
Vania begitu puas dengan harapan dan rencananya, membuat para temannya memuji dirinya, serta vania merasa unggul ditimbang teman lainnya, Vania juga bahkan sangat tidak perduli kepada siapapun itu.
Hamra yang saat itu sangat risih dan tidak suka cara Vania membuat dirinya ingin tidak mengikuti apa yang diinginkan.
Hamra seolah seperti orang yang bodoh mengikuti keinginan Vania yang tidak layak untuk seorang wanita kepada Laki-laki yang tidak ada batasnya.
Vania merasa suka dan senang kepada Hamra sudah mengikuti maunya dan membuat dirinya malam itu.
" Mas Terima kasih sudah mau menemani Vania, dan bikin semua melihat dan terpukau kita berdua tadi," Ucap Vania
" Basa-basi apa itu, aku saja tidak mau seperti itu aku hanya untuk Ayuna, aku begitu karena aku menjaga hubungan aku dengan yang aku cinta, tau," Jawab Hamra
" Aduh galak amat sih kalau seperti itu semakin ganteng deh," Canda Vania
Hamra langsung berjalan menuju mobil tanpa mengubrisnya sama sekali.
" Mas tunggu... Mas tunggu, " Teriak Vania
" Oke kalau begitu awas kamu, dasar cowok keras Kepala," Batin Vania sambil mengikutinya
Ayuna yang sedang bertemu dengan Danil itu, waktunya untuk pulang karena sudah hampir Pukul 10 malam, Ayuna sudah waktunya pulang.
Dewi menunggu di rumahnya dengan sedikit menunggu.
" Ini hampir mau jam 10 Ayuna belum sampai rumah, apakah sudah pulang apa belum ya," Ucap Dewi
" Ya sudah mas Danil Ayuna mau pulang karena sudah larut malam, nanti saya kabarin mas dan mas bilang kabarin saya juga ya, kalau gitu Ayuna pamit, permisi," Ucap Ayuna
" Oh iya Ayuna saya akan menunggu jawaban keputusan dari kamu, Terima kasih sudah mau datang untuk mendengarkan ceritaku, apakah aku antar," Jawab Danil
" Sama-sama mas, tidak usah mas, Ayuna bisa sendiri ya sudah mas, sampai jumpa lagi, mari," Ucap Ayuna
" Mari, " Jawab Danil
" Semoga saja lancar, selangkah lagi rencana akun berhasil, sungguh menawan hati sekarang kamu Ayuna, tunggu kamu akan menjadi miliki ku," Batin Danil
Ayuna dengan cepat mengendarai mobilnya segera oulang ke rumah Dewi, sesampainya di rumah Dewi, mereka saling menunggu dan menanti.
" Itu suara mobilnya, aku harus keluar," Ucap Dewi
Ayuna keluar dari mobilnya. Dan menutup pintu berjalan ke arah pintu masuk. Disambut sahabatnya.
" Beb aku menantimu ternyata kamu datang juga, aku lihat sudah hampir jam 10 belum sampai dan akhirnya sudah sampai, ya sudah ayo masuk," Ucap Dewi
" Iya Beb makasih sudah perhatian, tadi sudah mau pulang tapi ada obrolan tambahan yang jadi lama, tapi sudahlah kan aku sudah sampai rumah," Jawab Ayuna
" Ya sudah sekarang kamu mandi dulu baju sudah siap semua, aku tunggu di ruang santai beb," Ucap Dewi
__ADS_1
" Oke beb ya sudah aku mandi dulu ya, " Jawab Ayuna
Ayuna menuju kamar dan bersiap bersih-bersih diri. Hamra yang sedang mengendarai mobil untuk menuju rumahnya dengan diam tanpa kata sekali pun kepada Vania.
Vania selalu ngomong ke sana kemarin, Hamra tidak mengubrisnya sama sekali.
Tak lama Hamra sampai di depan rumahnya dan Hamra langsung keluar dari mobil. Tanpa basa-basi Hamra hanya mengucapkan Terima kasih sudah di antar pulang.
" Terima kasih sudah mengantar ku, selamat malam, " Ucap Hamra langsung berjalan masuk rumah
" Sama-sama, " Jawab Vania
" Iiihh dasar cowok, awas kamu bikin aku gini, kamu akan hancur sebenar lagi," Batin Vania sambil menjalankan mobil
Hamra yang sampai di rumah dengan capek menuruti kemauan Vania yang sangat membuat dirinya malu pada diri sendiri, Hamra saat itu sedang rindu ingin bertemu Ayuna tak bisa bertemu karena ajakan Vania.
Hamra bersih diri dan siap untuk istirahat malam, karena hari esok hari libur maka Hamra mengunakan untuk istirahat dan bersih rumah.
Ayuna yang selesai mandi ia menuju ke ruang santai, dan menikmati malam dengan minum hangat dan cemilan yang di siapkan oleh Dewi.
" Beb sini minum yang hangat dulu dan makan cemilannya baru kita istirahat," Ucap Dewi
" Aduh beb repot banget sih, wau pasti enak cemilannya," Jawab Ayuna
" Makanya cobain, ayo, " Ucap Dewi
" Enak kan siapa yang buat, Dewi, " Ucap Dewi
" Iya beb, pokok kalau masalah makan roti kamu jagonya tidak ada duanya," Jawab Ayuna
Tak lama kemudian Hamra sejenak untuk menelpon Ayuna untuk jalan atau bertemu esok harinya.
" Beb ada panggilan masuk tuh, " Ucap Dewi
" Oh iya, mas Hamra, aku angkat dulu," Jawab Ayuna
" Cie yang lagi kangen nie, ya sudah angkat aja beb," Ucap Dewi
" Hallo, Assalamu'alaikum, iya Mas Hamra ada apa malam-malam telpon Ayuna," Jawab Ayuna
" Ya mau kasih tau besok jika tidak ada kerjaan, ada waktu santai bisa ketemu keluar jalan atau nyantai," Ucap Hamra
" Oh insya Alloh mas bisa, ditempat biasa saja kah," Jawab Ayuna
" Iya tidak apa, kalau begitu besok bisa kabar lagi saja, oh iya sudah pulang dari temu teman tadi," Ucap Hamra
" Ya sudah mas besok bisa kabar lagi, oh sudah dari tadi mas, sekarang sudah di rumah dan mau bersiap waktunya istirahat," Jawab Ayuna
__ADS_1
" Oh ya sudah kalau begitu, cuma kasih informasi gitu aja kok, ya susah selamat malam dan selamat beristirahat, sampai jumpa besok," Ucap Hamra
" Iya mas selamat malam juga, sampai jumpa," Jawab Ayuna
" Assalamu'alaikum," Ucap Hamra
" Waalaikumsalam , " Jawab Ayuna
Panggil dimatikan.
" Cie yang besok ketemuan, dan kangen-kangenan, " Sahut Dewi
" Apa sih Beb biasa aja kali, apakah besok kamu ikut beb sekalian kita jalan-jalan," Jawab Ayuna
" Aduh bagaimana ya beb, aku besok udah ada janjian jadi belum bisa ikut mumpung ada libur aku gunakan bertemu, " Ucap Dewi
" Ya sudah kalau begitu, " Jawab Ayuna
" Ya sudah beb semua sudah habis dan tubuh sudah hangat waktunya kita istirahat malam, waktu juga hampir larut malam," Ucap Dewi
" Ya sudah mari, selamat malam beb," Jawab Ayuna
" Malam beb, selamat malam," Ucap Dewi
Mereka berdua menuju kekamar untuk membaringkan tubuhnya untuk istirahat.
Vania dan Danil yang sedang memberikan informasi dan kabar soal rencana yang barusan terjadi.
" Hallo, bagaimana kamun berhasil Hari ini," Tanya Vania
" Jangan ragukan Danil, apa yang aku lakukan itu sudah teruji jadi hasilnya sedikit bisa diambil kesimpulan, bahwa rencana akan berjalan dengan baik, bagaimana dengan mu," Jawab Danil
" Yah begitu walaupun masih perlu tekanan dan ancaman, tapi sudah sendiri lega karena bisa membuat diri ku senang bertemu dengannya," Ucap Vania
" Dasar wanita bodoh, artinya dia tidak suka, tapi lihat aja siapa yang akan menang, dan unggul," Batin Danil
" Jadi usaha kamu harus lebih besar lagi untuk bisa membuat dirinya bertekuk lutut tanpa ancaman," Jawab Danil
" Semoga saja, aku akan membuat dirinya suka kepadaku, " Ucap Vania
" Tidak akan pernah jatuh dan suka terhadap mu, sampai kapanpun karena aku lihat Hamra tidak suka padamu dan padahal aku lihat dia tak sama sekali melihat dirimu," Batin Danil
" Ya sudah waktu larut malam istirahat, aku hanya memberikan informasi soal itu saja tadi, selamat malam," Jawab Danil
" Oke malam juga, " Ucap Vania
Vania membuang handphonenya dan menjatuhkan tubuhnya ke kasur yang empuk.
__ADS_1