
Hamra ketika diri merasa terdesak dengan perlakuan dari Vania yang tidak mengenakkan dirinya, bahkan Hamra merasa dilecehkan okeh Vania dengan sikap yang sangat tidak wajah dalam hal hubungan, Hamra berpikir karena dirinya tidak ada hubungan sama sekali tetapi mereka bersandiwara sebagaimana pasangan yang saling mencintai, Hamra merasa berat dan terpaksa dengan aturan dan acamana Vania.
Semakin teman-teman Vania memberikan pujian, Vania semakin menjadi lebih dan lebih, dirinya tidak mau menjadi rendah dan di saingan oleh siapapun.
Panggilan masuk dari Ayuna membuat dirinya merasa lega sebentar karena dirinya bisa terlepas dari jeratan Vania, bahkan dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan seorang wanita licik seperti Vania.
Hamra sontak untuk sejenak pergi dan mencari tempat yang jauh dari pesta itu, untuk menghindari dari dekapan Vania.
Hamra menenangkan dirinya sejenak ditemoat itu setelah selesai menjawab panggilan dari Ayuna.
Vania yang sedang berbincang banyak bersama temanya,serta menikmati hidangan yang berada di pesta kencan tersebut, bahkan diri sangat bahagia dan dirinya bertingkat laku lebih darinya.
" Aku harus mencari tempat sesuatu untuk jauh dari Vania sejenak, dari pada aku kembali tempatnya, aku mending mencari tempat untuk menenangkan dirinya sejenak," Ucap Hamra sambil berjalan mencari tempat
Hamra terus berjalan dan mencari tempat yang jauh dari dari pesta, Hamra menuju di dekat pesta terdapat baru kecil disana, Hamra menjatuhkan diri ke sofa yang empuk untuk sejenak beristirahat.
" Alhamdulillah aku bisa menenangkan diriku sejenak, dan terhindar dari Vania yang super gila itu," Ucap Hamra
Hamra memejamkan mata sejenak. Tak disangka Vania mulai tersadar melihat Hamra yang tidak kunjungan datang menghampirinya membuat dirinya kesal karena dapat ocehan dari Temannya serta makian.
Teman Vania yang sangat beringas itu membuat Vania sangat malu dan tidak suka di rendahkan seperti itu di teman lainnya. Vania mulai mencari Hamra.
" Hey beb ngomong-ngoming mana gebetan kamu, kok belum kembali lagi apakah mungkin dirinya kabur, atau kemana, " Ucap temannya dengan julid
" Haha tau sendiri kan sikap dan sifat kamu kalau soal cowok siapa yang mau bertahan lama, mungkin seperti itu hahaha,...., " Sahut teman lainnya
" Hey jangan remehkan aku Vania, dirinya pasti ke toilet dan lagi ada sesuatu, kalau tidak percaya, " Jawab Vania
" Okelah aku percaya tapi dimana dia sudah lama tidak kembali, mungkin apa dia hanya cowok bayaran kamu agar bisa kamu aja ke sini, " Ucap temannya
"Hey beb jangan bilang gitu pantang Vania berlaku begitu, jadi diam kalian jika tidak tau," Jawab Vania
" Kan biasa kamu seperti itu, hahaha, oke lah," Sahut temannya
" Dimana Mas Hamra, kok menghilang seperti ini, aku jadi bahan bullyan teman aku, " Batin Vania
__ADS_1
Vania berjalan untuk meninggalkan dirinya untuk mencari Hamra dimana berada.
" Sebentar saya tinggal ke belakang, mau ke toilet, " Ucap Vania
" Oke," Jawab temanya
Vania beralasan untuk ke toilet, padahal dirinya sedang mencari keberadaan Hamra dimana.
Vania dengan serius mencari Hamra di berbagai sudut di pesta sampai didepan.
Hamra sontak teringat dengan sikap Vania, Hamra mulai duduk dan mulai untuk kembali, tak sengaja Hamra melihat Vania sedang mencarinya, Hamra memulai rencana untuk membuat dirinya tidak marah ketika Vania berjalan menuju depan, Hamra berjalan menuju ke arah toilet ketika Vania mengechek di toilet laki-laki ternyata Hamra ada disana, akal Hamra yang merencanakan agar dirinya tidak bersama dan di budak oleh Vania.
Vania dengan ekspresi mencari serta sambil menoleh kan ke kanan kekiri.
Hamra mulai untuk berjalan hati-hati agar tidak di ketahui oleh Vania, Hamra menuju ke toilet. Vania melihat di depan tidak ada bahkan di sebelah juga, dan dirinya menuju ke toilet laki-laki. Ternyata Hamra sudah di sana.
" Mas tau seorang yang ciri seperti ini, apakah dirinya masuk ke toilet sini, " Tanya Vania
" Iya mbak ada, nanti akan segera keluar," Jawab darinya
Hamra yang mendengar Vania akhir dirinya keluar dari toilet. Hamra kekuat dengan muka melas dan seperti orang yang sakit.
Vania melihatnya kasihan.
" Mas... Kenapa kamu..., " Ucap Vania
" Tidak tau ini seperti aku lagi diare, barusan jadi aku agak lama di toilet, maafkan aku," Jawab Hamra
" Oh begitu ya, ya sudah kalau begitu kita pulang saja, Aku akan mengantarmu pulang, " Ucap Vania
" Beneran ini, namun tidak apa-apa, " Jawab Hamra
" Tidak apa mas, kan mas lagi sakit jadi pulang saja biar mas bisa diobatin dan istirahat, " Ucap Vania
" Ya sudah kalau begitu, aku juga sudah tidak kuat menahan sakitnya, seperti ingin keluar lagi," Jawab Hamra
__ADS_1
" Ya sudah ayo mas, sebentar, aku harus kasih teman aku dulu biar tidak di anggap aku wanita bohong mas tunggu di depan, " Ucap Vania
Vania akhirnya mengajak Hamra untuk pulang, mengantarnya di depan rumah Hamra.
" Ya teman ku aku pulang dulu ya, ternyata mas pacar aku lagi sakit aku mau antar dirinya pulang, kasihan sakit," Ucap Vania
" Ya sudah silahkan, Hati-hati," Jawab temannya
Vania akhir mengantar Hamra untuk pulang.
" Ya sudah ayo masuk, biar Vania yang mengendarai mobilnya," Ucap Vania
Hamra berjalan dengan seperti orang sakit ambil menahan sakit. Tak lama Hamra sampai dirumah.
" Terima kasih sudah di antar, besok aku segera istirahat jika masih belum baik besok aku akan ke dokter, selamat malam," Ucap Hamra
" Iya mas, ya sudah mas masuk saja, kalau gitu Vania pulang dulu, " Jawab Vania
" Iya hati-hati, " Ucap Hamra
Vania melaju untuk pulang, walaupun tidak sampai akhir kencan Vania sudah merasa bahagia sudah berjalan dengan Hamra. Hamra yang sudah sampai rumah dirinya berloncat-loncat kegirangan karena dirinya bisa berakting sakit perut padahal dirinya tidak sakit sama sekali agar dirinya jauh dari Vania, malam itu Hamra langsung beristirahat dan menunggu keesokan harinya untuk bertemu dengan Ayuna.
Esok hari telah tiba, Ayuna bersiap diri untuk menemui Hamra, Ayuna sudah memasang perasaan dan sikap kuat ketika Mas Hamra menjawab dengan benar. Dengan rasa takut bahwa pemikirannya yang selama benar maka dirinya takut bahwa ada jalinan diantara keduanya.
Hamra yang sudah siap untuk berangkat bertemu dengan Ayuna di tempat biasa, Hamra dengan rasa senang datang tepat waktu dan menunggu di sana, tidak lama Ayuna datang dang langusng berkata tanpa basa-basi sama sekali.
" Pagi Ayuna, ada apa, apa yang ingin Ayuna sampaikan kepada Saya," Ucap Hamra
" Tidak usah banyak basa-basi, Ayuna langsung saja ungkapan ini semua, Sebernarnya mas ini udah punya pacar selain aku atau cuma aku saja sih, " Jawab Ayuna
" Kenapa kamu bilang seperti itu, aku hanya milikimu kamu satu cinta aku," Ucap Hamra
" Benerkan mas, kenapa kamu bohongin aku, " Jawab Ayuna
" Aku tidak membohongi mu sama sekali, aku tidak tau maksud kamu tiba-tiba kamu bilang seperti ini kepada ku, " Ucap Hamra
__ADS_1