
Ayuna uang terus meneteskan air mata sambil memeluk Ariza tak mampu untuk jauh karena rasa nyaman yang sudah melekat dalam hatinya, yang setiap hari bertemu serta memberi hiburan yang sangat lucu yang sangat sayang jika tidak bisa melihatnya setelah Ariza pulang bersama ayahnya. Perasan Ariza merasakan bahagia karena dirinya bisa bertemu ayahnya tetapi juga merasa sedih ketika harus melihat Ayuna bersedih.
Pelukan erat yang di lakukan Ayuna rasa tidak mau melepaskan Ariza, karna dirinya sudah merasa menjadi satu perasaan.
Air mata Ayuna tak bisa berhenti dan terus meneteskan air mata untuk Ariza tersayang.
Ariza yang saat itu pintar terus berbicara yang membuat Ayuna semakin sedih atas kelucuan dan kepintaran Ariza.
Ariza juga terus menghapus air mata Ayuna dengan senyum dan membuat Ayuna untuk berhenti menangis.
" Tante sudah jangan menangis, lihat air mata tante keluar tanpa ada manfaatnya, Ariza akan selalu merindukan tante, kata mama kalau kita sering nangis itu temannya setan tante, tante tidak mau jadi temannya setankan," Ucap Ariza
" Ariza sayang, yang kusayang, kamu pintar sekali Tante sangat bangga dengan dirimu, tante akan selalu merindukan Ariza, " Jawab Ayuna
" Juga dengan Ariza, Ariza juga sangat sayang kepada Tante, pasti Ariza akan kangen, " Ucap Ariza
" Iya sayang, Dengar Tante, Ariza harus sempatkan main ke sini ya, biar Tante senang dan kita bisa jalan-jalan lagi," Jawab Ayuna
" Tentu Tante nanti aku akan bilang kepada ayah," Ucap Ariza
" Sayang..., " Jawab Ayuna sambil memeluknya lagi dan menangis
" Tante sudahlah jangan bersedih, kan tadi Ariza sudah bilang akan sempat main ke sini jadi tante hapus air mata tante, aku hapus ya, senyum seperti ini tante, kata ayah jika kita tersenyum pasti banyak orang yang suka kepada kita," Ucap Ariza
" Iya sayang, tante akan hapus air mata ini, lihat tante sudah senyum, heheheh, " Jawab Tante dengan sedikit senyum untuk membuat Ariza tertawa
Ayuna memeluknya kembali dengan erat serta mencium Ariza berulang kali.
Danil yang masih dalam perjalanan hanya berdo'a rencana berhasil dan dapat menjalankan dengan baik, dengan rasa hati yang senang serta untuk bertemu pujaan hatinya kembali Ayuna.
Ego Danil yang sudah kuat tak ingat apa yang dilakukannya itu salah, bahkan Puteranya sudah sangat dekat dengan Ayuna.
Danil berani mengambil langkah ini karena hanya ingin dengan dan mendapatkan Ayuna kembali yang lama ia tinggal dengan keputusannya sendiri, bahkan ketika Ayuna berbahagia dengan Hamra Danil ingin menghalanginya, tak mau jika Ayuna menjadi milik orang lain.
Hamra yang sangat mencintai Ayuna pun masih mempersiapkan diri untuk pantas menjadi pasangan untuk Ayuna, bahkan dirinya sayank kasih mencari sesuatu apa yang harus di siapkan.
Danil yang terhasut oleh Vania serta niat ego dan hasratnya yang besar menjadi lupa akan kebaikan Ayuna terhadapnya. Kini menjadi niat busuk untuk membuat hubungan mereka retak dan akan memiliki dirinya sendiri.
"Ya sudah Ariza duduk sini dulu ya, biar tante menata barang-barang Ariza, nanti ketika ayah Ariza tiba semua sudah siap tinggal Ariza pulang, " Ucap Ayuna
__ADS_1
" Iya Tante, kalau begitu Ariza mau ganti pakaian yang Tante belikan ya, " Jawab Ariza
" Ya sudah ini Ariza bisa berganti," Ucap Ayuna
Ariza berjalan ken kamar mandi untuk berganti baju yang di belikan oleh Ayuna, dirinya merasa senang dengan baju pemberian dari Tante Ayuna.
Mama Nadia sedikit berpikir bagaimana cara untuk berbicara kepada ayah soal yang di cerita oleh Ayuna, bahkan Mama Nadia berfikir bagaimana cara mengajak ayah untuk kerjasama tentang rencana Ayuna.
" Aku harus cari cara untuk menyampaikan ini kepada ayah, juga aku harus bisa mengajar ayah untuk kerjasama, harus mencari cara yang lebih baik dan situasi yang tepat, apa yang cocok untuk menyampaikan ya, oh iya aku tau, ya sudah aku sudah menemukan cara yang tepat, " Ucap Mama Nadia
Tak lama kemudian Dabil telah sampai dirumah Ayuna, satpam membukakan gerbang dan mempersiapkan mobil Danil untuk masuk ke teras depan. Mama Nadia yang sontak melihat mobil yang datang tak sengaja membuka pintu ternyata Danil, Mama Nadia tidak bisa terhindar dari Danil bahkan dirinya baik -baik saja terhadap Danil, tetapi dalam hati dan pikiran Danil merasa keluarganya sangat marah dengan dirinya.
" Seperti ada tamu, coba aku lihat, " Ucap Mama Nadia
Danil yang masih di dalam mobil ketika pintu di buka oleh Mama Nadia, Danil keluar dari mobil dan langsung melihat Tante Nadia. Mama Nadia langsung mempersilahkan masuk kedalam dan mempersilahkan duduk.
" Danil ternyata, " Batin Mama Nadia
" Tante, " Ucap Danil
" Iya silahkan masuk Danil," Ucap Mama Nadia
" Oh iya silahkan duduk, " Ucap Mama Nadia
" Iya tante, tante sebentar Danil mau bicara sebentar dengan tante, sebelum Danil meminta maaf soal kejadian yang sudah lama terjadi, bukan maksud Danil tidak sayang dan tidak berjuang karena Danil juga butuh hidupnya Danik ingin, Danil meminta maaf jika membuat tante dan om serta keluarga kecewa atas perbuatan Danil," Jawab Danil
" Sudahlah itu sudah lama toh keputusan itu yang kamu ambil menurut Danil terbaik untukmu, semua hal setiap manusia semua juga terdapat kendala dan rintangan, Tante dan keluarga tidak ada kecewa bahkan marah terhadapmu semua murni dengan perjalanan hidup orang," Ucap Mama Nadia
" Terima kasih tante aku pikir Keluarga sini menaruh marah kepada saya sehingga saya takut untuk bersilaturahmi kerumah Ayuna, tapi dengan adanya penjelasan dari Tante saya mulai merasa lega jika ingin bersilaturahmi," Jawab Danil
" Tidak napa oh iya aku panggilan Ayuna dulu, " Ucap Mama Nadia
" Iya tante," Jawab Danil
Mama Nadia menangis Ayuna dan Ariza bahwa Danil sudah tiba dan berada di ruang tamu, tak lama Ariza mengajar untuk keluar bersama Ayuna. Ariza dengan senang menghampiri sang ayah.
" Sayang Danil sudah ada di ruang tamu, " Ucap Mama Nadia
" Oh iya mas, ini saya akan segera ke sana, Terima kasih Ma, " Jawab Ayuna
__ADS_1
" Sama-sama ya sudah Mama tinggal dulu, " Ucap Mama Nadia
" Sayang ayo kita keluar, Ayah Danil sudah di ruang tamu, " Ucap Ayuna
" Apa Tente Ayah sudah sampai, ayo tante buruan," Jawab Ariza
Ariza berjalan dengan cepat bahkan dirinya turun dari tangga dengan cekatan sehingga Ayuna memegangnga dengan kuat.
" Ariza sayang hati-hati nanti jatuh lho, Ariza pasti ketemu ayah, Hati-hati sayang," Ucap Ayuna
" Ariza tidak sabar tante ingin bertemu Ayah," Jawab Ariza
Sesampai di tangga bawah, Ariza berjalan menuju ruang tamu, melihat ayahnya dirinya langsung bringas berlari menangis dan memeluknya.
" Ayah..., " Teriak Ariza dari jauh
" Jagoan ayah...," Jawab Danil
Ariza berlari. Saling berpelukan.
" Ariza sayang, Ayah sangat merindukan Ariza, Ariza sehatkan, bagai Ariza nakal tidak kepada tante dan yang lainnya," Tanya Danil
" Ariza baik-baik saja Ayah, tante dan semua baik pada Ariza, Ariza tidak nakal kata ayah jika anak nakal tidak di sukai semua orang, jadi Ariza baik kepada siapapun Ayah, " Jawab Ariza
" Bagus kalau begitu jagoan Ayah terbaik," Ucap Danil
Danil melihat Ayuna yang habis menangis membuat dirinya merasa berhasil bahwa rasa sudah ada dalam hatinya. Bahkan Danil sangat senang dengan tujuan yang tercapai.
" Ya sudah kita pulang dahulu ya jika ada waktu Ariza bisa main ke rumah tante lagi, " Ucap Danil
" Iya ayah, kalau hari libur atau hari senggang Ariza boleh ya main ke rumah tante cantik," Jawab Ariza
" Ya bolehkah, bukan begitu tante cantik, " Ucap Danil
" Boleh Ariza harus main ke sini ya, tante akan selalu menunggu, " Jawab Ayuna dengan sedih
" Rencanaku berhasil, Ayuna merasa sendiri tidak mau jauh dengan Ariza, maaf aku membuat mu sedih karena ini cara aku bisa dekat denganmu, " Batin Danil
" Sebentar aku ambilkan Barang-barang Ariza," Sahut Ayuna
__ADS_1
Ayuna mengambil barang-barangnya dan tak lama Ariza dan Danil berpamitan, Ayuna tak bisa menahan rasa sedih air mata terus menetes.