Kutemukan Hati

Kutemukan Hati
KEBERHASILAN DANIL


__ADS_3

Danil yang ngobrol dengan Ariza ketika Ayuna mengambil barang-barang di kamar Ariza, Ariza menceritakan tentang Ayuna kepada sang ayahnya.


Ariza sangat menyukai Ayuna, bahkan Ariza sangat dekat dengan Ayuna, perasaannya mulai terjalin satu sama lain.


Mama Nadia yang menyayangkan hubungan Danil dan Ayuna pada saat itu, gara-gara sikap Ayah Ayuna terhadap laki-laki sangat ketat yang membuat semua lari dengan aturan ayah Ayuna yang sangat tidak wajar.


Mama Nadia menyayangkan hubungan yang paling lama diantara Ayuna dan Danil, mungkin jika Danil kuat dan berani pasti Ayuna sudah berumah tangga serta mendapatkan buah hati yang sangat pintar seperti Ariza.


Ayah Yusuf yang melihat renungan Mama Nadia membuat dirinya sendiri, bahwa apa yang terjadi saat itu tidak pantas untuk dilakukan, bahkan Danil merasa bahwa semua kesalahan Danil, semua karena sikap Ayah Ayuna yang sangat berlebihan, Ayah Yusuf hanya bisa belajar dari pengalaman dan kini, Ayah Yusuf sudah melepaskan sikap yang telah membuat kehidupan untuk mencari kebahagiaan tanpa ada batasan dan ikatan yang membuat berat untuk mencari jati diri dan kemantapan niat.


Ayuna yang sambil mengambil barang terus meneteskan air mata. Ariza sangat membuat diri sayang walaupun bukan dari rahimnya, Ayuna sudah mengangga dirinya puteranya sendiri, dari situ Ayuna belajar banyak untuk menjadi seorang ibu untuk anak-anaknya nanti.


" Ariza bagaimana Ariza di rumah tante suka tidak," Ucap Danil


" Ariza sangat suka ayah, tante sangat baik, bahkan nenek dan kakek juga baik, Ariza diajak main, makan bareng, juga di berikan mainan oleh nenek dan kakek, ayah tau tidak baju ini Tente cantik yang membelikan, ayah suka tidak," Jawab Ariza


" Oh iya, syukurlah kalau jagoan ayah senang dan bahagia, emang Ariza suka dengan bajunya, kalau ayah sangat suka," Ucap Danil


" Suka Yah, ini baju sangat Ariza suka, lihat sudah kayak seperti Superman, dengan model baru Yah," Jawab Ariza


" Iya sayang sudah seperti Superman, jagoan ayah," Ucap Danil


Hamra sontak kangen dengan Ariza sih anak pintar itu bahkan dirinya akan mengajak lagi untuk bermain dan jalan-jalan, rasa Hamra juga merasa nyaman dengan Ariza, Ariza anak yang pintar dan tidak nakal membuat dirinya suka terhadap dirinya.


" Kenapa akun teringat Ariza ya, si anak itu bikin aku teringat, kepintaran dan kelucuannya, aku akan mengajakkan lagi nanti jika sudah ada waktu untu bertemu," Ucap Hamra


Hamra saja merasakan kenyamanan terhadap Ariza, bahwa Hamra berharap agar buah hatinya nanti akan seperti sikap Ariza.


" Andaikan dulu Danil sudah mau menikah dengan Ayuna pasti dirinya sudah menjadi keluarga yang bahagiakan, bahkan cucu yang selama ini yang aku dambakan pasti sudah seperti Ariza, pintar, lucu dan aktif seperti Ariza," Ucap Mama Nadia


" Tetapi jalan mereka berbeda dengan pemikiran saya, itulah kehidupan," Ucap Mama Nadia


" Pasti mama memiliki sesuatu tentang hubungan mereka di masa lalu, membuat dirinya sangat sedih, aku harus menemui Mama, " Ucap Ayah Yusuf menghampiri.


" Mama, maafkan sikap Ayah yang kemarin membuat kehidupan Ayuna seperti itu, Ayah tau Mama pasti memikirkan hubungan Ayuna dengan Danil sehingga mereka tidak jadi menikah dan sekarang Danil sudah memiliki buah hati, " Ucap Ayah Yusuf dari belakang memeluk


" Ayah, sudahlah semua juga bukan salah ayah, semua sudah jalan yang terbaik untuk kita, sekarang kita berdo'a untuk kehidupan terbaik keluarga kita Ayah," Jawab Mama Nadia


" Iya Ma, tetapi jika ayah tidak seperti kemarin pasti kehidupan Ayuna sudah bahagia dan tidak akan seperti ini," Ucap Ayah Yusuf

__ADS_1


" Sudahlah Ayah, semua sudah terjadi sekarang kita lupa semuanya, kita buka lembaran baru, oh iya Ayah sana temui Danil agar dirinya senang bahwa Ayah tidak menaruh marah terhadapnya, Danil merasa bahwa kita terhadap sehingga dirinya tidak berani bersilaturahmi kesini Yah, lah saatnya sekarang ayah kesana biar semua pemikirannya tidak seperti itu," Jawab Mama Nadia


" Ya sudah Ayah akan kesana untuk menemuinya," Ucap Ayah Yusuf


" Iya Yah, nanti Mama akan menyusul," Jawab Mama Nadia


Ayuna yang sedang bersedih itu membuat dirinya mengulur waktu agar Ariza masih berada di rumahnya.


Ayah Yusuf menghampiri Danil.


" Kakek..., " Ucap Ariza sambil berlari memeluknya


" Ariza..., " Ayo sana lagi, " Jawab Ayah Yusuf


" Om," Ucap sekilas Danil


" Kakek ini Ayah Ariza, namanya Ayah Danil," Ucap Ariza


" Iya Ariza," Jawab Ayah Yusuf


" Om, bagaimana kabarnya baik-baik saja kan, maafkan Danil jika ada salah, " Ucap Danil


" Alhamdulillah baik saja, sudah tidak apa, semua tidak seperti itu, sekarang kamu sibuk apa selain mengurusi Ariza," Jawab Ayah Yusuf


" Kalau om sendiri kesibukan apa, " Tanya Danil


" Om ya masih biasa ke kantor dan jika tidak ada hal yang berbaur kantor ya dirumah habiskan waktu bersama keluarga saja," Jawab Ayah yusuf


Ayuna mulai menghapus air matanya dan segera untuk turun membawa barang yang sudah disiapkan, Ayuna merasa egois jika diri berlaku seperti itu. Mama Nadia menuju ruang tamu sambil membawa minuman dan cemilan untuk Danil.


" Ayah Kakek memberikan Ariza sebuah perkataan, jika kita sedang marah-marah tidak boleh melukai siapapun, kita harus tahan amarah, " Ucap Ariza


" Ariza ini sangat pintar sekali, aduh Ariza, " Batin Danil


" Iya sayang, " Jawab Danil


Ayah Yusuf tidak sadar dan hanya berdiam diri, bahwa Ariza memberikan tahukan sikap ayahnya ketika marah-marah.


" Danil silahkan diminum dan di rasakan cemilannya sambil menunggu Ayuna mengambilkan barangnya," Ucap Mama Nadia

__ADS_1


" Iya tante, aduh repot banget tante," Sahut Danil


" Tidak sudah minum, mumpung masih hangat," Ucap Mama Nadia


" Sudah aku harus menghapus air mataku, aku harus segera membawa barang Ariza ke bawah, sudah lama aku menahan ini, jika aku berlaku sepertu itu aku egois terhadap diriku, Danil juga butuh dan berhak atas Ariza, ya sudah akun segera kebawah," Ucap Ayuna sambil membawa barang turun


Ayuna membawa barang dari kamar untuk dibawa ke bawah untuk diberikan kepada Danil. Sesampainya disana Ayuna memberi barang Ariza.


" Itu tante cantik, " Ucap Ariza


" Iya Ariza," Jawab Ayuna


" Maaf tadi lama saya mengchek kembali nanti takutnya ada yang terlupa Mas Danil, " Ucap Ayuna


" Tidak apa, " Jawab Danil


" Aku tau bahwa kamu sedang bersedih, dan kamu untuk menahan Ariza, aku tau sifat dan sikap kamu, tapi bagaimana lagi ini suatu rencana ku untuk mendapatkan dirimu lagi sayang, rencana aku berhasil, " Batin Danil


" Lebih melangkah lagi pasti akan lebih berhasil tunggu rencanaku," Batin Danil


" Ya sudah Sekarang Ariza pamit kepada tante dan semua yang ada disini, " Ucap Danil


" Iya Ayah," Jawab Ariza


" Nek, kakek Ariza pamit pulang dulu ya, Ariza akan selalu merindukan kalian semua, jika ada hari luang Ariza akan kesini lagi, " Ucap Ariza


" Iya sayang, harus main kesini ya pastinya Nenek dan kakek sangat merindukan Ariza," Jawab Mama Nadia


" Tante cantik, Terima kasih semuanya ya, tante baik, tante tidak boleh sedih ya, nanti Ariza kesini lagi untuk menjenguk tante, dan Ariza akan selalu merindukan tante, " Ucap Ariza


" Ariza sayang tante sangat sayang kepada Ariza, iya Tante akan selalu menunggu Ariza, tetap menjadi anak yang baik dan pintar," Jawab Ayuna


" Iya tante, " Ucap Ariza


" Sudah sayang," Sahut Danil


" Sudah Yah, " Jawab Ariza


" Danil dan Ariza mau pamit dulu om, tante, Terima kasih atas semua bantuannya, buat Ayuna Terima kasih atas waktu dan pengorbanan kamu kepada puteraku, sudah menjadi teman Ariza, saya tidak tau mau berbuat apa kebaikan kalian, kalau begitu aku pamit dulu, mari," Ucap Danil

__ADS_1


" Iya mas sama-sama, sudahlah semua saling membantu, Hati-hati dijalan, dahhh... Ariza, " Jawab Ayuna


Ariza dan Danil berjalan menuju teras rumah, mereka mwngantar bahkan Danil dan Ariza masuk ke mobil ketika mereka mulai melaju, Air mata Ayuna menetes, Mama Nadia hanya bisa mengelus pundak sang Puteri agar tenang.


__ADS_2