
Ayuna yang memberikan secangkir minuman hangat kepada sang ayah menikmati dan melihat indah binatang dan bulan yang menghiasi langit yang biru itu, ayah nampak melihat senang dan plong setelah meluangkan rasa dan cerita masa lalunya kepada sang puteri tercintanya.
Ayuna melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut muka Ayahnya membuat Ayuna merasa plong dan bahagia jika ayahnya mulai membuka hati dan perasaan bahkan melupakan masa lalunya dalam dunia nyata, yang berharap hanya untuk pengalaman dan cerita masa lalu untuk di kenang dan di jaga.
Ayuna sangat terharu saat mendengar cerita sang ayah, Dan Ayuna untuk belajar dan mencari sesuatu yang tepat untuk hidupnya, di benaknya terbesit sedikit ketakutan dalam kehidupan berumah tangga, tetapi semua hidup berbeda dan memiliki cerita yang berbeda, Ayuna hanya berharap apa yang di citakan baik akan baik terjadinya.
" Alhamdulillah semua sudah bahagia, dan saat nya kita menikmati malam ini dengan bersama, Mama sangat senang melihat keakraban kita malam ini semoga terus terjaga sampai nanti," Ucap Mama Nadia
" Tentu saja Ma, kita adalah keluarga yang harus tetap mejaga dan menyelesaikan masalah bersama, sampai kapanpun," Jawab Ayuna
" Ayah berharap kehidupan yang terjadi saat ini kita bisa menjadi pribadi lebih baik lagi, dan kita harus lebih baik dari hari ini, kehidupan yang akan datang kita bersama," Sahut Ayah Yusuf
" Ayah, aku cinta Ayah, dan aku cinta Mama," Ucap Ayuna
" Aku juga sayang sekali sama Ayuna," Jawab Mama Nadia
" Apakah lagi Ayah sangat sayang dan sayang cinta kepada Puteri satu-satunya yang paling cantik," Sahut Ayah Yusuf
" Ah Ayah memujinya terlalu ketinggian," Jawab Ayuna
Malam semakin larut dan mereka semakin terlelap dengan kebahagiaan, bahkan mereka tak sadar terasa mengantuk dan ketiduran di tempat masing-masing yang sudah di tempati, dengan tidur kearah menatap bintang dan bulan.
" Sayang bintangnya dan bulannya bulannya bersinar terang itu ke lihatin bulan sekali, " Ucap Mama Nadia
" Iya mas, dan Ma katanya jika ada bintang jatuh apakah semua permintaan kita di kabulkan," Tanya Ayuna
" Apapun hal positif jika kita berdoa pasti hasilnya terbaik, mungkin ketika Bintang jatuh pertanda bahwa keinginan apa yang baik pasti terkabul," Jawab Mama Nadia
" Begitu ya Ma, MA lihat ada Bintang yang jatuh kalau begitu Ayuna mau berdoa dahulu," Ucap Ayuna
" Iya sayang silahkan," Jawab Mama Nadia
Ayuna berharap dan berdo'a yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya, bahkan dengan membatin do'a yang ia panjatkan, Ayuna dengan khusyuk dalam berdo'a.
Mama Nadia hanya bisa memberikan balasan amin dan harapan baik terhadap do'a yang telah di panjatkan oleh sang Puteri tercinta.
" Bagaimana sudah selesai, do'anya, alhamdulillah semoga apa yang telah di harapkan dengan biak maka baik juga untuk kedepanya, Amin, " Ucap Mama Nadia
" Amin, sudah Ma, semoga terbaik, " Jawab Ayuna
Tak lama sambil menikmati malam yang sunyi dan tenang akhirnya mereka sampai ketiduran pulas dan tidak ada salah satu pun yang tau bahwa keluarga tidur di ruang santai dengan nyenyaknya.
Ketika waktu subuh Bibi belum melihat Tuan Puteri di dapur membuat Bibi dan simbok jadi penasaran, mereke segera untuk melihat kamar.
" Mbok Ibu kok belum ke dapur ya, ini sebentar lagi mau subuh mungkin apa mereka ketiduran atau gimana," Ucap Bik Suni
" Simbok juga tidak tau, tidak seperti biasa Ibu telat seperti ini, mungkin kita bisa lihat di kamarnya," Jawab Simbok Darmi
" Ya sudah ayo mbok kita lihat, " Ucap Bik Suni
" Ya sudah ayo, kita juga punya tugas dan diberi tahu jika waktu seperti belum keluar suruh membangunkan," Jawab Simbok Darmi
Mereka bergegas kekamar atas untuk melihat dan membangunkan.
Tok.. . Tok.. . Tok Tuan
__ADS_1
" Mbok tidak ada balasan darinya," Sahut Bik Suni
" Coba lagi sekali lagi jika tidak kita coba buka pintunya saja," Jawab Simbok Darmi
" Permisi Tuan, .... Waktunya sudah hampir mau subuh bangun Tuan," Ucap Bik Suni
" Sama aja Mbok, tidak ada jawaban," Sahut Bik Suni
" Ya sudah sini simbok yang buka pintunya saja, kalau begitu, " Jawab simbok
Akhirnya simbok membuka pintu kamar Tuan disaat mau membuka pintu tidak terkunci dan terbuka sendiri, simbok saat itu kaget dan tak lama mereka masuk untuk melihatnya.
" Lho kok tidak di kunci pintunya, lihat Simbok belum membukanya sudah terbuka sendiri," Ucap Simbok Darmi
" Kalau begitu kita bisa coba lihat ke dalam Mbok, siapa tau mereka ada," Jawab Bik Suni
" Ya sudah ayo kita masuk bersamaan," Ucap Simbok Darmi
" Ayo mbok, " Jawab Bik Suni
Mereka masuk bersamaan dan sampai di dalam kamar ternyata kosong tidak ada satu pun yang di ranjang tempat tidur, mereka kaget serta bertanya-tanya satu sama lainnya.
" Lho... Mbok kok tidak ada di dalam, mereka kemana aduh," Ucap Bik Suni
" Iya ini dimana ini, Tuan tidak ada di kamarnya, mungkin kamu tau Sun," Jawab Simbok Darmi
" Bukannya simbok Darmi yang tau," Jawab Bik Suni
" Lho kok simbok, simbok tak tau sama sekali, gini aja kemarin malam Tuan minta apa ke kamu dan kayaknya Suni yang menyiapkan semuanya, mungkin bisa di ingat-ingat dulu, " Jawab Simbok Darmi
Bik Suni mengingatnya bahwa ia mengetahui saat Tuan membawa minuman dan cemilan terakhir ke atas ruang santai karena ada sesuatu yang akan disampaikan di sana.
" Oh iya Mbok, aku baru ingat, mereka seperti di ruang atas, ruang santai, kita langsung kesana saja, " Ucap Bik Suni
" Ya sudah kalau begitu ayo buruan ketingalan subuh juga nanti, kita juga harus menyiapkan sarapan pagi, tapi tadi kamu sudah memasak nasi kan," Jawab Simbok Darmi
" iya sudah Mbok, " Jawab Bik Suni
Mereka menuju ke atas dan ternyata mereka berada di atas dan sampai di sana mereke membangunkan Tuan Puteri.
" Ternyata benar disini, kalau begitu kita bangunkan Tuan putri," Ucap Bik Suni
" Tuan bangun sudah waktu mau subuh, " Ucap Bik Suni
" Hem iya... Bik sudah mau pagi ya, terima kasih sudah bangunkan, kalau gitu sebentar aku langsung menuju kesana aku susul, " Jawab Mama Nadia
" Baik Tuan," Sahut Simbok
" Ayo Suni kita ke dapur dulu, " Sahut Simbok Darmi ke Suni
" Mari mbok," Jawab Bik Suni
" Ya sudah pagi kalau gitu aku bangunkan Ayah dan Ayuna," Ucap Mama Nadia
" Sayang bangun waktu sudah hampir subuh, Siap-siap untuk kerja dan jika masih ngantuk terus sebentar di kamar suasana di sini dingin, " Ucap Mama Nadia
__ADS_1
" Hem iya Ma, ini mau ke kamar, " Jawab Ayuna sambil menutup tipis matanya
" Hati-hati, ayon jalan yang benar," Ucap Mama Nadia
" Yah.. Ayah, bangun pindah ke kamar sana, udah hampir pagi, yah," Ucap Mama Nadia
" Hem udah waktu pagi ya, lah kita ketiduran disini tadi malam, ya sudah aku ke kamar dulu, dan siap -siap mandi, " Jawab Ayah Yusuf
" Iya Yah, Mama juga mau ke kamar mandi bersih diri dan sholat subuh, terus siapkan sarapan pagi," Ucap Mama Nadia
Mereka beraktifitas dan menyelesaikan tugas satu demi satu dan akhirnya Mama Nadia turun menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
" Mbok Terima kasih ya kalian berdua sudah bangunkan saya, tadi malam ketiduran di atas saking asyiknya menikmati malam dan pemandangan malam," Ucap Mama Nadia
" Sama-sama Tuan sudah menjadi kewajiban kita berdua, bukan begitu mbok," Ucap Bik Suni
" Iya Tuan, kan Tuan pernah bilang apa yang Tuan suruh kami akan melaksanakannya," Sahut Simbok Darmi
" Iya, kalian sudah lama kerja di sini jangan panggil Tuan, panggil Ibu saja biar enak dan tidak seperti orang yang mau di hormati kita kan sama mbok, " Ucap Mama Nadia
" Siap Bu, laksanakan," Jawab Bik Suni
Mereka sudah siap menyiapkan sarapan pagi dan menata di atas meja dan menunggu mereka turun ke bawa.
" Mbok dan Suni, semua sudah siap tinggal menunggu, nanti ketika aku makan bersama kalian juga makan bersama bersama lainnya ya, " Ucap Mama Nadia
" Iya Ibu," Sahut Bik Suni
Waktu sarapan tiba, semua sedang menghadap hidangan yang tersaji mereka menikmati sarapan pagi, tak lama kemudian Ayah sambil bertanya kepada Ayuna tentang lelaki yang sedang dekat dengan Ayuna.
" Sayang maaf Ayah mau bertanya, apakah lelaki yang kemarin sudah tidak bersama sayang, atau masih sampai sekarang," Ucap Ayah Yusuf
" Ayah maksudnya mas Hamra ya, tumben Ayah menyanyakan soal mas Hamra," Jawab Ayuna dengan senang
" Ya tanya saja, kalau boleh tau," Ucap Ayah Yusuf
" Alhamdulillah masih Yah, dan masih terjaga dan tidak meninggalkan Ayuna, dia malah memberikan semangat dan memberikan kekuatan untuk bertahan bahkan berjuang," Ucap Ayuna
" Serius, Ayah jadi mulai menerima, semoga Ayah bisa menerima, dari ayah Ayuna boleh memberikan rambu-rambu untuk membuktikan bahwa dirinya menjadi pasangan dan belahan jiwa sayang," Jawab Ayah Yusuf
" Apa Yah, Jadi Ayah sekarang membuka sedikit restu buat Ayuna dengan Mas Hamra, " Ucap Ayuna dengan bahagia dan berdiri menghampiri sang ayah dari belakang
" Makasih ya Ayah sudah mulai memberikan restu terhadapnya kami berdua, " ucap Ayuna
" Sama-sama," Jawab Ayah Yusuf
" Ya sudah Yah, Ayuna mau berangkat dahulu dan Ayuna sudah siapkan bawa bekal ini, Ayuna berangkat dulu, Terima kasih ya Ayah," Ucap Ayuna dengan berjalan menuju mobil dengan bahagia mendengar perkataan sang Ayah
" Aduh anak itu, bahagianya," Sahut Mama Nadia
" Terima kasih Ayah sudah menjadi Ayah yang baik buat Ayuna, kita lihat sekarang Ayuna begitu bahagianya, " Sahut Mama Nadia
" Iya MA, Ayah juga merasa senang melihat Puteri kita bahagia dan ceria seperti tadi, ya sudah lanjutkan makan," Jawab Ayah Yusuf
Ayuna sangat senang sekali bahkan ia mengendarai mobil dengan bahagia dan ingin memberi tahukan kepada mas Hamra soal kabar terbaik buat hubungan mereka berdua.
__ADS_1