Kutemukan Hati

Kutemukan Hati
KEJUJURAN HAMRA


__ADS_3

Ayuna sesampainya menemui Hamra dirinya langsung bertanya kepada Hamra dengan sejujurnya, bahkan tanpa ada kata basa-basi sedikitpun. Hamra yang merasa aneh dan binggung apa yang di katakan oleh Ayuna kepadanya.


Pagi itu Ayuna bangun lebih pagi dan siap untuk bertemu dengan Hamra, Ayuna ingin menjelaskan semuanya yang terjadi pada malam itu, yang dimana Ayuna mengetahui bahwa dirinya pergi berdua dengan teman satu SMAnya.


Ayuna sangat tidak sabar mendengar jawaban dari Hamra.


Hamra yang saat itu bahagia karena dirinya bertemu dengan pujaan hatinya yang selama ini ia cintai, bahkan Hamra sangat tidak sabar bisa berbicara langsung dengan Ayuna.


Hamra yang tidak tau apa yang terjadi nanti, hanya bayangan di benaknya untuk ssaling bertemu kangen dan melepaskan rindu.


Mama Nadia yang sesuai menyiapkan sarapan pagi sambil bertanya kepada Ayuna.


" Tumben sayang bangun pagi sekali, emang mau kemana," Tanya Mama Nadia


" Alhamdulillah Ma, aku mau menyelesaikan masalah aku biar sekali tuntas, bahkan syukurnya aku semangat untuk itu, jadi sekarang aku mau menyelesaikan masalah aku, " Jawab Ayuna


" Baguslah kalau begitu, Mama akan selalu dukung kamu, kalau bisa di selesai secara tuntas biar tidak jadi beban sayang, kalau begitu Sayang sarapan dulu saja kalau buru-buru," Ucap Ayuna


" Tidak Ma, tunggu sarapan bersama saja, Juga ini masih pagi," Jawab Ayuna


Panggilan masuk dari Danil.


" Mas Danil meneleponku ada apa ya," Ucap Ayuna


Ayuna mengangkat panggilan masuk di handphonenya.


" Hallo Mas Danil, bisa saya bantu, " Jawab Ayuna


" Pagi Ayuna, maaf pagi-pagi sudah telepon kamu, hanya kasih tau saya kalau hari ini aku mau pulang paling besok saya mau ambil Ariza kalau tidak keberatan," Ucap Danil


" Oh begitu ya mas, kalau Ayuna tidak keberatan, kalau gitu mas besok datang saja, nanti saya siapkan semua perlengkapan milik Ariza," Jawab Ayuna


" Ya sudah, hanya kasih informasi soal itu saja ko, " Ucap Danil

__ADS_1


" Iya Mas," Jawab Ayuna


Ayuna merasa lega mendengarkan telpon dari Danil dari sini dirinya sangat sayang terhadap Ariza disisi lain Ariza juga harus bersama ayahnya.


Danil yang hanya bersandiwara dengan puas rasanya dalam hatinya, dengan tawa senang membuat dirinya bahagia yang sangat antusias.


Jam sarapan tiba dan akhirnya mereka menikmati sarapan pagi dengan bersama, melainkan Hamra juga sarapan pagi sendiri ndi mejanya.


Vania yang pulang dengan sedikit kecewa itu membuat dirinya menerima dengan lapang dada bahwa Hamra sakit ternyata hanya akal Hamra untuk dirinya bisa bebas dan pulang dari jeratan Vania.


" Ada saja sih yang terjadi disaat lagi bersama serta mesra ada saja kendala, yang orang sakit pula, mau tidak mau ya pulang biar istirahat, " Ucap Vania sambil menyetir mobil


" Ya sudahlah yang penting sudah bisa jalan, kencan bersama dan bisa memeluknya hari ini sudah pencapaian terbagus aku, terus lanjutkan jangan kasih dia pergi," Ucap Vania


Ego Vania yang besar menjadi-jadi sampai lupa bahwa dirinya bermain api dengan temannya.


Hamra yang sudah selesai sarapan diriya berangkat dahulu agar dirinya sampai disana dan memesan tempat untuk berbicara berdua.


" Tante cantik mau kemana kok sangat cantik sekali, " Tanya Ariza


" Oh aku kira Tante mau pergi bertemu dengan Om ganteng, jika iya Ariza ikut karena kangen dengan Om ganteng, " Ucap Ariza


" Iya lain kalau saja ya, karena Tente mau ada sesuatu yang Ariza belum boleh tau, tapi nanti Tante salahkan ke Om ganteng," Jawab Ayuna


" Asyik iya tante salamkan untuk Om ganteng," Ucap Ariza


" Nanti Ariza bersama nenek dirumah, nanti mainan bersama nenek, " Sahut Mama Nadia


" Iya Nek, " Ucap Ariza


Ariza sangat senang mendengar itu, bujukan agar dirinya tidak ikut, soalnya dirinya ingin berbicara hal yang penting.


Ayuna berangkat untuk menemui Hamra, Ayuna tidak sabar untuk segera mengetahui apanya akan di katakan olehnya, tak lama kemudian Ayuna sampai di tempat mereka bertemu.

__ADS_1


" Aku tidak tau mau berbuat bagaimana lagi jika sudah tau begini mas, aku rasa aku adalah wanita satu-satunya ternyata mas ada wanita lain dibelakangku," Ucap Ayuna


" Aku sudah bilang cuma ada kamu wanita yang aku sayang, tidak ada yang lainnya, aku berjuang agar segera memperjuangkan kebahagiaan kita Ayuna, apa yang Ayuna katakan Mas tidak tau apa salah aku, " Jawab Hamra


Hamra dengan binggung dan merasa salah jika dirinya tidak tau apa yang Ayuna katakan tanpa kejelasan.


Sontak Hamra berpikir dan teringat dengan video buatan Vania yang mungkin tersebar dan di kirim ke Ayuna yang membuat Ayuna sedih dan kecewa seperti itu.


" Apakah Vania sudah mengirim video itu kepada Vania, jika iya jadi dirinya membohongi ku serta memanfaatkan diriku, jika memang itu yang Ayuna tau aku kan jujur, dan dari dulu aku mau bicara soal itu," Batin Hamra


" Ayolah Ayuna, mas tidak tau apanya kamu maksudkan, bisa di jelaskan," Ucap Hamra


"Sudahlah mas, sekarang aku kau dengar kejujuran darimu, " Jawab Ayuna


Ayuna memulai mengambil vidio untuk memberitahu kepada Hamra serta Hamra berbicara soal diri keluar malam dengan wanita yang Ayuna ketahui. Ayuna mendengar Hamra bicara seperti itu kaget.


" Lihat ini kalau mas pingin tau apa yang Ayuna maksudkan, " Ucap Ayuna


" Tidak perlu ini soal video aku dengan wbajta, dan mungkin akun kemarin pergi dengan wanita di tempat romantis bukan, jika itu kamu maksudkan," Ucap Hamra


Ayuna mulai kaget dan menghapus air matanya.


" Mas kok tau soal video, dan aku saya belum tau sosok wanita itu siapa, bahkan akun baru tau bahwa kemarin aku tidak sengaja mengikutimu ternyata kamu bertemu dengan wanita yang ada di video ini dengan mesra," Jawab Ayuna


" Aku juga belum tau siapa awalnya wanita itu dan baru tau namanya Vania, kamu tau video itu dia buat dengan berbagai cara yang aku tidak sadar niat menghancurkan hubungan kita, kenapa aku pergi dan beda sikap dengan kamu dia selalu mengancam diri ku akan di kirimkan kepada mu dan keluarga mu, aku takut bahwa ayah kamu jika tau maka usahaku selalu ini sia-sia, dan kamu tau aku mau bicara kepada tetapi saat itu kamu sedang sibuk dan aku tunda dan saatnya seperti ini jadinya," Ucap Hamra sambil bersedih


Ayuna melihat kesedihan dan pejelasan yang sejujurnya dari Hamra membuat dirinya salah karena jawaban sebenarnya seperti itu karena mereka berdua kurang informasi dan komunikasi.


" Apa begitu mas, aku baru tau jika dia berani seperti itu, Vania adalah teman akun satu SMA, dia memang tidak suka padaku tetapi dirinya bermuka dua,kalau begitu aku percaya dengan dirimu mas, " Ucap Vania


" Aku juga baru tau bahwa dia temanmu saat di pesta itu, tetapi aku tidak bisa berkutik lagi, aku takut tapi aku harus bagaimana, sekarang aku sudah jujur kepadamu," Jawab Hamra


" Aku awalnya tetap percaya kepada mu mas, tenyata kepercayaan kamu itu sungguh baik, dan aku tetap percaya walaupun hari ini keraguanku muncul, tapi dengan adanya kejadian ini aku akan percaya kepadamu, " Ucap Ayuna

__ADS_1


Hamra akhirnya merasa Los sudah bisa menceritakan kepada Ayuna, Hamra sangat bersalah dan sejenak untuk menenangkan dirinya.


__ADS_2