
Setelah Hamra bertemu dengan Vania, Hamra mulai meninggalkannya dan dirinya untuk menuju ke dekat Ayuna lagi.
Hamra takut jika terjadi fitnah. Yang akan dilakukan Vania sehingga Hamra meninggalkan dengan cepat dan segera menuju ke Ayuna.
" Sudah selesai dari kamar mandi, " Ucap Ayuna
" Sudah, jawab Hamra
Ayah Yusuf sedang bersantai dengan mama Nadia membahas soal Ayuna dan Hamra, Ayah Yusuf mulai senang dan percaya bahwa pilihan yang di ambil oleh ayuna adalah jalan yang terbaik untuk dirinya.
" Ma seperti apa yang Ayah pikiran selama ini salah, Hamra seperti seorang yang pantas bersanding dengan ayuna Puteri kita," Ucap Ayah Yusuf
" Mama udah yakin dari jauh hari, pribadi Hamra itu sudah baik dan bagus menurut Mama, apalagi dirinya sopan santun, berkerja keras dan sederhana, maka dari itu mama sangat mendukung Ayuna berhubungan dengan Hamra, daripada dengan mantan-mantannya mereka jauh ketika Ayah mengetes nya dia udah kabur dan belum membuktikan, lihat saja Hamra dia sabar dan terus berproses untuk membuktikan kepada Ayah, jadi artinya Hamra serius dengan niatnya," Jawab Mama Nadia
" Mama benar juga tapi Ayah sangat tertutup dengan masa lalu Ayah jadi membuat Ayah Yusuf selalu berseleksi secara sempurna," Ucap Ayah Yusuf
" Susah sekarang Ayah sudah berubah, dukung saja Puteri kita yang penting kita kasih arahan jangan ikut campur masalah anak kita hanya sebagai perantara dan pembantu jika mereka butuh kita, " Jawab Mama Nadia
Danil yang merasa dirinya gagal dalam berumah tangga melihat kemesraan Hamra dan Ayuna seakan-akan tidak menerimanya, Danil ingin memilikinya. Mungkin dirinya akan melakukan sesuatu kepada dirinya.
" Ayuna sekarang sangat bahagia, aku melihat diri semakin cantik, kuat dan lebih pesona, wajar jika banyak yang suka dengannya," Ucap lirih Danil
Vania yang sedang kesal dengan sikap Hamra yang membuat dirinya semakin marah kepadanya. Vania ingin melakukan sesuatu dalam pesta tersebut. Agar dirinya merasa malu.
" Ih... Dasar cowok jual mahal, pokok aku harus bikin Ayuna tau kalau dirinya membuat diriku seperti ini, semua cowok yang aku suka menolak ku demi dirinya," Ucap Vania
Tiba-tiba Arka dan Riko hadir dengan istri dan anaknya membuat Vania semakin kesal dengan Ayuna, mereka yang sukai sudah nikah dan bahagia, bahkan danil saja tidak tau bahwa dirinya juga di suka oleh Vania.
" Mas Hamra mau makan apa biar Ayuna ambilkan," Tanya Ayuna
Perhatian Ayuna juga membuat hati panas Vania karena semakin mesra dan semakin ingin memilikinya, bahkan Vania merasa ingin mencari cara agar dirinya memisahkan hubungan mereka berdua.
Danil kelihatan juga cemburu dan sedikit menaruh rasa tidak suka terhadap kemesraan mereka.
" Hey bro apaa kabar kamu, gimana sehat sekarang," Ucap Arka
" Hey bro sehat, namun juga sehat ya," Jawab Danil
__ADS_1
" Kenapa kamu masih teringat Ayuna, hem.. Aku saja udah melupakannya, itu lihat Ayuna cocok dengan calonnya, " Ucap Arka
" Tida, aku aja sudah nikah walaupun rumah tangga ku tidak bertahan lama, " Jawab Danil
" Aku ikut prihatin ya pasti ada jalan, ya sudah aku main kesana dulu nanti kita ngobrol bareng lagi," Ucap Arka
" Iya siap bro," Jawab Danil
" Ayo sayang kita kesana dulu, makan dan minum dulu," Ucap Arka ke istri anaknya
Tiba-tiba Vania melihat Danil yang ada rasa tidak suka terhadap hubungan mereka dan masih merasa ada ikatan suka terhadap Ayuna akhirnya Vania menjadi jalan untuk kerjasama kepadanya. Tetap sebelum itu Vania menahannya melihat Riko datang bersama istri menghampiri Danil.
" Seperti Danil masih ada rasa kepada Ayuna, dasar lelaki bodoh sudah nikah dan rumah hancur masih mikirin mantan, ah tidak apa ini sangat baik dan kabar baik untuk ku, suatu alat sudah ada di depan mata, " Ucap Vania senyuman sinis
" Hay bray, apa kabar sehat ya," Ucap Riko
" Hey bray, sehat donk bagaimana sehat kamu dan keluarga," Jawab Danil
" Sehat donk lihat ini kesini sama istri yang sehat lah, oh iya aku dengar kamu berpisah dengan istrimu, aku jadi perihatin dan semangat aja ya pasti ada jalan terbaik untukmu, mungkin kamu mau jadi suaminya teman aku kalau mau aku kenalkan," Jawab Riko
" Ya sudah kalau begitu," Ucap Riko
Akhirnya mereka menemui Ayuna untuk berbincang-bincang kepadanya.
" Hay Ayuna apa kabar sehat ya, " Sapa Arka
" Ayuna, " Sahut Riko
" Eh kalian berdua apakah kabar, sehat ya kalian berdua, kenali aku Ayuna teman Riko dan Arka saat waktu SMA, " Jawab Ayuna
" Oh iya Mas Riko dan Arka kenalin ini mas Hamra, isinya Alloh calon dan pendamping Ayuna sampai kapanpun," Ucap Ayuna
" Wau selamat ya, semoga kalian langgeng dan bahagia, jangan lupa pesta pernikahan undang kami berdua heheh," Ucap Arka
" Iya jangan lupa kan lihat teman lama senang kita ikut seneng, " Sahut Riko
" Do'akan saja Mas, jika waktunya tiba pasti tidak lupa kalian semua," Ucap Ayuna
__ADS_1
" Kenalkan aku Hamra teman dekat Ayuna, senang kenalan dengan kalian, " Ucap Ayuna
" Siap bro, jaga baik-baik Ayuna, kalian pasangan yang sangat serasi dan cocok, " Ucap Arka
" Terima kasih," Ucap Ayuna
" Oh iya namanya siapa adik cntik dan adik ganteng," Tanya Ayuna
" Nama aku Aliya tante, " Ucap Aliya senyum manis
" Kalau aku namanya Rey, seperti Ayah ku ganteng kan tante, " Ucap seru Rey
" Iya cantik sekali, dan Rey sangat tampan seperti ayahnya," Jawab Ayuna
" Hay Danil, sendiri saja aku lihat kamu sedang ada yang tidak suka memandang sesuatu," Ucap Vania
" Hey Vania, apa kabar, " Jawab Danil
" Baik juga, kayaknya kamu tidak suka melihat hubungan Ayuna dan pasangan itu, mungkin kamu masih ada rasa cinta kepada Ayuna bukan," Ucap Vania
" Kamu ngomong apa sih, ngaco aja," Ucap Danil
" Danil... Danil mata kamu tidak bisa kamu bohongi, walaupun aku sangat suka kepada mj saat itu tapi kamu lebih memilih ke Ayuna, sekarang kamu masih suka setelah kamu gagal berumah tangga," Jawab Vania
" Emang kenapa masalah buat kamu Vania," Ucap Danil
" Bukanlah, tapi jika kamu masih suka dengannya kamu masih ada waktu untuk mencuri dan miliki dirinya, sebelum janur melengkung tiba, " Jawab Vania
" Kenapa kamu ingin memisahkan mereka," Tanya Danil
" Kalau tidak udah tau alasan saya, pastinya aku sangat suka dengan calon dari Ayuna, jadi aku harus bisa memilih dirinya, jika kamu mau kita bisa berkerja sama untuk menghancurkan hubungannya, " Jawab Vania
" Gila kamu ini, aku tidak habis pikir dengan jalan pikir kamu, " Ucap Danil
" Kenapa, tidak udah aku pikir, jika kamu mau berkerjasama dengan ku kamu bisa hubungi aku, aku sudah taruh nomer handphone aku di handphone mu, " Jawab Vania
Danil sejenak berpikir dan belum bisa memutuskan tentang soal itu, apakah Danil akan menghubungi Vania untuk kerjasama untuk memisahkan hubungan mereka berdua.
__ADS_1