
Ayuna berjalan menuju Mobilnya dengan tekanan jalannya yang begitu kecewa bahkan dirinya marah bahkan sedih.
Air matanya mulai menetes dari matanya yang membasai pipinya, seketika senyum manis dan cantiknya hilang menjadi tangis yang amat sakit melihat Hamra bermesraan dengan Vania teman sahabat satu SMA nya.
Ayuna tetap menangis sambil membuka mobil dan mengendarai mobilnya, air mata terus menetes.
" Kenapa kamu tidak bercerita bahwa kamu sudah memiliki kekasih yaitu sahabatku sendiri mas, tapi apa maksud kamu untuk dekati aku," Batin Ayuna sambil menangis dan mengendarai mobilnya
Ayuna sambil membayangkan Hamra yang pertama bertemu hingga diri memiliki komitmen untuk hidup bersama bahkan dirinya juga saling mengisi satu sama lain, bahkan berjuang bersama tetapi mengapa menjadi seperti ini, bayangan Ayuna yang terbenak didalam pikirannya.
Air mata terus membasahi pipinya, terus menetes. Sesampainya dirumah Ayuna langsung menuju kekamar dengan air mata yang sama.
Mama Nadia yang melihat Ayuna menangis membuat dirinya kasihan dan ingin bertanya kepadanya. Apa yang terjadi kepada dirinya.
Bahkan Ariza juga merasa kasihan melihat tante cantik bersedih.
Mobil telah sampai didepan rumah Ayuna turun menutup pintu mobilnya,langsung berjalan secara cepat untuk menuju kamarnya.
" Kenapa Tante cantik bersedih nek," Tanya Ariza
" Sayang... Ada apa sayang....," Ucao Mama Nadia
" Ma,... Sudah biarkan dulu dia menenangkan dirinya dahulu, Mama disini saja," Sahut Ayah Yusuf
" Iya Yah, " Jawab Mama Nadia
" Tidak Ariza, tante pasti tadi lagi terkena debu jadi Tante sedih nangis kan sakit di matanya, jadi Ariza harus hati-hati ya jika main yang banyak debu," Jawab Mama Nadia
" Iya nenek, pastinya Ariza akan berhati-hati," Ucap Ariza
Hamra yang sedang melanjutkan makan bersama Vania dengan seksama, bahkan dirinya ingin pulang karena masih banyak hal yang bisa di lakukan oleh Hamra tetapi semua terganggu dan terikat dengan rencana Vania yang sangat membuang waktu Hamra menurutnya.
" Sekarang kita bersulam mas, karena kita bisa berdua makan bersama sehingga kamu membuat diri bahagia sekali," Ucap Vania
" Ayo ambil minummu," Ucap Vania
__ADS_1
Hamra mengambil gelas minumnya dan mengangkatnya serta mulai bersulam.
Danil merasa cukup rencana, akhirnya keesokan harinya Danil ingin datang menjemput Ariza dan melihat perkembangan sebuah rencanannya itu, apakah sudah berjalan dengan baik sesuai yang di rencanakan atau tidak.
" Waktunya selesai, besok aku akan ke rumah Ayuna untuk menjemput Ariza, serta melihat perkembangan rencanaku ini, bahkan yang paling membuat diriku bahagia adalah bisa bertemu langsung dengan Ayuna," Ucap Danil
Ayuna yang membuka pintu kamarnya langsung membuang tasnya kw kasur dan dia menjatuhkan dirinya kw kasur dengan terngkurap sambil menangis.
" Mas Hamra kenapa kamu tega berbuat seperti ini, dan lebih herannya aku kenapa kamu kenal dan berhubungan dengan temanku sendiri bahkan kamu tau bahwa wabita itu sangat membenciku pada saat itu," Ucap Ayuna meneteskan air mata
" Apakah mas Hamra hanya bersandiwara dengan ku tetapi jika bersandiwara, apa yang Mas Hamra mau dari ku, " Ucap Ayuna sambil menangis
Tak lama itu Mama Nadia memberikan waktu agar lama untuk bersendiri, dan Mama Nadia waktunya untuk datang ke kamar Ayuna untuk bertanya kepadanya apa yang terjadi kepadanya.
Mama Nadia membuka pintu Ayuna. Langsung duduk di dekat sambil mengelus kepala Ayuna.
" Sayang ada apa, Tiba-tiba sayang pulang dengan perasaan sedih seperti itu apakah ada masalah, bisa cerita kepada Mama," Ucap Mama Nadia
" Sayang jangan bersedih, disini ada Mama, Ayuna bisa menceritakan kepada Mama, ayo cerita siapa tau Mama bisa membantu menyelesaikan masalah Ayuna," Ucap Mama Nadia
" Sudah berhenti menangis sayang busa cerita, " Ucap Mama Nadia
" Ayuna memang ada masalah Ma, tapi Ayuna tidak mau menjadu beban Mama, Ayuna ingin menyelesaikan masalahnya sendiri, Terima kasih Mama sudah bisa menghibur Ayuna," Jawab Ayuna
" Jika Ayuna tidak mau bercerita tidak apa, jika ada masalah Ayuna harus menyelesaikan dengan orang bersangkutan, jelaskan dan bertanya dengan jelas apa yang terjadi, dan selesai dengan keluarga terlebih dahulu, Ayuna bisa," Ucap Mama Nadia
" Terima kasih ma, Ayuna akan segera untuk menyelesaikan masalah Ayuna sedikit, Mama tetap suport Ayuna ya," Jawab Ayuna
" Tentu saja Mama akan selalu mendukung dan mensuport Ayuna, jadi Ayuna harus semangat," Jawab Mama Nadia
Vania setelah itu mengajak Hamra untuk bersiap untuk kencang malam bersama kawan-kawan, Vania sudah membelikan pakaian buat Hamra.
" Makan bersama kita sudah selesai dan saatnya kita berganti lagi, mas Hamra kita bersiap untuk kencan kita karena kita akan mendatangi acara temu teman Aku, jadi Mas Hamra harus nurut dengan ku, " Ucap Vania
" Aku tidak mau, aku lebih memilih melakukan ngak positif, kerjaan aku dirumah sangat banyak, aku mau pulang," Jawab Hamra
__ADS_1
" Mas Hamra.. Bagaimana.. Silahkan kalau Mas pulang, silahkan, " Ucap Vania
" Ini aku sudah siapa untuk mengirim semua video kamu, " Ucap Vania
" Lagi-lagi ucapan dan ancaman itu muncul dari mulutnya, " Batin Hanya
" Pasti dia akan kembali, satu... Dua... Tiga...,yes dia kembali, " Batin Vania
Hamra berjalan kembali ke arah Vania.
" Aku kembali bukan karena aku sudi dan suka denganmu karena aku sangat menjaga semua tentang diriku, kalau begitu buruan aku juga tidak ada waktu, setelah ini aku segera pulang, buang waktu ku saja, " Ucap Hamra
" Sabar Mas Hamra, kalau galah sungguh manawan," Jawab Vania
" Hahaha.... Memang bermanfaat video ini haha... Tidak rugi aku membuat vidio ini, " Batin Vania
Tak disangka kepintaran Ariza, Ariza berjalan menuju kamar Ayuna untuk memberikan hiburan lucu untuk tante cantiknya.
" Tante cantik, jangan bersedih lagi lihat tante tidak cantik seperti barbie, malah seperti nenek sihir yang menyihur kita tante," Ucap Ariza
" Sini Ariza, Tante tidak bersedih, ini tadi sedang terkenal debu dari atas," Jawab Ayuna sambil menghapus air matanya
" Betulkan nek jika kita marah dan cemberut kita seperti seorang penyihir yang bisa menyihir kita, jadinya seperti nenek sirih yang sangat jelek, jadi Tante harus senyum biar seperti puteri salju," Ucap Ariza
" Iya Ariza sayang, " Jawab Mama Nadia
" Ariza sayang kamu ini dasar anak yang bikin tante seneng, Terima kasih ya atas hiburan buat tante, " Sahut Ayuna
" Sama-sama tante karena Ariza bodyguard tante jadi Ariza harus bisa membuat tante aman dan terus bahagia, " Ucap Ariza
" Iya sayang, tante sangat sayang dengan Ariza," Ucap Tante
" Ariza juga sayang kepada tante cantik," Jawab Ariza
" Jika begitu ayo kita ke sana untuk ganti pakai dulu, aku sudah menyiapkan buat Mas Hamra, " Ucap Vania
__ADS_1
Hamra berjalan dan Vania seolah mengikuti serta menyusulnya.