
Mereka bertiga satu mobil setelah membahas serasi tentang Mereka berdua tak sengaja Dewi bertanya kepada Hamra soal kapan segera ke jenjang yang serius.
Hamra dan Ayuna biasa dan menjawab dengan jawab masing-masing yang menurut mereka pantas untuk menjawab Dewi.
Dewi yang memiliki ciri khas lucu suka bercanda dan usil membuat dirinya tertawa dan membuat suasana beda salam mobil.
Ayuna tidak juga teringat segera mencari tau soal nomer yang mengirim video dan bahkan mencari siapa wanita yang berada di video tersebut.
Ayuna mulai memata-matai perilaku dan gerak-gerik Hamra agar mengetahui dan tau apa yang terjadi.
" Beb akun lihat kalian sudah serasi ni satu sama lain, mungkin masih lama kah untuk ke jenjang selajutnya," Tanya Dewi
" Niat bagus ada Mbak, keinginan seperti itu do'akan saja juga masih berjuang untuk kearah kesitu, semoga dipermudahkan dan di segerakan," Jawab Hamra
" Semuanya inginnya seperti itu beb, tapi kita juga harus bersabar pasti kita akan segera ke arah yang serius, tinggal kita saja menunggu dan mencari waktu yang tepat, " Sahut Dewi
" Waduh lihatnya kalian juga serasi dalam menjawabnya, semoga terbaik buat kalian semuanya, aku sebagai sahabat Ayuna hanya bisa mendo'akan dan memberikan support terbaik untuk kalian, " Ucap Dewi
" Terima kasih Beb, sahabat terbaik ku, " Sahut Ayuna
Vania uang sedang bersantai ria di rumahnya sambil membaca majalah dan menikmati hangatnya minuman kopi buatannya bahkan Vania sambil mencari cara untuk melancarkan segara tujuan dan rencananya. Danil yang saat itu terbayang perkataan dari Vania dan terus terbayang.
" Aku dulu pernah jadi bagian dari dirimu, sekarang aku jauh darimu kamu sekarang lebih baik dan tetap seperti yang dahulu, aku suka dan masih ada rasa denganmu Ayuna, tapi apa daya aku selalu memikirkanmu, jika aku melakukan itu maka itu membuat kamu marah kepadaku, jika aku tidak berjuang mendapatkan mu aku akan lebih sakit, aku harus bagaimana," Ucap Danil di rumahnya
" Aku harus memiliki Ayuna kembali, aku akan berkerjasama dengan Vania untuk menjauhkan Ayuna dari calon suaminya, sebelum janjng melengkung pasti aku masih bisa mendapatkannya, " Ucap Danil
Tak lama Danil terbuju sikap yang egois dan penuh nafsu sampai-sampai sikap bijak pada Danil. Danil segera memberikan tahu kepada Vania soal kerjasamanya
Tak lama kemudian Danil menelpon Vania untuk berbincang tentang tawaran yang ia tawar kemarin.
__ADS_1
" Oh iya Mas Hamra Hampir sampai kantor," Ucap Ayuna
" Sudah itu kantor saya kalau gitu aku duluan, Terima kasih hati-hati dijalan, " Ucap Hamra
" Iya Mas, ya sudah kita pamit keburu telat juga nanti," Jawab Ayuna
Akhirnya Ayuna dan Dewi putar balik menuju tempat kerjanya, di waktu yang tepat mereka sampai dengan tepat.
" Alhamdulillah Beb kita sampai tepat waktu, jadi tidak telat, ya sudah kita langsung ke Ruang saja, " Ucap Dewi
" Iya mari, oh iya Beb tadi Mama aku bawakan mas Hamra sudah, dan satu ini buat kamu juga, kamu bawa beb buat makan siang, nanti kita makan di ruang kamu aja aku tak kesini, " Jawab Ayuna
" Ya sudah kalain begitu, aku bawa nanti jam istirahat jangan lupa ke ruangan ku," Ucap Dewi
" Oke ya sudah ayo buruan ke ruang kita siap dan menunggu brifing dimulai," Jawab Ayuna
Ayah Yusuf pun telah sampai di perusahaan kantornya, para pejabat tinggi datang untuk melihat dan memiliki rasa ingin berkerjasama dengan perusahaannya. Ayah Yusuf menjadi pemimpin disukai kawan saingannya karena sangat berkompeten dan jujur bahkan bisa di percaya, Mama Nadia pun melaksanakan tugas yang diberikan oleh Ayah untuk mengambil apa yang Ayah Yusuf pesan ke pihak yang bersangkutan.
Danil yang terus mencoba panggilannya dijawab dan terus menghubunginya.
" Siapa sih yang mengubungiku, nomer tanpa nama, aku malas jadinya, " Ucap Vania
" Ihhh panggilan masuk lagi, ini siapa sih, aku matikan sajalah," Ucap Vania
" Ayo angkat kenapa di matikan terus, ini anak bagaimana sih katanya jika ada apa-apa suruh mengubunginya, aku coba sekali lagi," Ucap Danil
Akhirnya Danil berusaha untuk menghubunginya sekali lagi sampai Vania mengangkat panggilannya.
" Alhamdulillah Dapat resiko waktu makan siang aku akan memakan bekal yang di siapkan oleh Mama Ayuna, sepertinya menu yang sangat spesial, aku makan, " Ucap Hamra sambil menikmatinya
__ADS_1
" Em enak sekali, makanannya aku suka Terima kasih calon Mama," Ucap Hamra
" Siapa sih ya sudah aku angkat saja, mungkin suatu hal penting, walaupun aku belum tau ini nomer siapa, " Ucap Vania
" Hallo dengan siapa, mohon maaf ini siapa ya, aku tidak ada waktu dan nomer tidak jelas," Ocehan Vania dalam Handphone
" Anak ini kenapa seperti mak Lampir sekali, aneh sekali Vania, aku harus segera menjawab agar tau siapa yang menelponnya, " Batin Danil
" Aku Danil, kamu ini bagaimana sih, aneh sekali katanya jika ada apa-apa suruh hubungi kamu, akun hubungan berapa kali baru diangkat sekarang buang-buang waktuku," Jawab Danil
" Oh Danil ya maaf aku kira siapa, ya sorry nomer kamu baru jadi belum aku kasih nama, aku save dulu nanti, oh iya tumben telpon ada apa, " Ucap Vania dengan belagak tidak tau
" Mungkin dirinya menerima tawaran aku, jika benar maka ini suatu berita yang sangat menarik," Batin Vania sambil tersenyum
" Iya aku mau berbicara denganmu, aku pikir-pikir aku ingin memutuskan," Jawab Dahil
" Iya memutuskan apa aduh, kamu itu kurang jelas tau, maksudnya kamu apa," Ucap Vania
" Yes aku berhasil mempengaruhi Danil dan bisa membuatnya kerjasama dengan aku untuk menghancurkan hubungan Ayuna dan Hamra, " Batin Vania
" Aku mau berkerjasama denganmu untuk menghancurkan hubungan Ayuna dan calon suaminya, karena aku mau memiliki Ayuna lagi, mungkin kamu juga menginginkan Hamra," Jawab Danil
" Bagus Danil kita berdua saling sama tujuannnya kita harus siap untuk kerjasama menghancurkan hubungan mereka maka dari itu kita harus mulai beraksi," Ucap Vania
" Aku akan siap membantumu," Jawab Danil
" Bagus... Danil kita akan bertemu untuk membicarakan ini lebih dalam lagi, nanti untuk waktu akan segera aku informasikan kepadamu, " Ucap Vania
" Oke kalau begitu aku akan menunggu darimu, kalau begitu aku matiin telpon aku," Jawab Danil
__ADS_1
" Akhirnya Aku berhasil dan permainan akan segara di mulai, Ayuna tunggu permainan untuk kamu sayang, " Ucap Vania
Akhirnya rencana untuk mencari teman untuk menghancurkan Ayuna berhasil. Danil sang mantan mengambil keputusan untuk ikut campur dan ingin memiliki Ayuna lagi.