Kutemukan Hati

Kutemukan Hati
GAGAL MANING


__ADS_3

Para undangan pun silih datang berganti, dari teman sang ayah Yusuf yang memadati rumah mewahnya. Dari kalangan bos yang hadir bersama keluarganya.


Para undang sedang menikmati para suguhan yang telah disuguhkan di sekitar acara tersebut, dan beranekaragam makanan dan minuman yang telah di sajikan tinggal pilih dan menikmatinya.


Ariza pun sontak meminta dan memberhentikan Mario yang ingin berjalan melancarkan tujuannya, Namun dengan akalnya Mario mampu membuat Ariza memberikan dirinya leluasa untuk mencari tau tenang apa yang menjadi tujuan Mario datang kerumah Ayuna.


Ayah Yusuf yang sedang berbicara dengan bos dan temannya yang sangat akrab dengannya dengan canda dan tawa yang sangat bahagia bahkan dirinya juga memberikan sesuatu kepada sahabatnya itu dengan baik.


Bibi Kuni dan Simbok Sumi yang sedang sibuk menyiapkan makanan yang spesial dan terus memasaknya dan menunggu makanan yang habis untuk segera di siapkan dan di tambahan lagi dengan undangan yang sangat banyak yang datang.


Danil yang menatap Ayuna dengan tanpa kedipan itu, seolah melihat bidadari yang turun dari langit untuknya, rasa mengebu dan rasa senangnya semakin menjadi karena dirinya bisa bertemu dan berjumpa Ayuna dengan mudah, dan dengan cara yang sangat mudah.


Danil sangat terobsesi dan terbujuk dengan ego yang sangat besar bahkan kerjasama bersa Vania yang membuat Danil semakin menjadi-jadi, Danil mampu di pengaruhi oleh wanita yang sangat licik dan menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan yang dimau dengan mudah.


Mario berjalan untuk melakukan aksinya.


" Om mau kemana kesini, jangan ke mana-mana, Ariza mau bersama om, dan mau banyak tanya kepada Om," Ucap Ariza


" Waduh bagaimana ini, Ariza seperti itu, kalau aku tidak bisa berfikir dan cepat bertindak maka aku tidak akan mendapatkan informasi, aku harus mencari cara bagaimana aku bisa terlepas dari Ariza," Batin Mario


" Iya sebentar ya Ariza, mau kebelakang sebentar, om sudah tidak kuat," Jawab Mario


" Ya sudah kalau begitu om, " Ucap Ariza


Ariza berlari menuju ke arah Ayuna dan memegang tanganya dengan erat. Ayuna yang senyum kepada Ariza.


" Sungguh cantik dirimu sayangku, aku sangat mencintaimu dan aku ingin memiliki mu kembali, maukah kamu menjadi ibu Ariza, walaupun kamu ingin segera menikah tapi aku tetap berjuang untuk mendapatkan dirimu sebelum janur kuning melengkung," Batin Danil


" Sungguh hari ini kamu mampu membuat diriku terpanah dan membuatku merasa diriku tidak berdaya dengan kecantikanmu, " Batin Danil


Dewi yang sedang menata makanan dan menaruh jajan di tempatnya melihat pandang Danil yang memiliki niat buruk dan rencana untuk keluarga Ayuna, Dewi merasa bahwa Danil tersenyum aneh dan senyum menuju ke Ayuna.


" Aduh mungkin ini akan menjadi suatu masalah dan cerita yang baru, seperti Mantan Ayuna masih memiliki rasa yang dalam terhadap Ayuna, aku lihat dia melakukan dan merencanakan sesuatu terhadap Ayuna, semoga Ayuna bisa menjalani dan lindungi sahabatku," Ucap Dewi

__ADS_1


Mario yang terlepas dari Ariza akhirnya dirinya berjalan untuk menuju ke toilet agar seolah-olah dirinya pergi ke toilet beneran, setelah sampai di tengah perjalanan Mario mencari tentang apa yang ingin ia cari di rumah Ayuna.


Mario mulai melihat disekitar tamu dan dinding rumah Ayuna mungkin ada foto yang terpajang di rumahnya, dan menuju ke gudang yang menyimpan barang berharga bahkan diruang kerja Ayuna.


" Aku harus mulai dari mana ini, aku harus memanfaatkan semua kesempatan ini mumpung juga dalam suasana pesta jadi mereka sibuk dengan acara dan para undangan," Ucap Mario


Mario merasa binggung ingin memulai dari mana ia untuk mencari tau dan informasinya.


Dewi yang menghampirimu Ayuna ingin berbicara kepadanya tetapi kalah cepat dengan Danil sehingga Dewi untuk memutuskan untuk kembali ke dapur untuk membantu Tante Nadia. Danil berjalan menuju Ayuna.


" Beb..., " Ucap Dewi


" Ayuna..," Sahut Danil


" Iya Beb ada apa, " Jawab Ayuna


" Waduh orang ini, ya sudahlah aku tidak jadi kalau begitu," Batin Dewi


" Oh gitu ya, aku taruh dapur beb," Ucap Ayuna


" Ya udah beb aku coba lihat saja, " Jawab Dewi


Dewi meninggalkan mereka agar mereka saling berbicara.


" Oh iya ada apa Mas Danil, " Sahut Ayuna


" Tidak apa, hari ini kamu tampil begitu cantik dan memukau sekali, " Ucap Danil


" Ah Mas Danil bisa aja, Terima kasih," Jawab Ayuna


" Oh iya ngomong-ngomong dimana calon kamu, kok tidak ada di acara," Tanya Danil


" Oh Mas Hamra yang Mas Maksud, dia sedang ada tugas diluar kota Mas jadi tidak bisa di tinggal sehingga tidak bisa hadir di acara Ayahku, begitu ceritanya," Jawab Ayuna

__ADS_1


" Oh begitu ya, aku kira sedang ada masalah apa, " Ucap Danil


" Tidak kok Mas, emang sedang ada tugas yang penting dan tidak bisa si tinggalkan, oh iya Mas ayo di nikmat hidangan yang ada, aku lihat Mas belum sama sekali mencicipi," Jawab Ayuna


" Iya, aku akan segera mengambil dan mencicipinya," Ucap Danil


Danil mengambil makan dan minuman bahkan merasakan hidangan yang ada di sana.


Mario yang sedang memulai dari luar yang melihat di dinding melihat jika ada gambar yang berkaitan dengan tentang lelaki itu, Mario terus berjalan dan tidak menemukan sama sekali, dan Mario berganti ke tempat gudang tempat penyimpanan barang yang masih berguna dan di simpan ditempat lain.


Dengan berani dan hati-hati Mario segera mencari kamar gudang yang ada di rumah Ayuna. Bahkan diri mencari kunci di sekitar rumah agar dirinya bisa masuk ke gudang tersebut.


Tak lama Mario tidak menemukan kunci dan bagaimana dirinya bisa masuk kedalam gudang, sehingga dirinya mencari cara untuk mendapatkan kunci dengan mudah.


Mario melihat ada Paijo yang dia pikir orang yang bertugas bersih -bersih dirumah Ayuna, Mario berani untuk bertanya kepadanya.


" Permisi," Ucap Mario


" Iya den, bisa Paijo bantu," Jawab Paijo


" Bapak orang yang berkerja di rumah sini ya, gini pak saya tadi mau ambil barang tapi kata mbak Ayuna suruh untuk mengambil di gudang, tapi aku belum ada kunci, mungkin bapak bisa kasih kunci gudangnya," Ucap Mario


" Oh begitu ya den, bentar Paijo ambilkan terlebih dahulu," Jawab Paijo


" Baik Pak saya tunggu," Ucap Mario


" Sungguh keberuntungan yang aku tunggu, hahaha, " Batin Mario


Tak lama kemudian Paijo telah memberikan kunci gudang kepada Mario dan Paijo meninggalkan Mario, Mario mulai mencari tau tentang lelaki itu.


Mario mencari dan terus mencari sampai dirinya kelelahan membuat dirinya capek tidak mendapat sama sekali. Dan Mario kembali mencari ke ruang kerja Ayuna.


Mario tak sama sekali mendapatkan apa yang ia inginkan sehingga dirinya sangat marah apa yang dilakukan tidak mendapat hasil sama sekali

__ADS_1


__ADS_2