Kutemukan Hati

Kutemukan Hati
TANGAN HAMPA


__ADS_3

Mario sangat kecewa karena tidak mendapat apa yang menjadi tujuannya selama ini, Mario sangat marah dengan usahanya belum mampu mencari tau apa yang menjadi kemauannya dengan baik. Mario akhirnya menuju ke belakang perkarangan Ayuna melampiasakan amarahnya disana sejenak, kemarahan Mario yang tidak mampu di bendung yang tetap membawa seperti api yang terus berkorbar semakin besar.


Mario tak mengerti dan ketinggalan bahwa sebelum acara foto dan semua tentang Hamra pun di simpan dan di taruh di dalam gudang rumah kedua yang tidak diketahui oleh Mario.


Sementara mereka membersihkan rumahnya dari foto Hamra yang dinilai belum siap dan pantas untuk di pajang sebelum mereka menikah, bahkan dirinya menaruhnya di gudang rumah satunya.


Acara pesta yang berjalan dengan lancar, acara segera di mulai dan acara berjalan dengan sesuai yang di inginkan, dan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan kedua yang telah di siapkan di cara tersebut.


Ayuna da Danil mulai berbincang kembali dan membiarkan sesuatu.


" Aku sangat kecewa hari ini, dari tadi hanya membuang waktu dan tenaga kuda saja, aku tidak menemukan apa yang menjadi keinginanku, dimana mereka menaruhnya, " Ucap Mario sambil menuju ke belakang rumah


Mario mengambil batu dan melempar kedalam kolam dan pembatas yang ada disekitarnya, kemarahan membuat dirinya di permainan bahkan diri berjanji akan membuat mereka merasa sakit atas kegagalan selama ini.


" Awas saja kamu main-main dengan diriku, aku akan melakukan yang lebih dari ini, tunggu aku," Ucap Mario sambil megenggam tangan dan mukanya merah bak tomat


Mario kembali ke acara tersebut dan Ariza melihat Mario tanpa sengaja mengajak dirinya bicara dalam keadaan hati yang kecewa dan marah, sehingga Ariza dengan lucu dan tak tau itu membuat Ariza merasa tenang dan terbawa dengan candaanya.


" Oh iya Mas Danil, aku mau bertanya bagaimana soal mama Ariza sudah bisa dihubungi atau belum bahkan apakah sudah main kerumah, " Tanya Ayuna


" Eh belum sama sekali Ayuna, bahkan belum ada kabar dan dirinya tak pernah menjenguk Ariza, mungkin masih sibuk dan tidak mau bertemu dengan ku," Jawab Danil


" Emang apa sih yang membuat Mama Ariza pergi meninggalkan, maaf jika Ayuna lancang karena Ayuna sangat penasaran dengan kelakuan Mama Ariza," Ucap Ayuna


" Awalnya Aku mengetahui Bahwa Mama Ariza tergoda dengan sosok lelaki yang lebih mudah darinya, bahkan lebih muda banget dari usianya, dia. Lebih memilih lelaki itu, padahal aku sudah berusaha untuk menolaknya bahkan dia sudah terhasut oleh Lelaki itu, sebenarnya aku dengan Mama Ariza belum cerai sama sekali hanya Mamanya pergi dengan lelaki itu," Jawab Danil


" Oh begitu ya, Mas Danil sabar dan ikhlas ya aku yakin pasti setiap apa yang di rencana Alloh terbaik untuk kita, dan aku akan selalu mendoakan terbaik untuk kehidupan Mas, dan semangat," Ucap Ayuna


" Baik Aira, Terima kasih sudah memberikan waktu untuk memberikan saran dan kritis, bahkan motivasi saya untuk berjuang untuk menghadapi kehidupan ini dengan baik, " Jawab Danil


" Ya sudah aku harus kembali ke acara tadi, pasti Mbak Ayuna mencariku, takutnya mereka curiga terhadapku, " Ucap Mario berjalan ke pesta


Mama Nadia dan Ayah Yusuf yang berbincang asyik bersama teman Ayah Yusuf yang hadir di acara dengan sangat ramah, dan seperti orang yang memiliki rasa kangen yang panjang, dan baru waktu itu bisa berkumpul di acara yang di lakukan oleh Ayah Yusuf.


" Seperti itu Om Mario ada sesuatu aku harus menyamperin om deh, " Ucap Lirih Ariza dengan lucu dan menuju Dirinya


Mario yang berjalan menuju tempat dan mengambil makan dan minuman.


" Om Mario, kok tadi lama sekali, emang Om lagi apa dan sedang apa, Ariza menunggu Om. Lho," Tanya Ariza

__ADS_1


Mario menaruh makanannya dan menjawab Ariza dengan bersipu lutut kepada Ariza.


" Ariza sayang maaf tadi Om lama, karena masih ada kepentingan jadi ya tidak mau Om harus kesana, " Jawab Mario


" Oh begitu ya, tapi seperti Om ada masalah dan Ariza lihat Om sedang kecewa terlihat dari raut mukanya tu, Kalau ada apa bisa cerita Om, jangan dipendam sendiri, kata Mama jika kita punya masalah kita harus selesaikan dan kita harus bercerita kepada orang yang lebih dekat dengan kita agar kita bisa meluangkan keluh kesah kita kepadanya, apakan Om bisa cerita ke Ariza siapa tau Ariza bisa menolong, Ariza juga seorang superman Om, lihat Ariza," Ucap Ariza dengan kocak berpose seperti supermen


" Ariza kamu ternyata anak yang bikin orang nyaman, dan banyak ulah, ulah kamu bikin aku tertawa dan nyaman saja, bahkan rasa sakitku dan kecewa sedikit redah melihat kelucuan dan kepintaranmu, " Batin Mario


Mario mengelus kepala Ariza.


" Iya Ariza untuk hari ini Om tidak ada masalah kok tenang saja, lihat Om saat ini sedang tertawa melihat kelucuan tingkah Ariza, kalau begitu buka mulut Ariza, Ariza mau Om Mario suapin ya," Jawab Mario


" Mau Om, " Ucap Ariza


" Sebentar Om mau ambil terlebih dahulu nanti Om Mario suapin Ariza," Jawab Mario


Mario akhirnya menyuapin Ariza dan Ariza sangat suka dengan Om Mario karena dirinya juga bisa membuat nyaman Ariza bahkan dirinya bisa memahami bahwa dirinya bisa di ajak main.


" Bagaimana Ariza enak tidak, lagi kalau lagi buka mulut Ariza, akk... Ak... Am..., " Ucap Mario sambil mempermainkan dirinya seperti pesawat terbang


" Om bisa aja, ah... Enak om," Jawab Ariza


" Ayuna maaf jika aku sedikit lancang bertanya kepadamu, omongan-ngomong kapan kamu melepas masa lajangmu," Tanya Danil


" Oh untuk itu segera mas, niat kita berdua sudah siap tinggal Mas Hamra saja masih sibuk dan masih ribet mau sesuatu gitu, tapi insya Alloh secepatnya, mungkin ada apa mas," Jawab Ayuna


" Tidak ada apa-apa, hanya tanya saja jika sudah merasa cocok segera di resmikan saja, kenapa harus menunggu menunda-nundanya, takutnya nanti ada orang yang tidak suka dan orang yang merebut satu sama lain kan juga kasihan dan takutnya seperti itu," Ucap Danil


" Untuk itu Ayuna sangat percaya kepada Mas Hamra melainkan Mas Hamra juga percaya kepada Ayuna Mas, tenang untuk hal itu pasti kita bisa lalui bersama, Terima kasih atas sarannya, aku sangat senang sekali kamu masih perhatian kepadaku, " Jawab Ayuna


" Karena aku sangat mencintaimu dan ingin memilikimu lagi, walaupun aku masih status milik orang lain, bahkan perhatian aku ini hanyalah untuk mu Ayuna," Batin Danil


" Sama-sama hanya itu yang bisa aku berikan kepada mu do'a dan suport sebagai teman yang pernah menjadi teman dekatmu, aku tau perasaan kamu," Ucap Danil


" Iya Mas, oh iya Ariza dimana, oh di sedang bersama Mario, Mas tau enggak Mario," Jawab Ayuna


" Oh Mario itu, sedikit ingat dan lupa, mungkin dia adik kelas kita yang anak basket dan terkenal playboy itu kan, " Ucap Danil


" Ya mungkin Mas, lihat Mas dia sangat senang dan nyaman kepada Ariza dan Ayuna lihat mereka saling ada interaksi kecocokan seperti menemukan teman yang sejalan dengannya, bukankan begitu Mas," Jawab Ayuna

__ADS_1


" Iya, tidak apa yang penting mereka bahagia dan didalam hal yang positif sudah cukup, melihat Ariza bahagia," Ucap Danil


" Iya Mas," Jawab Ayuna


Acara berjalan dengan lancar tidak ada kendala sama sekali, akhirnya acara di pengujung acara, semua undang silih berganti untuk berpamitan untuk meninggalkan acara tersebut.


Danil dan Ariza juga berpamitan bahkan Mario juga menyusul untuk berpamitan kepada Ayuna.


" Ariza sini," Panggil Danil


" Iya Yah," Jawab Ariza


Mario sambil menghampiri mereka berdua.


" Mas Danil, lama tak jumpa, " Sapa Mario


" Baik, baik kan, kita bisa bertemu disini, " Jawab Danil sambil membalas jabat tangannya


" Ada apa Yah, manggil Ariza," Ucap Ariza


" Acara sudah selesai ayo kita pamit besokkan Ariza sekolah jadi kita pulang sekarang, ayo Ariza pamit, " Ucap Danil


" Iya yah, Tante makasih atas hidangan dan pestanya yang sangat indah, dan Terima kasih Ariza bisa bertemu dengan tante cantik, Ariza mau pamit pulang dulu ya, sampai ketemu lagi," Ucap Ariza


" Iya sayangku, Terima kasih ya Ariza udah datang buat tante cantik senang, jangan lupa main lagi ya jika ada waktu longgar," Jawab Ayuna


" Baik tante," Jawab Ayuna


" Ya sudah, aku pamit dulu, Terima kasih Ayuna, permisi," Sahut Danil


" Iya Mas Danil hati-hati dijalan," Jawab Ayuna


Disahut oleh Mario yang juga berpamitan kepada Ayuna.


" Mbak Mario juga pamit, Terima kasih sudah memberikan undangan dan alamat Kepada Mario, sunguhannya dan makannya enak, insya Alloh jika ada waktu Mario akan sempatkan untuk bersilaturahmi," Ucap Mario


" Iya Mario santai saja, Terima kasih sudah mau hadir dan datang, serta mau tau alamat ruang mbak, saya tunggu silaturahminya, Hati-hati," Jawab Ayuna


Mario meninggalkan acara dan tanpa membawa kabar dan informasi yang diinginkan, Mario tetap bersemangat dan mencari tau sampai mendapatkan yang ia mau.

__ADS_1


__ADS_2