Kutemukan Hati

Kutemukan Hati
SATU PENGHALANG


__ADS_3

Ayuna yang tidak mengetahui maksud dari Mario yang saat ini, bahwa Mario melakukan cara untuk memiliki dirinya yang selama ini Ia belum bisa memilihnya, banyak kendala dalam mendapatkan dirinya pada saat itu, Mario sangat semangat dan yakin bahwa kendala satu persatu ia mulai hadapi dan dia hilangkan.


Dengan hilangnya Mario tiada kabar sampai dirinya muncul kembali, Mario merencanakan dan mencari cara agar dirinya bisa melancaekan segala cara untu berhasil mendapatkan dirinya.


Bahkan keretakan hubungan Ayuna juga yang menyebabkan ulah Mario yang sudah disiapkan dari jauh hari, Mario merasa tersaingin.


Mario menjadi sosok yang sangat kejam setelah usahanya yang keras tidak ada yang merespon dan menerimanya akhirnya Mario memutuskan untuk memberontak menjadi Mario yang sangat keras dan menjadi-jadi.


Ayuna yang hanya memiliki nilai positif dirinya menerima dan mengikuti apa rasa baiknya walaupun semua ada maksud tertentu di hati Mario.


Rasa yang ambisius yang di milik Mario tidak bisa di bohongi, dilihat dari cara mereka yang sangat terlihat oleh mata bahwa tanganya ingin membela rambut Ayuna yang gagal ketika ia ingin memegangnya.


" Ah tak jadi memegang rambutnya yang halus itu, bangsat," Batin Mario


" Oh iya sekarang rencana di kota sini lama atau sebentar Mario," Tanya Ayuna


" Seperti lama Mbak saya ingin memperjuangkan cinta saya dan menyelesaikan tugas dan tujuan saya disini," Jawab Mario


" Oh bagus itu, mbak akan selalu dukung kamu, apa yang kamu rencana semoga berhasil," Ucap Ayuna


" Terima kasih Mbak atas do'annya serta suportnya, " Jawab Mario


Ariza yang mulai memejamkan matanya untuk istirahat siang pun telah nyenyak, sang ayah Danil juga ikut istirahat.


Tiba-tiba Hamra menelepon memberitahu bahwa dirinya ada tugas keluar kota selama seminggu, kepada Ayuna.


Ayuna memberikan izin bahkan Balasan yang mesra dan bahagia membuat Mario semakin marah dan semakin penasaran siapa yang sedang dekat dengan Ayuna, dirinya tidak tau bahwa dirinya terdapat sebuah tantangan baru dalam tujuannya.


Mario dengan sedikit marah mampu ia tutup dengan baik karena dirinya tidak mau terlihat seperti orang yang tidak suka terhadapnya.


Telpon masuk di handphone Ayuna, Ayuna meminta izin untuk mengangkatnya dan Mario memberikan izin.


Ayuna sontak menjawab telpon yang masuk.

__ADS_1


" Sebentar ya Mario ada telepon masuk, saya izin ya," Ucap Ayuna


" Iya Mbak silahkan, angkat saja siapa tahu penting, " Jawab Mario


" Hallo, bagaimana Mas," Jawab Ayuna


" Aku mau memberitahukan bahwa aku ada tugas keluar kota selama seminggu jadi saya harap kamu jika kemana bisa cari orang yang menurut kamu yang bisa menjagamu, dan aku meminta do'a agar segera selesai lancar dan dapat kembali dengan cepat kita bisa bersama lagi, " Ucap Hamra


" Tentu Mas, aku akan mendo'akan dan berada disampingmu dan semangat untuk kerjanya ya, Terima kasih sudah mempercayai diriku, " Jawab Ayuna


" Siapa lagi dia, mungkin ini salah satu orang dekat dengan Ayuna, ini tidak boleh di biarkan, akun harus mencari tau soal lelaki itu, aku tidak akan memberikan selah lagi terhadap orang lain, aku pikir semua sudah selesai ternyata datang lagi," Batin Mario sambil meremat tangannya dengan gengaman erat


" Ya sudah jaga baik-baik disitu dan jangan lupa makan, dan aktivitas terbaik kamu Ayuna, salamkan saya kepada kedua orang tuamu," Ucap Hamra


" Iya mas saya akan sampaikan kepada mama dan ayah, Terima kasih atas perhatiannya baik-baik disana, " Jawab Ayuna


Ayuna mengakhiri telpon masuk dari Hamra, Mario yang sedang marah itu meminta izin sebentar untuk kebelakang.


" Tidak apa Mbak, siapa pentingkan, oh iya kalau boleh tau atau minta maaf jika Mario lancang by the way tadi yang telepon Mbak Ayuna siapa," Jawab Mario


" Oh tadi itu sesorang yang sedang dekat dengan Mbak, setelah hilang dan jauhnya semua mantan Mbak yang tidak tau entah dari mana itu, alhamdulillah dia datang sebagai obat, " Ucap Ayuna


" Oh begitu ya Mbak, kalau begitu Mario izin sebentar mau kebelakang," Jawab Mario


" Iya silahkan," Ucap Ayuna


Mario berdiri dengan nm tenaga yang sudah full bahkan hatinya mulai panas dan pikirannya mulai berfikir kemana-mana dan ditambah kabar dan cerita dari Ayuna tentang sosok yang mendekati dirinya, Amarah Mario menjadi-jadi.


Brak... Suara meja kamar mandi yang dipukul, orang yang barada di tempat itu seketika takut dan keluar dari toilet.


Muka merah dan penuh api yang nampak di raut muka Mario yang tidak bisa tertahankan.


" Biaadap, ternyata datang lagi satu penghalang untuk aku dapat Ayuna, aku pikir satu persatu yang aku lakukan akan berjalan dengan baik ternyata masih satu yang datang menjadi penghalang, lihat Mario tidak akan memberikan itu kepadanya, lihat saja jangan bermain-main dengan Mario, ah.... Semua kacau, " Ucap Mario sambil marah

__ADS_1


" Aku harus bermain dan menyiapkan cara yang lebih baik untuk masalah ini, aku harus mencari tau dulu siapa lelaki yang di maksud," Ucap Mario


Mario setelah melampiaskan amarahnya itu mulai menurunkan ego dan amarahnya agar dirinya tidak terbawa, dan segera menuju kembali ke Ayuna.


" Ya sudah sekarang kita lupa saja dulu, tujuan saya keluar untuk mencari informasi tentang Ayuna dan kesempatan bisa berjumpa dengannya aku harus manfaatkan dan bersyukur untuk itu, aku segera kembali ke sana, " Ucap Mario


Mario kembali menuju ke tempat Ayuna berada dan dirinya mencari informasi tentang tempat tinggalnya.


" Maaf mbak agak lama, " Ucap Mario


" Tidak apa santai saja," Jawab Ayuna


" Mbak boleh tanya tidak Mario,alamat mbak masih yang dahulu atau yang lama, kan Mario binggung jika mau ke sana kemarin mau silahturahmi ke sana takut Alamat mbak sudah ganti," Tanya Mario


" Oh aku sudah pindah," Jawab Ayuna


" Bolehkah Mario tau Mbak," Tanya Mario


" Oh boleh, atau kamu mau main sekarang mumpung di rumah juga ada acara hari ini jadi kamu bisa bertemu dengan Keluarga saya," Jawab Ayuna


" Keberuntunganku sangat baik, ini bisa menjadi jalan untuk mencari tau siapa lelaki itu," Batin Mario


" Kalau begitu Mario dangan suka hati jika diundang dan bisa hadir di acara itu, sekali Mario tau alamat baru mbak Ayuna," Ucap Mario


" Ya sudah kalau begitu nanti aku kirim alamat Mbak kamu bisa hadir membawa teman atau pasangan kamu," Jawab Ayuna


" Iya Mbak," Ucap Mario


"Ya sudah kalau begitu aku mau pulang dulu, sampai jumpa nanti ya, " Jawab Ayuna


" Iya Mbak, Terima kasih, Hati-hati," Ucap Mario


Ayuna akhirnya pulang kerumah dan Mario sangat senang mendapatkan jalan dan suatu kesempatan untuk mencari informasi tentang sosok lelaki yang mencintai Ayuna.

__ADS_1


__ADS_2