
Semenjak Mobil berhenti di cafe itu, melihat wanita yang turun dari dalam mobil bersamaan dengan Hamra membuat Ayuna merasa lebih penasaran dan dirinya pun untuk turun mengikutinya.
Hamra yang sontak menolak dan Vania memaksa untuk mau menurut seolah bahwa dirinya melakukan dengan sendirinya dari jarak jauh.
Bahkan manjadi herannya, Ayuna berfikir tempat cafe yang mereka gunakan untuk bertemu cafe dimana tempat orang yang sangat kaya raya yang elit.
Serta Ayuna berfikir bahwa Hamra menyukai Tante-tante untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.
Melihat kejadian tersebut Ayuna meneteskan air mata dan nangis diatas mobil sambil membayarkan semua perkataan dan sikap baik kepadanya, tetapi Ayuna mulai menghapus air matanya untuk tabah dan kuat untuk menghadapi, Ayuna memiliki percaya harus mengetahui dulu baru bertindak, akhirnya Ayuna menguatkan dirinya.
" Ternyata mas Hamra keluar dengan wanita lain, siapa wanita itu, " Ucap Ayah sambil menahan air mata
" Kelihatan mereka susah ada rasa, mengapa mereka berpegangan dan mesra seperti itu, kenapa mas kamu bersikap seperti itu, kamu tega sekali, apakah salah aku, " Ucap Ayuna sambil menangis
" Sikap dan perlakuan kamu kepadaku mengapa sebaik itu kalau dirimu sudah memiliki kekasih lain, apakah aku hanya sebagai wanita simpananmu, " Ucap Ayuna
" Ayuna sekarang kamu harus cari tau, kamu harus percaya bahwa Mas Hamra tidak yang kamu bayangkan saat ini, karena Hamra sangat mencintai mu dengan tulus," Ucap Ayuna dengan melihat cermin di mobilnya
" Aku harus mengikutinya, dan mencari tau kebenarannya, apa yang saya lihat belum tentu yang aku pikirkan, aku harus lebih cari tau lebih jauh lagi sebelum aku tanya langsung ke mas Hamra," Ucap Ayuna sambil turun dari mobilnya
Cafe yang mewah itu, telah di hias sesuatu pesanan oleh Vania di tempat yang romantis dan beda.
Bangku yang bersih berhiaskan lapisan emas, di atas meja telah tersaji makanan dan minuman yang super mewah, serta lilin satu yang ditengah diantaranya, bahkan di sekitarnya lampu yang di desain romantis menghiasi suasana sekitar, pesanan tempat outdoor berbaur taman dan pantai menjadi pilihan Vania.
" Permisi pesanan atas nama Vania sudah siap, kalau sudah siap boleh tau dimana tempatnya," Tanya Vania dengan sombongnya
" Baik mbak saya lihat kan datanya sebentar, " Jawab Pelayan cafe
" Wanita ini buang waktu saja kenapa kita harus ke cafe tempat orang mahal ini, buang-buang uang, aku saja juga gak minta, " Batin Hamra sambil terdiam memalingkan muka
" Sabar ya sayang, masih di carikan, " Ucap Vania
Muka kesel dan sikap nyaman lagi-lagi dirasakan Hamra, dirinya merasa risih bahkan merasa jijik atas ucapan yang di lontarkan oleh Vania terhadapnya.
__ADS_1
Hamra saya tidak ada rasa dan perasaan terhadapnya kenapa masih terus mengejar dan bahkan memaksanya. Yang membuat Hamra semakin tidak suka terhadap Vania.
Vania yang sedang senang dirinya tidak menggubris sama sekali apa yang membuat dirinya tidak nyaman, rencana Vania ingin bersama walaupun Hamra tidak suka dengannya.
Makanan dan minuman telah di siapkan dan tersaji dalam meja yang telah di pesan oleh Vania, semua sudah siap dan Pelayan memberikan tahukan tempatnya.
Ayuna yang berjalan untuk memasuki cafe itu dengan hati-hati melihat Hamra yang masih di resepsionis cafe, Ayuna untuk sabar menunggu mereka berjalan menuju tempat, Ayuna yang masih belum mengetahui muka wanita itu, karena tertutup dengan hiasan bunga yang di desain seperti pohon di dalam ruangan.
Ayuna merasa tidak asing dengan peraupan wanita itu, sehingga dirinya selalu mengingat-ngingat.
" Mereka masih di sana, aku harus berhati-hati, jangan boleh dia mengetahui aku terlebih dahulu, tetapi akun merasa tidak asing dengan wanita itu, dari sikap, dari bentuknya seperti aku mengenal dirinya, " Ucap Ayuna
" Untuk pesanan Mbak bisa langsung, mbak jalan lurus terus belok. Kiri dan ruang sebelah kanan, outdoor romantis namanya," Ucap pelayan
" Oke Terima kasih, " Jawab Vania
" Ya sudah ayo, kita kesana," Ucap Vania
" Lepaskan jangan pegang seperti ini, aku sangat risih," Ucap Hamra
" Diamlah, sebentar saja, " Jawab Vania
Ayuna memulai untuk berjalan mengikutinya, dengan memindik-mindik,serta mengetahui tempat dimana mereka berada.
" Oh tempatnya di situ, sungguh tempat spesial sekali," Ucap Ayuna
" Vania kamu gila ya, menyewa tempat sebagus ini buat apa, buang-buang waktu dan uang," Jawab Hamra
" Tidak apa ini buat kita berdua sayang, jadi tidak masalah buat diriku, yang penting kita bahagia," Ucap Vania
Hamra semakin merasa tidak nyaman, ketika Vania mulai berani bermain tangan dengan membelainya bahkan sikap yang menurut Hamra berlebihan.
" Kamu boleh senang tapi aku tidak suka dengan seperti ini, aku saja juga bukan siapa-siapa kamu," Jawab Hamra
__ADS_1
" Silahkan kamu bilang begitu tapi aku akan selalu berusaha untuk mendapatkanmu," Batin Vania
" Terserah mas mau bilang apa, yang penting aku suka, mas Hamra harus ikuti mau aku jika tidak apa sudah siap..., " Ucap Vania
Hamra tidak bisa berkutik sekali pun dengan ancaman yang diberikan oleh Vania.
Ayuna yang mulai mengawasi di bagian yaitu yang sedikit dekat dengannya, tak sangka Ayuna kaget melihat bahwa wanita itu adalah Vania teman waktu SMA.
Tas Ayuna terjatuh seketika melihat bahwa bahwa wanita yang bersama Hamra adalah Vania.
Hamra seketika melihat kearah suara tersebut, karena saat itu juga ada anak kecil yang terjatuh di dekatnya.
" Siapa itu, aku harus menolongnya," Ucap Hamra
" Sudah tidak usah, itu sudah di bantu mamanya, jadi kamu tetap di sini," Jawab Vania
" Untung saja mas Hamra tidak jadi kesini, kalau tau aku ada di sini pasti Vania tau juga," Ucap Ayuna
Dengan itu Ayuna mulai berani untuk menyindir Hamra ketika bertemu bahkan dirinya bertanya soal hubungan dirinya dengannya.
" Kalau begitu aku harus segera berbicara dengan Mas Hamra soal ini, " Ucap Ayuna
" Ya sudah sekarang nikmati menu yang sudah aku pesanan jangan ada yang tidak di makan, jawaban aju sudah bayar mahal mas harus makan bersama dengan ku," Ucap Vania
Hamra memakan sebagian menu pesanan Vania agar dirinya terjauh dari ancamanya dirinya, bahkan Hamra sangat tidak suka dengan pesanan makanan yang sebanyak itu.
Hamra hanya bisa terdiam dan menerima tingkah laku aneh Vania yang beda dengan sikap Ayuna yang Hamra sayangi.
Vania mulai berulah lagi dengan menyuapi Hamra yang awalnya Hamra terdiam marah dan tidak mau dan Vania mulai untuk mengode sehingga Hamra terpaksa membuka mulutnya.
Ayuna mulai pergi dari cafe sebelum dirinya merasa sakit melihat perlakuan mereka berdua dengan masalah seperti itu.
Ayuna mulai kembali ke mobilnya serta langsung cabut untuk pulang ke rumahnya.
__ADS_1