Kutemukan Hati

Kutemukan Hati
MENGAJAK ARIZA


__ADS_3

Ayuna sangat senang melihat kelucuan Ariza sampai dirinya terherap bahwa Ariza sangat pandai dalam umur 5 tahun.


Bahkan Ayuna sangat gemas sekali dengan tingkah laku Ariza yang sangat aktif bahkan juga banyak tingkah yang membuat dirinya bahagia.


" Sebentar Ariza duduk di sini ya, Tante mau bilang sama Ayah Ariza, " Ucap Ayuna


" Iya Tante," Jawab Ariza sambil memegang Mainan


" Mas Danil jadi berangkat sore ini," Tanya Ayuna


" Betul, sore ini aku berangkat jadi aku membawa Ariza kesini, sebelum aku sangat tidak enak menitipkan ke kamu, merepotkan," Jawab Danil


" Tidak apa hanya sekedar membantu mas," Ucap Ayuna


" Oh iya untuk baju dan pelengkap Ariza sudah di sini semua, tidak terlalu banyak kok, kalau begitu aku langsung saja ya, salam buat Ayah dan Ibu kamu saja karena keburu-buru," Jawab Danil


" Ya sudah mas nanti Ayuna salamkan," Ucap Ayuna


" Ariza jagoan Ayah pamit dulu, ikut tante ya jangan nakal, kalau Ayah udah pulang nanti Ayah cepat kesini ambil Ariza lagi," Ucap Danil


" Iya Ayah, Hati-hati, muach," Jawab Ariza mencium keningnya


" Ya susah aku berangkat dulu, mari, " Ucap Danil


" Iya Mas," Jawab Ayuna


Akhirnya Danil berangkat dan segera Ayuna membawa Ariza bertemu Mama Nadia dan Ayah Yusuf di meja makan.


" Mbok... Tolong bawa baju Ariza ke kamar yang kosong ya," Ucap Ayuna


" Iya Non, simbol akan bawa ke kamar yang kosong," Jawab Simbok Iyem


" Ariza ayo ikt tante, kita ketemu dengan Mama tante, dan Ariza harus makan, " Ucap Ayuna


" Iya tante, " Jawab Ariza dengan senyum


Sesampai tempat makan Ariza berlari untuk meminta salam tangan kepada Mama Nadia dan Ayah Yusuf, melihat kelucuan dan kepinyatan Ariza Mama Nadia dan Ayah Yusuf tersenyum suka terhadap Ariza.


Menciun tangan...

__ADS_1


" Aduh ini siapa kok ganteng dan pintar sekali, " Tanya Mama Nadia


" Aku Ariza Nek, oh iya tante aku panggil Nenek ya karena Ariza tidak punya nenek dan kakek, jadi tante aku anggap sebagai Nenek Ariza, boleh, " Jawab Ariza dengan gemas


" Emm anak satu ini sangat pintar sekali, " Ucap Mama Nadia


" Kakek, " Ucap Ariza


" Sudah Ariza duduk makan dulu, Ariza mau makan apa," Sahut Ayah Yusuf


" Ariza mau makan sayur kata Ayah harus makan sayur biar sehat, juga tidak lupa pakai sayur ayam, dan susu biar vitamin Terjaga, " Ucap Ariza


Mama Nadia dan Ayah Yusuf tersenyum melihat kepawaian bicara Ariza yang sangat pintar dan cerdik itu, apalagi muka yang ganteng serta imut membuat dirinya gemes.


" Aduh Ariza, Tente jadu terharu lho kalau Ariza pintar dan suka sayur, Ariza pintar jangan lupa makan sayur ya biar tambah sehat terus," Ucap Ayuna


" Pastinya tante cantik, Ariza akan selalu makan sayur, " Jawab Ariza


Vania yang sedang istirahat di rumahnya, sehingga dirinya lupa bahwa dirinya harus mwngawasi Hamra.


Danil ternyata hanya berbohong dirinya hanya kembali kerumah dan bersantai karena pekerjaan di kantor n sedang libur karena ada perbaikan sistem, Danil sengaja membuat rencana ini untuk membuat Ariza suka dan agar dirinya dekat dengan Ayuna sehingga dirinya bisa bertemu Ayuna ketika dirinya merindukannya, Danil sangat menfaat rencana ini, sehingga dirinya tidak atau apa


" Haha... Akhirnya selangjag demi selangkah rencana berhasil, dan ini yang aku tunggu-tunggu, sungguh bahagianya hatiku," Ucap Danil sambil menjatuhkanmu tubuhnya di sofa yang lembut


" Dengan memanfaatkan Ariza aku bisa lebih dekat dengan Ayuna, bahkan aku akan membuat Ariza selalu rindu kepada Ayuna, sehingga Lama-kelamaan Ariza ingin Ayuna untuk menjadi Mamanya," Ucap Danil dengan licik


Kebahagiaan terpancar dari sorot mata Danil.


Tak lama kemudian Dewi dan Pasangannya pun berakhir di sini mereka harus berpisah lagi, karena dirinya mau berangkat lagi ke kerjaan yang jauh dari kota Dewi tinggal. Perpisahan dan ketemuan yang sangat berkesan untuk mereka berdua.


Hamra yang dirumah setelah bersih rumah dan selesai sarapan dirinya bersiap untuk mencari pakaian dan menyetriksn agar kelihatan tapi dan bersih, karena nanti sore akan ketemu dengan Ayuna.


Persiapan Hamra saat itu hanya sederhana, dan kelihatan menarik dimata Ayuna, Hamra juga bersiap membawakan rangkaian bunga serta coklat kesukaannya.


" Sudah siap semua, rangkaian bunga juga sudah siap, coklat apa lagi sudah siap, ya sudah tinggal nunggu jam saja, baru aku bersiap dan berangkat untuk bertemu dengan Ayuna," Ucap Hamra


Ayuna dammyang sedang menunggu Ariza makan, tak lama kemudian Ariza selesai makan, Ayuna mengajarnya ke kamar Ariza yang sudah di siapkan.


" Ariza kalau sudah selesai ayo ke kamar Ariza dulu, " Ucap Ayuna

__ADS_1


" Iya sudah Tante, aku minum susu sebentar, ya sudah ayo tante, Nenek dan Kakek Ariza ke kamar dulu ya," Jawab Ariza


" Iya Ariza, " Sahut Mama Nadia


Ariza berjalan ke kamar sambil di gandeng Oleh Ayuna.


" Mama Ayuna ke kamar dulu, mari Yah," Ucap Ayuna


" Iya sayang, " Jawab Mama Nadia


" Yah, anak Danil bergitu pintar dan lucu, " Tanya Mama Nadia


" Iya Ma, Ariza anak yang pintar dan aktif, tingkah lakunya sangat mengemaskan, Ayah lihatnya kadin suka, dan tidak sabar Ayuna dan Hamra menikah dan memiliki buah hati yang pintar sama dengan Ariza," Jawab Ayah Yusuf


" Iya Yah, Mama juga berpikir seperti itu," Ucap Mama Nadia


" Ya berdo'a saja Ma, segera untuk datang melamar Ayuna, agar keinginan kita cepat terkabul," Jawab Ayah Yusuf


" Iya Yah, do'a terbaik dari Mama," Ucap Mama Nadia


Ariza dan Ayuna sampai di kamarnya.


" Tante cantik, kamarnya besar sekali, Ariza bisa berlari bebas dan bercerita bebes seoerti ini, hehe... Lihat di sana bisa lihat suasana sekitar, hore Ariza suka tante, Terima kasih ya tante," Ocehan lucu Ariza


" Iya Ariza sayang, ini buat Ariza senangkan," Ucap Ayuna


" Sangat senang sekali, " Jawab Ariza


" Ariza di kamar dulu ya Tante mau pergi dulu ada urusan sama teman Tante," Ucap Ayuna


" Yah, kenapa Ariza tidak diajak Ariza kan baru pertama kesini masak sudah di tinggal, Ariza jadi sedih, Ariza kesini niatnya mau bertemu tante cantik," Jawab Ariza langsung murung duduk


" Aduh Ariza jadi sedih dan murung, tak seceria tadi, mungkin aku bawa saja Ariza ketemu dengan Mas Hamra tidak apa, " Batin Ayuna


" Ya sudah kalau gitu Ariza ikut tante ya, tapi Ariza harus nurut dan tidak boleh nakal ya," Ucap Ayuna


" Beneran tante, asyik Airza ikut, Terima kasih, ayo tante, Ariza akan menjadi pengawal tante jika ada yang berani sama tante biar Ariza yang lawan, " Jawab Ariza


" Ariza bisa saja, ya sudah ayo kita berangkat," Ucap Ayuna

__ADS_1


" Ayo tante," Jawab Ariza


__ADS_2