LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
KAMU BOHONG!


__ADS_3

“Mike, bersiaplah! Kita akan pergi ke rumah Aunty Anna,” kata Sena mengingatkan putra tunggalnya itu.


“Apa tidak sebaiknya aku di rumah saja, Mom?” tanya Michael.


“No! Kamu harus ikut dengan kami. Sudah lama kita tidak berkumpul bersama,” kata Sena.


“Ajak Cleo saja, Mom,” ujar Michael.


“Hmm, tentu saja! Mom juga akan mengajak Cleo,” kata Sena tersenyum.


Michael menghela nafas kasar. Ia tak akan bisa menghindar dari pertemuan “keluarga” yang bukan keluarganya. Mom Sena memang sudah menganggap Keluarga Aunty Anna dan Aunty Gia, meski mereka sebenarnya hanya sebatas sahabat.


Keesokan harinya, Jack, Sena, Michael, dan Elouise pergi ke Zurich untuk mengunjungi sahabat-sahabatnya. Sena bahkan sangat bersemangat sekali. Elouise pun terpaksa ikut karena Sena mengajaknya dan ia tak mau membantah, apalagi Sena telah membantunya mendapat pekerjaan.


**


Sesampainya di Kediaman Keluarga Gavin, mereka menyimpan barang-barang mereka di dalam kamar tidur yang sudah disiapkan, setelah itu mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


“Mike!” sapa Nathan yang memang menunggu kedatangan putra sahabat keluarganya itu. Ia membutuhkan keahlian Michael untuk menemukan seseorang.


Namun langkah Nathan terhenti saat melihat seorang gadis yang duduk di sebelah Aunty Sena.


Elouise? Aku yakin sekali dia Elouise. Walaupun ia menggunting rambutnya, aku tak akan pernah melupakan wajahnya. - batin Nathan.


Elouise yang melihat kehadiran Nathan pun sedikit tersentak kaget. Ia tak menyangka akan bertemu pria yang membuatnya terjun ke laut. Namun, ia berusaha menjaga sikapnya agar Nathan tak mengenalinya.


Nathan ikut duduk serta di sana, tapi matanya terus mengawasi Elouise. Ia sangat yakin siapa yang ia lihat dan tak mungkin ia salah mengenali. Sepertinya ia harus berbicara empat mata dengannya dan membantunya untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi di Mansion Keluarga King.


“Oya Sen, siapa gadis cantik ini?” tanya Gia.


“Ahh ya kenalkan ini Cleo. Ia adalah asisten pribadiku,” jawab Sena.


Cleo tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya memberi hormat pada sahabat-sahabat Sena yang merupakan atasannya.


“Apakah aku bisa menjodohkannya dengan salah satu putraku!” ungkap Gia sambil tertawa, yang tentu saja mendapat tatapan tajam dari Axel dan Ansel.


“Ooo tidak bisa, aku malah berencana menjodohkannya dengan Michael,” ujar Sena yang kini juga mendapat tatapan tajam dari putranya sendiri.

__ADS_1


Anna hanya terdiam dan tersenyum karena putra-putranya memiliki masalah mereka masing-masing. Ia tak akan menambah masalah mereka dengan niat menjodohkan salah satu dari mereka.


Sementara Gia dan Sena sibuk ingin menjodohkan putra-putra mereka, di sisi lain ada dua pasang mata yang memperhatikan dengan tatapan yang berbeda.


“Mom, aku ke kamar dulu. Ada tugas yang harus kuselesaikan,” kata Niesha.


Nathan yang awalnya ingin berbicara empat mata dengan Michael, jadi terus duduk di sana untuk memperhatikan Elouise.


“Aunty, aku permisi ke kamar terlebih dahulu,” pinta Elouise. Ia tak tahan terus diperhatikan oleh Nathan, bahkan pria itu tak berhenti menatap ke arahnya.


“Baiklah, Cle. Nanti kita makan malam bersama, okay?”


“Okay, Aunty. Aku permisi dulu,” kata Elouise melipir ke lantai atas di mana kamarnya berada. Elouise tak melihat ke kanan atau ke kiri lagi, tapi dari sudut matanya, ia tahu bahwa Nathan masih terus memperhatikannya. Yang terpenting bagi Elouise saat ini adalah menjauh dari Nathan.


“Dad, Mom, aku juga ke kamarku dulu. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan Mike,” kata Nathan. Mereka berdua pun pergi menuju kamar tidur Nathan.


Di dalam kamar tidur Nathan, Michael langsung berbaring di atas tempat tidur.


“Terima kasih, Kak. Untung saja kamu membawaku pergi dari sana,” ujar Michael.


“Apa ini tentang ‘King Ace’?” tanya Michael cepat. Michael adalah satu-satunya orang yang tahu tentang dunia mafia yang digeluti oleh Nathan. Bahkan Nathan sering meminta bantuannya jika ada hal yang berhubungan dengan masalah IT.


“Hmm … tapi ini agak sedikit berat karena berhubungan dengan pembunuhan sebuah keluarga.”


Michael langsung menautkan kedua alisnya, “Apa ini ada hubungannya dengan Jenia?”


“Tidak! Tidak ada hubungannya sama sekali. Ini berhubungan dengan sahabatku,” jawab Nathan.


“Katakan padaku, aku akan membantumu, Kak,” ujar Michael.


“Bawalah ini,” Nathan memberikan sebuah laptop kepada Michael, “di dalamnya ada berbagai foto dan keterangan lokasi kejadian. Aku ingin kamu mencari tahu, kemungkinan siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya,” kata Nathan.


“Baiklah. Aku kembali ke kamarku dulu kalau begitu,” kata Michael.


“Okay. Thank you, Mike. Aku mengandalkanmu.”


Setelah Michael keluar, Nathan pun ikut keluar. Ia melihat para orang tua masih berada di ruang keluarga untuk berbincang-bincang. Ia melihat ke jam di pergelangan tangannya, ia masih punya waktu sekitar satu jam sebelum acara makan malam dimulai. Ia pun memutuskan untuk pergi untuk bertemu dan berbicara dengan seseorang.

__ADS_1


Ceklekkk


Sungguh beruntung Nathan karena kamar tidur itu tak dikunci. Ia mencari sosok yang sejak tadi mengambil perhatiannya dan ia melihatnya di balkon kamar tidur.


“Maaf, bisakah aku bicara denganmu?”


Degggg


Jantung Elouise berdetak cepat saat mendengar suara Nathan. Ia kini semakin yakin bahwa Nathan telah mengenalinya. Elouise pun memutar tubuhnya dan melihat ke arah Nathan.


“Selamat malam, Tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?” Elouise berusaha menjaga jarak dengan Nathan.


“Bolehkah aku mengetahui namamu?” tanya Nathan.


“Namaku Cleo, Tuan. Sebaiknya kita bicara di luar saja. Saya tak ingin ada salah paham di sini,” kata Elouise.


Melihat Elouise dalam jarak sedekat ini, membuat Nathan semakin yakin bahwa yang berada di depannya adalah gadis yang sama yang terjun ke laut.


“Aku ingin minta maaf. Maaf karena aku telah mengancammu dan membuatmu terjun ke laut,” kata Nathan.


Ia benar-benar mengenaliku. - batin Elouise.


“Maaf, Tuan. Sepertinya anda salah mengenali saya,” kata Elouise yang tetap berusaha menghindar.


“Apa aku harus memanggilmu dengan nama Clementine Elouise King?” tanya Nathan pada akhirnya.


Deggg


Jantung Elouise semakin berdetak dengan cepat. Ia bahkan berusaha mencari pegangan agar tidak terjatuh. Tubuhnya mulai gemetar karena takut jika Nathan adalah salah sayu dari komplotan orang-orang jahat yang telah membunuh keluarganya.


“Jangan mendekat! Aku mohon jangan mendekat … atau aku akan terjun dari balkon ini,” kata Elouise yang mulai merasa takut.


“Jangan! Jangan lakukan itu lagi. Aku ke sini karena Robert adalah sahabatku. Maaf karena aku telah mengancammu. Sungguh, aku hanya mengancammu saja, tak bermaksud buruk seperti yang kukatakan.”


“Kamu bohong! Kamu pasti salah satu dari mereka kan?”


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2