini hanya waktu itu saja," Ucap Ayuna


" Kalau Mama boleh saja kan hal bagus dan positif, juga bisa Ayuna belajar bagaimana nanti rasanya memiliki buah hati," Jawab Mama Nadia


" Sebenarnya Ayah tidak setuju kamu membantu teman kamu yang pernah tinggal kamu se enaknya, tapi ini untuk anaknya yang tidak tau apa-apa jadi Ayah izin boleh saja, emang kapan dirinya mau kesini, " Sahut Ayah Yusuf


" Serius alhamdulillah semoga kebaikan keluarga kita akan selalu di lindungi dan berkah ya Ma, yah, paling nanti kalau enggak besok kita tunggu info dari Mas Danil Yah," Ucap Ayuna

__ADS_1


Ariza sangat senang mendengar itu, Ariza bergegas lari menuju ke kamarnya untuk bersiap diri.


__ADS_2