Kutemukan Hati

Kutemukan Hati
RENCANA BERDUA


__ADS_3

Vania mendengar telpon dari Danil soal itu membuat Vania sangat semangat melakukan dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya mungkin. Vania tak sabar untuk memulai aksi pertama untuk proses pemanasan untuk menghancurkan hubungan Ayuna dan Hamra. Vania sangat antusis dalam hal ini tak lama itu mereka segera bertemu untuk membicarakan soal rencananya itu.


Danil setalah menelepon memberi tahukan soal itu dirinya mulai senang dan murah mengebu-gebu rasa perasaannya, jika baiknya sudah mulai pudar dan menipis dengan sisi jahat dan egoisnya itu.


Danil menjadi seorang yang berubah drastis demi kesenangan dan keinginan yang sangat dia inginkan serta mendapatkan dukungan dan bantuan membuat dirinya semakin ada yang mensupport dirinya lebih jauh lagi.


Ayuna yang sedang berkerja dengan serius bahkan dirinya merasakan semangat untuk menikmati keadaan yang saat ini, Ayuna juga mulai ingin mencari tau tentang kebenaran yang selama ia inginkan agar segera tau apa yang terjadi sebenarnya.


" Aku harus percaya kepada siapa, sebenarnya aku sangat percaya kepada mas Hamra, tapi dari pada aku gundah aku harus mencari tau juga, agar aku tidak seperti ini," Ucap Ayuna


" Aku rasa ini ada seseorang yang mau menghancurkan hubungan aku dengan Mas Hamra, tapi siapa mungkin dia kenal aku atau mas Hamra, aku juga tidak tau, aku hanya beranggapan seperti itu," Ucap Ayuna


" Ya sudah harus beraksi mulai saat ini mencari tau soal itu," Ucap Ayuna


Ayuna berfikir bahwa dirinya harus mulai mencari waktu untuk mencari tau tentang Hamra. Waktu istirahat tiba Ayuna segera ke ruangan Dewi.


" Permisi, Beb..., " Ucap Ayuna


" Iya Beb... Masuk saja, " Jawab Dewi


" Mari kita makan siang bersama, " Ucap Ayuna


" Ayo sebentar, oh iya Beb aku lihat sekarang itu ada yang beda dari Hamra dan kamu kenapa seperti ada jarak, " Tanya Dewi


" Tidak kok beb, emang kita fokus dalam pekerjaan kita masing-masing saja kok, untuk lainnya baik-baik saja," Jawab Ayuna


" Maaf beb aku belum bisa cerita kepadamu soal itu, dan aku tidak mau ada orang yang tau, nanti takutnya bisa jadi kemana, tapi aku percaya kepadamu kamu tau dan merasakan apa yang terjadi kepadamu, sahabat terbaik," Batin Ayuna


" Tapi enggak gitu biasanya, kalian sesibuk apapun pasti bisa seperti itu, tapi tapi aku lihat akhir-akhir ini berbeda, apakah ada masalah jika ada masalah cerita saja tidak apa beb," Ucap Dewi


" Pastinya, aku akan cerita ke sahabatku yang paling baik ini, karena aku tidak ada masalah apa yang mau aku ceritakan kepadamu, haha.., " Jawab Ayuna


" Ya sudah kalau begitu, mari kita makan siang, keburu waktu istirahat habis," Ucap Dewi


" Mari," Jawab Ayuna


Mereka menikmati makan siangnya dengan khidmat, melainkan dengan Hamra juga memakan bekal yang Mama Nadia bawakan kepadanya.


" Beb makasih ya Mama Nadia sangat baik sekali, terus masakannya sangat enak sekali, aku saja suka masakan Mama Nadia, aku sangat beruntung punya sahabat yang baik dan keluarga baik juga baik kepadaku, " Ucap Dewi


" Sama-sama aku nanti akan sampaikan kepada Mama Nadia, itu juga aku tidak minta tapi Mama titip untuk diberikan kepadamu, jadi kamu sudah dianggap sebagai anak sendiri, " Jawab Ayuna


" Iya Beb, sungguh beruntung dsn bersyukurnya aku saat ini," Ucap Dewi


" Alhamdulillah, " Jawab Ayuna

__ADS_1


" Aku segera memberi kepada Danil bahwa kita harus merencanakan secepat mungkin, aku harus menghubunginya untuk bertemu," Ucap Vania dengan senyum penuh amarah


" Sekarang dimulai untuk menelponnya," Ucap Vania


Panggilan masuk di handphone Danil.


" Vania memanggil, saya mungkin ada sesuatu," Batin Danil sambil mengangkat panggilannya


" Hallo, bisa di bantu, ada apa menelponku," Jawab Danil


" Kita bisa ketemu hari ini, kita akan membahas rencana yang akan kita lakukan, jika bisa kita jadwal dan tempat kita bisa bertemu," Ucap Vania


" Oke baiklah, aku bisa kita ketemu dimana, aku akan segera kesana," Jawab Danil


" Kalau begitu kita ketemu di cafe Camelia, " Ucap Vania


" Oke aku segara berangkat dan sampai jumpa disana, " Jawab Danil dan mematikan handphone


" Oke, sekarang aku harus siap-siap berangkat ke cafe Camelia, capcus, " Ucap Vania sambil mengambil tas dan berjalan keluar


" Alhamdulillah beb keyang sekali, dan sangat juara masakan Mama Nadia, " Ucap Dewi


" Alhamdulillah juga kenyang, makasih, kalau ada waktu main kerumahku lagi aja beb, " Jawab Ayuna


" Oh iya beb benar itu," Jawab Ayuna


" Ya sudah kita sekarang bersih dulu cuci tangan dan kambali untu kerja waktunya sudah habis hahah," Ucap Dewi


" Iya beb, ya sudah aku langsung ke ruangan aku saja, sampai jumpa nanti beb," Jawab Ayuna


" Siap beb, " Ucap Dewi


Mereka selesai menikmati makan siangnya dan istirahatnya. Dilanjutkan dengan tugas dan kerjaan lagi yang sedang menumpuk pada saat itu.


Vania yang berangkat dengan menaiki taksi agar segera sampai di cafe Camelia terlebih dahulu. Tak lama kemudian Vania sampai di cafe Camelia mencari tempat untuk bertemu dengan Danil.


Gemerlap lampu cafe Camelia penataan dan hiasan cafe yang sangat minimalis dan sangat keren. Vania memesan minuman di resepsionis.


" Mbak mau pesan minuman ini ya, antar di nomer 24 dan makanannya spageti," Ucap Vania


" Baik, ditunggu ya," Jawab Pelayan


Danil dalam perjalanan untuk menemui Vania, tak lama kemudian Danil sampai dan mobil yang ia tumpangi ia parkiran.


" Permisi, dengan Nona Vania, ini makanan dan minuman, selamat menikmati, " Ucap pelayan mengantarkan pesanan

__ADS_1


" Iya benar, oh iya Terima kasih ya," Jawab Vania


" Sama-sama, mari nona, " Ucap Pelayan


" Danil mana ini, belum ada informasi darinya," Ucap Vania


Tak lama Vania menunggu dan menantinya Danil mulai memasuki Cafe Camelia dan sesampainya balik bar Danil menelponnya.


" Hallo, Vania aku sudah di bar dan kamun dimana, " Ucap Danil


" Oh sudah sampai ya, kalau begitu kamu cari nomer 24 aku ada di sini," Jawab Vania


" Ya sudah," Ucap Danil sambil mematikan panggilan


Danil berjalan menuju nomer 24 dan dari jauh Danil melihat Vania.


" Silahkan duduk, oh iya mau pesan apa," Ucap Vania


" Mbak sini, " Sahut Vania sambil lambaikan tangan ke pelayan


" Permisi bisa saya bantu, " Tanya Pelayan


" Kamu pesan apa," Tanya Vania


" Aku coca cola sama kebab aja, " Sahut Danil


" Tambah itu ya mbak," Ucap Vania


" Oh iya ditunggu ya nona dan Tuan, " Jawab pelayan


" Apa rencana kita, yang harus kita lakukan," Tanya Danil


" Tenang santai pemanasan sudah siap, tinggal kita mulai rencana pertama," Jawab Vania


" Emang apa coba, " Ucap Danil


" Sederhana saja ini, sekarang aku mau ajak calon suami Ayuna kemana pun agar waktu dirinya bersama, hal untuk bersapa lewat HP atau apapun berkurang sehingga mereka akan merasa jauh dan terus bertengkar, terus itu kamu harus melakukan apa yang harus kamu lakukan pastinya kamu sudah paham dengan rencana satu ini," Jawab Vania


" Oke aku tau harus apa yang aku lakukan juga, terus untuk rencana ini gagal apa yang kita lakukan lagu untuk selanjutnya," Ucap Danil


" Kamu ini jangan bilang begitu, tidak ada kata gagal Vania, aku harus bisa membuatnya jauh dan aku mau dia jadi milikiku, " Jawab Vania


" Siapa takut, aku juga akan berjuang untuk Ayuna," Ucap Danil


Mereka membicarakan dengan seksama dan akhirnya rencana sudah terrencana tinggal melakukan dan mengaplikasikan kepada hubungan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2