
Tak lama kemudian Danil sampai diruang Ayuna, Danil masuk dengan menunggu Ayuna telah siap diacara untuk memberikan kejutan dengan datangnya Ariza ke acaranya.Danil dengan santai memberikan tahukan kepada Ariza kapan untuk masuk kedalam rumah Ayuna.
Mario yang lagi sedang di tengah perjalanan menuju rumah Ayuna, Mario sempat salah besokan dan membuat dirinya berhenti dan bertanya untuk menuju kealamat Ayuna, tak lama Mario sampai dan dirinya siap untuk masuk. Kedalam rumah Ayuna.
Dewi yang sudah berada di ruang Ayuna membantu menyiakan perlengkapan dan hidangan untuk para undangan yang datang di acara itu.
Ayuna bersiap diri, serta Ayuna berhias dengan cantik bak seperti Puteri dengan gaun yang cantik.
Suasana yang masih sepi, Ayuna pun ditanya oleh sang ayah Bahwa tiada Hamra yang datang di acara, Ayuna memberitahu bahwa Hamra sedang ada kerja di luar kota yang tidak bisa datang ke acara, malainkan Ayuna telah memberitahukan kepada ayahnya undangan adik kelas Ayuna yang akan datang.
Mendengar pemberitahuan itu, Ayah Yusuf merasa maklum jika Hamra tidak bisa datang karena suatu hal yang penting yang berkaitan kerja yang tidak bisa ditinggalkan.
" Beb sudah sampai ya kamu, aku tidak atau tadi aku sedang berhias di kamar, muach" Tanya Ayuna sambil cipika cipiki
" Muach, iya beb sudah dari tadi terus bantu Tante Nadia, " Jawab Dewi
" Sayang,..., " Panggil Ayat Yusuf
" Iya Yah, Ada apa," Jawab Ayuna
" Beb bentar ya Aku tinggal, di panggil ayahku, " Ucap Ayuna
" Iya Beb," Jawab Dewi sambil menata jajanan
Dewi yang sedang menata jajanan dan makanan serta kesana kemari untuk menyiapkan hidangan untuk para tamu. Ayuna pun menghampiri Ayah dan mendengarkan apa yang Ayah ingin sampaikan kepadanya.
" Iya Yah, ada apa, apa ada yang di tanyakan, " Ucap Ayuna
" Iya ada oh iya kamu tidak memberitahu Hamra untuk acara ini ya, dari tadi dia belum muncul di acara ini, apakah kamu lupa sayang," Tanya Ayah Yusuf
" Bukan Yah, tapi Mas Hamra tidak bisa datang karena ada kerjaan di luar kota, sebelumnya Ayuna sudah memberi tahu kepadanya tapi berbarengan dengan tugasnya dan saat itu Mas Hamra sudah berada di luar kota, ya tidak mau Mas Hamra menitip salam saja," Jawab Ayuna
" Ya sudah kalau begitu, Ayah kita kamu lupa memberitahu kepada Hamra, jika seperti itu tidak apa, juga berkaitsn kerja yang penting, " Ucap Ayah Yusuf
" Tapi, Ayuna mengundang Adik kelas Ayuna yang lama tidak berjumpa untuk datang ke acara ini Yah, udah lama kita tidak berjumpa, dia orangnya baik bahkan dia mau main kesini, ya aku undangan kebetulan ada acara biar ramai," Ucap Ayuna
" Tidak apa sayang, semakin banyak yang datang semakin bagus, kan kita berkumpul untuk silahturahmi dan menjalin ukhuwah islamiyah, serta berbagi kesesama," Jawab Ayah Yusuf
" Ya alhamdulillah jika Ayah mengizinkan," Ucap Ayuna
__ADS_1
Diselah pembicaraan Ayuna dan Ayah Yusuf, Mario yang di maksudkan datang dan langsung menuju kerumah dan bertemu dengan Om Yusuf, Ayuna mengenalkan kepada sang Ayah.
" Aku sudah tiba dirumah Ayuna, ternyata Ayuna anak orang kaya, dan dirinya pintar dan cantik sekali, aku segera masuk pasti Ayuna sayang sudah menungguku didalam, " Ucap Mario dengan percaya diri
Danil yang sudah sampai depan rumah dia menahan sejenak.
"Asyik kita sudah sampai rumah tante cantik," Ucap Ariza sambil membuka Pintu mobil
" Ariza sayang bentar," Jawab Danil
" Emang kenapa Yah, bukannya kita mau datang ke acara di rumah tante cantik kok Ariza tidak boleh keluar," Ucap Ariza dengan lucu
" Bukan begitu, kita masuk kesana sebentar lagi, kita mau memberi suprise kepada tante cantik," Jawab Danil
" Oh begitu ya Yah, ya sudah Ariza tunggu aja dari Ayah," Ucap Ariza
" Iya sayang, tunggu sebentar ya, sabar kita akan siapkan, " Jawab Danil
" Itu Yah orangnya datang, " Ucap Ayuna
" Mario selamat datang dirumah ku, " Ucap Ayuna
" Wau sungguh cantik dan menawan dirimu hari ini sayang," Batin Mario
" Oh iya, sekarang sudah senang dan menjadi kebanggan sendiri sudah sampai rumah Mbak, oh sendirian saja," Ucap Ayuna
" Iya Mbak sendirian saja," Jawab Mario
" Selamat datang dirumah om, semoga kamu senang, ya sudah im tinggal dulu kamu lanjutkan bincang-bincangnya, " Sahut Ayah Yusuf
" Baik om, Terima kasih," Jawab Mario
Sontak Mario teringat dengan misinya, sehingga Mario sedikit menghilang egonya dengan Ayuna, dirinya fokus mencari tau lelaki yang sedang dekat dengan Ayuna, Mario tujuan datang kerumah Ayuna sedang mencari tau tentang sosok yang menjadi penghalang hubungannya itu.
" Aku harus cari cara bagaimana aku bisa mencari tau soal lelaki yang sedang dekat dengan sayangku, aku sejenak untuk melawan egoku untuk mbak Ayuna," Batin Ayuna
Mario yang sangat mengebu ingin mencari tau tentang dirinya. Danil mulai memasuki rumah dan mengajak Ariza untuk masuk, Ayuna melihat Ariza bergitu senang, sontak saat itu Mario merasa terbantu dan senang dengan situasi itu Mario bisa mencari tau tentang sosok lelaki yang menjadi kekasih Ayuna.
Tak lama Danil mengajak Ariza untuk turun dan membawa bingkisan yang sudah Ayah Danil siapkan untuk Ayuna.
__ADS_1
" Sayang kalau begitu ayo kita masuk, saatnya kita masuk kedalam," Ucap Danil
" Ayo Yah kalau begitu, Ariza tidak sabar ingin bertemu dengan Tante cantik," Jawab Ariza
" Ya sudah ayo segera turun, Ariza bawa bingkisan yang Ayah siapkan tadi ya, nanti kasihkan kepada Tante cantik, " Ucap Danil
" Iya Yah, nanti Ariza berikan kepada tante cantik, " Jawab Ariza
" Ayo Mario di nikmati hidangan yang ada disana, sambil nunggu semua datang," Ucap Ayuna
" Iya Mbak nanti saja, masih sepi nunggu senja datang saja," Jawab Mario
Tak lama kemudian semua undangan berbondong-bondong datang silih berganti, serta di susul Ariza yang berjalan menuju Ayuna, Ayuna seolah yang tidak merasa tau bahwa Ariza telah datang.
" Tante cantik, " Teriak Ariza
" Ariza sayang...., " Jawab Ayuna
" Rupanya Mas Danil datang juga, kasih sekali sekarang hidup sendiri, oh ini Ariza ya Buah hati Vio dengan Danil, sangat lucu," Batin Mario
Ariza yang berlari menuju ke Ayuna dan mereka langsung berpelulan erat, Ayuna yang sedikit duduk dengan datangnya Ariza.
" Ariza sayang kamu datang juga, Tante sangat senang sekali, bagaimana kabar kamu baikkan," Tanya Ayuna melepaskan pelukannya
" Alhamdulillah baik Tante, kebetulan tadi Ariza dan Ayah mau kesini dan ternyata ada pesta ya kebetulan saja tante, oh iya ini untuk tante Terima ya," Jawab Ariza
" Wau Terima kasih sayang," Jawab Ayuna
Mario melihat kesabaran dan ketulusan Ayuna kepada anak kecil membuat dirinya sangat terkesan sedih dan Mario sangat beruntung jika mendapat Ayuna yang menurutnya figur Ibu yang sangat baik dan sangat istimewa.
Tak disangka Ariza pun menghampiri Mario dirinya berjabat tangan dan membuat Mario merasa tenang, bahkan bahagia serta diri merasa bersalah dengan perlakuan terhadap kedua orang tuanya, sontak setelah itu Mario menghilangkan rasa kasihan lagi demi apa yang dia inginkan tercapai, karena dirinya merasa sudah disakiti berulang kali.
" Om perkenalkan nama aku Ariza, nama om siapa, salam kenal ya, " Ucap Ariza sambil mencium tangannya
" Nama om Mario, salam kenal juga, oh iya om boleh tau kenapa Ariza mau kenalan dengan om," Jawab Mario
" Oh kata Mama ketika kita melihat orang yang baru dan dia merasa baik jika kita mau kenal, kita harus berkenalan Om, " Ucap Ariza
" Kamu sangat pintar dan lucu Ariza, om sangat bersalah terhadap apa yang om lakukan kepada keluarga mu, ah sudah lah Mario kamu harus fokus," Batin Mario
__ADS_1