Kutemukan Hati

Kutemukan Hati
CURIGA


__ADS_3

Ayuna yang sudah mengambil barang-barang kebutuhan rumah tangga dengan begitu banyak, dengan 2 troli yang penuh dengan barang kebutuhan, bahkan dirinya juga membeli pelengkapan sehari-hari dirinya. Tak lupa juga dirinya mengisi listrik rumah bahkan saldo untuk toup up untuk situasi mendadak.


Ayuna mendorong troli yang penuh barang dengan santai dibantu dengan Hamra, Ariza yang sedang mengikuti sambil bertanya ngemas membuat dirinya terhibur dan diajak bicara terus menerus.


Tanpa ada beda Ariza bertanya lucu dan gemas untuk menjawabnya.


" Semua sudah, barang dapur sudah, barang rumah sudah, barang kamar mandi sudah, keperluan sehari-hari sudah, dan pulsa sudah, ternyata sudah tinggal bayar, " Ucap lirih Ayuna


" Oh iya Aku harus belikan untuk Ariza untuk beberapa hari di rumah, dia juga harus dapat jatah," Ucap lirih Ayuna sambil mencarikan nya


" Mas Hamra sudah bantu mas bawa yang ini, aku yang ini, " Ucap Ayuna minta tolong


" Ini sudah semua beneran," Jawab Hamra


" Sudah mas tinggal ke kasir untuk membayar semuanya, kita lani menuju kesana saja, " Ucap Ayuna


Vania yang setelah merawat dirinya dengan perawatan teemahal dirinya merasa percaya diri yang lebih, bahkan dirinya sudah menyiapkan baju baru untuk dirinya, rencananya dirinya ingin mengajar Hamra untuk keluar makan malam dan jalan-jalan. Apakah Hamra akan menerimanya, Vania mulai untuk menghubungi ketika saat itu.


" Aku sudah cantik perawatan tubuh yang terbaru, serta aku sudah beli baju baru untuk tampil menawan, " Ucap Vania


" Tante banyak banget barang belanjanya, ini buat siapa apakah buat orang orang dirumah, " Ucap Ariza


" Ini barang buat kebutuhan kehidupan sehari-hari kita Ariza jadi belanjanya banyak sekali," Jawab Ayuna


" Iya tante, kata Ayah kebutuhan yang sudah tercukupi itu membuat diri kita semakin rendah jadi tidak binggung lagi, apa lagi jika sudah banyak tapi kita beli tanpa ada manfaat kata Ayah juga tidak baik," Ucap Ariza


" Aduh Ariza mulai lagi, om sangat salut dengan mu, kamu sangat pintar sekali, om jadi sangat bangga pada Ariza," Sahut Hamra


" Emang sahabat pintar ini jagoan Ayah Danil, Ariza sayang...," Ucap Ayuna


Vania yang mulai menghubungi Hamra, serta Hamra mematikan panggilannya. Yang membuat Vania bertanya-tanya bahkan merasa kesal, saat itu juga Vania mulai menggunakan acamannya lagi untuk bisa berbicara dengan Hamra.


Panggilan masuk di handphone Hamra.


" Mas Ada panggilan masuk itu mas bisa di angkat dulu," Ucap Ayuna


" Iya sebentar akun lihat," Jawab Hamra


" Kenapa wanita ini memanggilnya ku, tidak ada kerjaan sama sekali, ganggu waktu ku saja, " Batin Hamra


Hamra mematikan panggilannya.


" Kok gak di angkat mas, " Ucap Ayuna


" Dari teman gak penting Ayuna, ya sudah kita langsung ke kasir saja ya, ayo Ariza bantu dorong, " Jawab Hamra


" Ada yang aneh sama Mas Hamra, aku mulai curiga sih, " Batin Ayuna


Ayuna menyusul dengan mendorong trolinya sambil memikirkan keanehan Hamra.

__ADS_1


" Ih kok gak di angkat sih, mungkin masih di belakang, ya sudah aku coba nanti aku harus mandi dulu, " Ucap Vania


Vania sejenak untuk meninggalkan handphonenya untuk bersih diri, Vania akan melanjutkan panggilannya setelah dirinya bersih diri dan wangi.


Ayuna membayar barang pesanan di kasir sehingga selesai di bayar dan di packing dengan rapi, mereke membawa ke arah mobil untuk di taruh di bagasi mobilnya.


" Mbak semua habis 10 juta, " Ucap kasir


" Sebentar nya mbak," Jawab Ayuna


" Ini mbak bisa di hitung dahulu, " Ucap Ayuna


" Oke uangnya saya Terima, dan uangnya sudah cukup, Terima kasih atas belanjanya dan selamat kembali ya ya mbak, " Ucap kasir


" Sama-sama mbak, mari" Jawab jawab Ayuna


Ayuna sudah selesai membayarnya serta barang sudah di packing dengan rapi Ayuna membawa, Hamra dan Ariza juga membawa barang yang bisa di jangkaunya.


" Ya sudah ayo kita menuju mobil, mas Hamra tolong bawakan yang ini, aku yang itu," Ucap Ayuna


" Tante cantik Ariza juga mau membantu bawa barangnya donk, kasihan jika semua yang bawa tante cantik," Ucap Ariza


" Oh Ariza mau bawa juga, ya sudah Ariza bawa yang ini saja ya, " Ucap Ayuna


" Iya tante ya sudah ayo kita segara kesana," Jawab Ariza


Kasih melihat Ariza tersenyum kagum dengan kelucuan dan kepintarannya.


Hamra berjalan membawa barang yang lumayan banyak dan segera menaruh di bagasi mobil, Hamra menata dengan rapi agar semua masuk ke dalam bagasi mobil Ayuna.


" Sini Ariza barangnya biar om tata," Ucap Hamra


" Ini om, " Jawab Ariza


" Ya sudah Ariza silahkan masuk ke mobil dulu, om biar menata barang ini dulu, " Ucap Hamra


Ariza memasuki mobil dan menata dirinya sebebas mungkin di belakang mobil.


Vania yang sudah selesai membersihkan dirinya dengan baju baby doll tidur yang membuat dirinya fresh, tak lama Vania merasa ingat bahwa dirinya mau menelepon Hamra lagi.


" Oh iya aku mau menghubungi mas Hamra untuk memberikan tahukan bahwa aku akan mengajsk dirinya jalan-jalan dan makan malam bersama, aku hampir lupa semoga kali ini di angkat, " Ucap Vania


" Sebentar aku harus ambil minum dulu, " Ucap Vania


Vania mengambil minum serta duduk, dan mulai mengambil handphonenya di meja segera menghubungi nomer Hamra


Ariza yang sudah siap di atas mobil menunggu om Hamra selesai untuk menata barang, tak lama Hamra selesai menata barang di bagasi.


Ayuna segera untuk memasuki mobilnya.

__ADS_1


" Ini semua sudah ya tidak ada yang ketinggalan ya, " Ucap Hamra


" Sudah mas tidak ada semua sudah masuk," Jawab Ayuna


" Ya sudah silahkan masuk, aku tutup pintunya," Ucap Hamra


" Iya mas, " Jawab Ayuna


Hamra menyusul memasuki mobil, dan panggilan mulai masuk di handphone miliknya.


"Mas handphone berbunyi angkat dulu, " Ucap Ayuna


" Iya saya lihat dulu siapa," Jawab Hamra


Sontak Hamra sangat kaget melihat bahwa Vania menghubunginya kembali.


" Kenapa wanita ini lagi, ada apa sih, aku harus menghindarinya," Batin Hamra


" Aduh ayo angkatlah, lama banget ngangkatnya," Ucap Vania sambil duduk manis


Hamra mematikan handphonenya.


" Malah dimatiin, aku hubungi lagi sampai di angkat," Ucap Vania


" Kenapa mas kok di matiin, itu bunyi lagi mas angkat saja, " Ucap Ayuna


" Tidak penting Ayuna nanti saya akan hubungi sendiri, " Jawab Hamra


" Kok di matiin lagi, awas mas kalau kamu main-main sama Vania," Ucap Vania


" Aku harus kirim pesan ke Hamra soal ancaman," Ucap Vania


" Hallo Mas jika kamu tidak mau mengangkat telepon aku aku akan nekat melakukan semuanya agar semua tau bahkan hidupmu akan banyak masalah, jika kamu berani silahkan, kalau tidak angkat telpon aku," Chat Vania


Suara chat masuk di handphonenya.


" Wanita ini mulai berani denganku aku harus menurutinya, agar aman untuk saat ini aku harus ikut permainannya, " Batin Hamra


" Kenapa dengan Mad Hamra dari tadi sungguh aneh, ada hal yang di tutupi dari aku, aku harus cari tau, aku juga merasa curiga," Batin Ayuna


Vania menelepon lagi sampai di angkat, bahkan dirinya mengirimkan pesan ancaman kepada Hamra


" Mas handphonenya bunyi lagi, coba mas angkat saja dulu, penting," Ucap Ayuna


" Aku angkat saja biar dia tidak telpon aku terus, aku harus angkat keluar dari mobil, " Batin Hamra


" Ya sudah aku angkat dahulu ya, sebentar aku angkat keluar dulu," Jawab Hamra


" Tumben taunya angkat handphonenya di dekat aku kenapa harus jauh, ini tidak ada yang beres aku harus mulai menyelidiki sikap Mas Hamra," Batin Ayuna

__ADS_1


Sikap Ayuna semakin curiga yang sangat, kecurigaan itu membuat Ayuna semakin ingin mulai untuk menyelidiki.


__ADS_2