Kutemukan Hati

Kutemukan Hati
MERELAKAN


__ADS_3

Air mata Ayuna terus mengalir menetes, serta membasahi pipi mulusnya, bahkan perasaan rindu yang dalam terhadap Airza, rasa kedekatan diantara mereka sudah terbangun dengan baik tanpa ada kendala sama sekali, rasa Ayuna yang sangat berat untuk melepaskan Ariza. Ayuna merasa bahwa Ariza sudah menjadi darah walaupun Ariza bukan anak kandungnya.


Ayuna tidak bisa jauh dan jauh dari Ariza, sosok yang bisa membuat dirinya bahagia dan terhibur jika terjadi masalah terhadap, Ariza yang bisa membuat dirinya tersenyum, kelucuannya, kepintarannya bahkan keaktifannya.


Ariza yang memasuki mobil sambil melihat dari kaca dengan sedih bahkan dirinya sangat bisa membuat tawa sejenak Ayuna.


Danil yang melihat kesedihan Ayuna merasa tidak tega tetapi ini semua rencana bahkan suatu tujuan untuk memperlancar tujuannya.


Danil hanya memasang muka seperti kasihan dan acuh tak acuh terhadap perilaku mereka berdua.


Mama Nadia yang berada di sampingnya sejenak untuk mendekat dan memeluk dari saling sambil mengelus-ngelus Ayuna dan menenangkannya.


Mobil yang mereka tumpangi mulai berbunyi dan segera melaju untuk berangkat. Klakson mobil pun dibunyikan.


Ariza memberikan isyarat tangan untuk menghapus air mata dan membuat dirinya tersenyum lagi, bahkan Ariza belajar layaknya pantimin yang sang lucu, sontak membuat Ayuna senyum masih bisa membuat dirinya terhibur dalam situasi yang sangat kecewa.


" Ariza... Ariza situasi seorang ini kamu masih mampu membuat hati Tante senyum dan terhibur sayang, tante akan selalu merindukan dirimu," Batin Ayuna


" Semoga dengan ini, tante bisa tersenyum lagi, Ariza tidak mau melihat Tante bersedih lagi, " Batin Ariza sambil berpantomin


" Sungguh sayangnya Ayuna terhadap puteraku, begitu sangat baik terhadap Ariza, Mama Ariza yang masih menaruh hati yang hanya pergi meninggalkan Danil demi lelaki lain karena ulah wanita yang sangat kejam. Yang tidak bisa melihat tumbuh kembang sang putera yang baik, aku menjadi ayah sangat tidak mampu, tapi sudah ini semua juga tujuan akun untuk mendapatkan dirimu bahkan bisa mengantikan Mama Ariza yang telah pergi meninggalkan Ariza dengan laki lain, " Batin Danil


" Aku melihat begitu besar rasa sayang Ayuna, serta perlakuan Ayuna terhadap Ariza," Batin Danil


" Ariza sayang sudah siap, kita jalan ya," Ucap Danil


" Sudah Yah, Ariza sudah siap jika mau pulang ayo yah, " Jawab Ariza


" Ya sudah kita jalan ya, jangan lupa kasih lambaian tangan dan cium jauh kepada tante ya," Ucap Danil


" Tentu Yah, " Jawab Ariza

__ADS_1


" Tante Ariza pulang dulu, " Ucap Ariza sambil dada tangan dan cium jauh terhadapnya


Ayuna membalas dengan dada serta cium jauh, dan Mama serta Ayah yang sedang berada di sana.


Klakson berbunyi tanda berangkat dan salam pamit dari Dani kepada mereka semuanya. Mobil mulai berjalan menuju gerbang rumahnya, satpam mulai membukakan gerbang.


Mama Nadia memberi kehangatan serta pengertian terhadap Ayuna, agar dirinya merasa tenang.


" Sudahlah sayang Ariza juga butuh sosok ayah, Mama tau bahwa kamu sudah semakin sayang terhadapnya, Mama jadi bersalah memberi Ayuna untuk menerima titipan Ariza ke Ayuna sehingga menjadi seperti ini, " Ucap Mama Nadia


" Apa yang di katakan Mama mu benar, ayah akan yakin bahwa Ariza akan sering main kesini, dan kamu juga bisa bertemu dengannya jika kamu mau bertemu tinggal hubungan Danil, pasti akan di kasih, sekarang tenangkan hatimu," Sahut Ayah Yusuf


" Ayuna sangat sayang terhadap Ariza jadi mungkin Ayuna sangat sayang terhadap Ariza, mungkin Ayuna bisa berpikir secara dewasa tapi hari ini Ayuna hanya memikirkan ego, serta keinginan yang sangat tidak baik, untuk apapun bukan salah Mama, Ayuna sangat berterima kasih atas pelajaran ini Ayuna bisa belajar menjadi seorang calon Mama yang baik dan mampu menjadi ibu yang bertanggung jawab untuk puteranya, Dengan datangnya Ariza Ayuna belajar secara dalam serta penuh cinta yang akan memberikan bekal untuk masa depan Ayuna," Jawab Ayuna


" Ya sudah sekarang hapuslah air mata sayang, Ariza pasti juga merindukan mu, bahkan diri juga akan merindukan Ariza, Ariza pasti akan berkunjung kesini percayakah kepada Mama," Ucap Mama Nadia


" Iya Ma, Terima kasih sudah membuat hati Ayuna tenang, aku sayang Mama," jawab Ayuna sambil menghapus air mata


" Sama-sama sayang," Jawab Mama Nadia


" Baik Yah," Jawab Mama Nadia


Mereka masuk kedalam rumah.Ayuna merasa tenang dan dirinya menuju ke kamar untuk bersih diri.


Danil yang dalam perjalanan bertanya kepada Ariza dan perasaan yang dirasakan oleh Ariza bersama keluarga Ayuna.


" Ariza jagoan Ayah, kamu sangat suka terhadap tante Ayuna dan keluarganya, " Tanya Danil


" Ariza sangat suka dan senang Yah, tante Cantik yang baik hati, tidak jahat, dia lebih sayang kepada Ariza, Ariza seperti anaknya sendiri bahkan tante mengajak Ariza main dalam satu hari penuh Yah, Juga Nenek Nadia dan kakek Yusuf Ariza merasa memiliki nenek dan kakek mereka juga baik kepada Ariza, emang kenapa Ayah," Jawab Ariza


" Syukurlah jika mereka baik terhadap jagoan Ayah, " Ucap Danil

__ADS_1


" Oh iya Yah Mama dimana ya Yah, lama tidak main kerumah apakah Mama lupa dengan Ariza, " Tanya Ariza


Pertanyaan Ariza membuat dirinya binggung untuk menjawabnya bahkan dirinya tidak mau memberitahukan kepada Ariza soal Mamanya.


" Mamamu sedang pergi dengan lelaki lain, pacar lamanya dia lebih memilih dirinya dari kita Sayang, aku tidak mau untuk tau tentang mamamu lagi, " Batin Danil


Danil berusaha untuk mencari jawaban yang agar Ariza tidak terus bertanya kepadanya. Agar Ariza memahami tentang Mama kandungnya.


" Mama Ariza sedang kerja diluar kota yang jauh, jadi Mama belum ada waktu untuk libur, jadi belum bisa menjenguk dan main kerumah," Jawab Danil


" Begitu ya Yah, tapi kalau sudah ada libur Mama pasti kerumah ya, soalnya Ariza sudah kangen Mama lama belum jumpa lagi," Ucap Ariza


" Iya sayang,do'akan Mama diberikan libur biar bisa lihat dan main ke rumah, biar Ariza bisa bertemu dengan Mama," Jawab Danil


Danil berharap Mama Ariza datang untuk melihat Ariza, walaupun hanya sekedar melihat agar Ariza bahagia, harapan besar yang dirasakan oleh Danil terhadap keinginan puteranya.


Ayuna setelah bersih diri membaringkan tubuhnya untuk merilekskan perasaan dan jiwanya, agar merasa tenang dan menerima dengan baik.


Vania yang mulai merencanakan rencananya yang lebih tertata untuk bisa bersama Ayuna, Vania akan membuat sedih Ayuna dengan rencana satu ini, Vania yang sudah mengetahui apa yang harus di lakukan selajutnya dengan bahan yang Vania ketahui.


Vania merasa bahagia satu bahan sudah di milikinya sehingga dirinya hanya siap untuk melakukan dan menjalankan dengan baik. Vania tidak habis cara untuk mendapatkan apa yang di inginkan.


" Ayah kita beli makan dulu ya nanti kita makan di rumah, " Ucap Ariza


" Tidak usah sayang, Ayah sudah memasakkan makan kesukaan Ariza dirumah jadi nanti Ariza sampai rumah tinggal makan saja," Jawab Danil


" Asyik, ya sudah ayah kita langsung pulang saja, Ariza sudah tidak sabar mencicipi masakan Ayah," Ucap Ariza


" Ya sudah iya, ini Ayah sudah cepat mengendarai mobilnya, Ariza sudah tidak sabar ya," Jawab Danil


" Iya Yah, sudah lapar juga," Ucap Ariza

__ADS_1


" Iya sabar ya sayang sebentar lagi kita sampai rumah," Jawab Danil


Tak lama mereka sampai dirumah, Ariza senang girang memasuki rumah serta langsung menuju rumah makan.


__ADS_2