
Ayah Yusuf yang saat itu sudah merasa cocok terhadap Hamra membuat dirinya tidak ragu untuk memberikan apapun untuk sang Puteri, tumpangan yang jarang diberikan kepada teman laki-laki Ayuna yang lain, Hamra menajdi lelaki yang pertama membuat Hati Ayah Ayuna baik dan luluh, serta Hamra lelaki pertama yang mampu menempati rumah kedua itu.
Setelah memakan cemilan malam itu Hamra menuju ke rumah tersebut untuk masuk bersih diri dan untuk siap beristirahat.
" Ternyata Ayah baik sekali, tadi Mama menunggu dan was-was jawab Ayah soal Hamra yang meminta izin untuk membawa Ayun ke kamarnya, bahkan Ayah juga baik membolehkan Hamra tidur di rumah itu, " Ucap Mama Nadia
" Ya gimana lagi Ma, Ayah juga sudah tua jadi tidak kuat kalau angkat Ayuna ke kamar dengan naik tangga segitu, juga kenapa Ayah mmberikan izin tidur dirumah itu karena juga waktu sudah larut malam, kasihan jika Hamra pulang sendiri dan apakah masih ada ojek atau taksi malam-malam, " Jawab Ayah Yusuf
" Iya sih benar juga, tapi Ayah emang karena alasan itu atau Ayah sekarang sudah cocok kepada Hamra untuk menjadi calon mantu, " Ucap Mama Nadia
" Ah Mama bilang apa, ya sudah udah malam kita tidur ini udah jam 12 , besok kita bangun pagi, sudah tidur, " Ucap Ayah Yusuf sambil menyelimur
" Ya Ayah, ya sudah selamat malam sampai jumpa besok pagi, muach, " Jawab Mama Nadia sambil mencium Ayah
Mereka akhirnya bersiap untuk tidur malam dan mematikan Lampu kamar dengan di ganti lampu remang untuk tidur.
Hamra yang sedang membuka pintu rumah dan menyalakan lampu dan menuju ke kamarnya, tak lama dirinya berdiri dulu dan siap untuk istirahat. Tak lama Hamra selesai bersih diri, dan siap untuk menuju ke ranjang untuk menikmati tidur malamnya.
Hamra sangat senang dan bersyukur bahwa dirinya mulai di sukai oleh Ayah Ayuna.
" Alhamdulillah aku rasa ini sudah jalan dan kabar terbaik untukku kenapa, Ayah Ayuna sudah mulai menerima diriku, jadi aku harus lebih baik dan semoga aku tidak menjadi orang yang menyia-yiakan kesempatan ini, " Ucap Hamra
" Ya sudah aku mau tidur dulu sudah capek," Ucap Hamra sambil mematikan lampu
Malam begitu larut, suara kendaran mulai sepi, bahkan suasana seoi, pukul menuju jam dua belas lewat. Semakin sepi dan larut.
Sepertiga malam pun telah tiba, Hamra tak lama dan terespon senang sendiri, Hamra terbangun untuk mengambil air wudhu untuk melakukan sholat malam.
Hamra sejenak membuka matanya perlahan-perlahan agar dirinya terisi dan fresh sejenak.
Tak lama hamra mulai duduk dan membuang selimutnya bergegas untuk menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu, berganti baju muslim yang bersih dan mulai untuk melakukan sholat.
Hamra sangat senang ternyata rumah kedua yang di miliki oleh Ayuna juga terawat baik dan bagus, layak dan spesial bagi siapapun yang tinggal disana, semua sudah di rancang sebagai raja.
Hamra mulai mengangkat tangan, berniat dan melakukan sholat malam dengan khidmat. Sehingga dirinya sampai tertidur sampai tibanya sholat shubuh tiba.
Hamra terbangun dan melakukan sholat subuh dan setelah itu Hamra bersiap bersih diri dan bersiap untuk pergi berangkat ke kantor.
Mama Nadia pun bangun dan mulai melakukan seperti biasanya membantu menyiapkan sarapan pagi bahkan menyiapkan bekal untuk hari ini karena ada Hamra yang kebetulan semalam disini.
Mama Nadia menyiapkan untuk Ayuna dan Hamra. Mama Nadia sudah menganggapnya Hamra sebagai anaknya sendiri.
__ADS_1
Hamra menunggu pagi tiba sejenak untuk menonton televisi sejenak di dalam rumah itu.
Ayuna bangun dan langsung menuju dapur setelah mengetahui Mas Hamra rumah sebelah Ayuna langsung bergegas untuk mandi dan bersiap diri. Serta segera mengajak Mas Hamra sarapan bersamanya.
" Pagi Ma, oh iya tadi malam Mas Hamra langsung pulang ya, aku kok tidak tau sama sekali," Tanya Ayuna
" Aduh Non ini ketinggian jaman deh, tadi malam itu Den Hamra mengantar Non dalam keadaan tertidur pulas, dan Den Hamra mengantar sampai rumah, noh orangnya di rumah sebelah, " Sahut Mbok Iyen
" Betulkan itu Ma, jadi Mas Hamra dirumah sebelah itu, semalam disini, kalau begitu aku mau mandi dan segera memanggilnya dirinya untuk sarapan pagi, Mas Hamra juga waktu kerja, Terima kasih informasi dah..., " Ucap Ayuna
" Aduh anak itu,...., " Sagit Mama Nadia sambil geleng kepala
" Iya Ibu, lucu sekali," Sahut Bik Kuni
" Ya sudah kita segera siapkan, sebentar lagi sarapan pagi, aku mau siapkan bekal buat mereka berdua," Ucap Mama Nadia
" Iya Doro," Sahut simbok Iyem
Ayuna dengan cepat bersih diri dan selesai berias diri dan bertampilan rapi dan segera menuju ke rumah sebelah untuk memanggil Mas hamra.
" Sudah siap aku segera ke bawah, pasti Mas Hamra belum siap-siap, bisanya aku santai seperti, " Ucap Ayuna sambil berjalan menuju
" Tok... Tok Mas Hamra ini Ayuna, " Ucap Ayuna
" Lho Mas susah siap dan rapi, kok ada baju, " Tanya Ayuna
" Tak tau di lemari udah ada aku sengaja pakai saja, maaf nanti aku kembalikan, " Jawab Hamra
" Tidak usah, karena mungkin sudah disiapkan oleh Ayah, jadi Mas pakai aja karena cocok dipakai Mas, ya sudah ayo ke dalam kita sarapan bersama," Ucap Ayuna
" Tidak usah aku langsung berangkat saja, sudah banyak repotin, " Jawab Hamra
" Sudahlah biasa aja, anggap seperti rumah sendiri toh nanti juga jadi rumah kita berdua, kita juga bareng berangkat ke kantor sama jemput Dewi, sudah pokoknya ayo, " Ucap Ayuna
" Iya bentar aku mau ambil barang aku tutup pintu kunci masih di kamar, " Jawab Hamra
" Ya sudah cepetan," Ucap Ayuna
Hamra mengambil barangnya dan mengambil kunci di kamar, meneliti apa yang tertinggal setelah sudah ia menuju ke depan dan mulai untuk mengunci pintu.
" Sudah semua, ya sudah ayo, kunci pintunya Mas," Ucap Ayuna
__ADS_1
" Sudah, mari kita kesana, " Jawab Hamra
Mereka berdua berjalan menuju rumah utama.
" Mas tadi malam Terima kasihnya udah mau mengantar aku, aku juga ketiduran harusnya kan aku ngantar Mas kerumah malah Mas rela malam dan tidur di rumah sini," Ucap Ayuna
" Tidak apa, Sama-sama, yang penting kamu sehat dan selamat, aku juga diberi amanah oleh Ayah mu maka aku harus sebaik mungkin untuk melindungimu," Jawab Hamra
" Iihh Mas Hamra sekarang mulai genit dan gombal deh," Ucap Ayuna
" Lah gimana lagi itu benar apa adanya kan", jawab Hamra
" Ya sudah kalau berdua duduk dan silahkan dinikmati sarapan paginya, keburu telat waktunya, karena perjalanan ke kantor lumayan jauh," Sahut Mama Nadia
" Iya Ibu Terima kasih, " Jawab Hamra
" Sudah ambil sesuka hatimu, nikmati hidangan pagi mu tak usah sungkan anggap seperti rumah sendiri," Sahut Ayah Yusuf
" Iya Om Terima kasih Hamra jadi tidak enak dua kali sudah merepotkan keluarga Ayuna," Jawab Hamra
" Tidak sudah silahkan makan terlebih dahulu, " Jawab Mama Nadia
Sarapan pagi pun selesai dan Ayuna dab Hamra segera untuk berangkat ke Kantor mereka berpamitan.
" Ya sudah Ma, Ayuna sudah kenyang, Ayuna mau berangkat ke kantor keburu telat, " Ucap Ayuna
" Iya, Om dan Ibu Hamra juga mau pamit, Terima kasih atas semuanya, semoga Alloh yang akan membalasnya, " Jawab Hamra
" Iya sama-sama, jangan lupa main kesini dan jangan kapok main ke rumah Ayuna ya, oh iya Mama udah siapin Bekal biat Kalian, Satu buat Ayuna, satu buat Dewi, satu buat Hamra jangan lupa di makan ya," Jawab Mama Nadia
" Terima kasih banyak Ibu, " Jawab Hamra
" Terima kasih Mama ku, aku berangkat dulu muach, ayah muach," Ucap Ayuna
" Sama-sama, " Jawab Mama Nadia
" Muach sayang hati-hati, " Sahut Mama Nadia
" Iya berdua Hati-hati, " Sahut Ayah Yusuf
" Iya Om, ibu mari, assalamu'alaikum, " Ucap Hamra
__ADS_1
" Waalaikumsalam, " Jawab bersamaan
Mereka berangkat ke kantor.