
Sebuah peluru melesat dari sebuah drone yang terbang melintasi mansion Nathan. Untung saja peluru itu hanya menyerempet lengan Robert. Nathan pun langsung membawa Robert ke dalam mansionnya.
“Mereka sudah mengetahui bahwa aku berada di sini. Aku yakin Rocco memiliki mata-mata di mansionmu,” kata Robert.
“Tak mungkin! Aku yakin sekali dengan pengamanan mansionku,” kata Nathan.
Nathan mulai memikirkan apa yang sedang terjadi. Bahkan ia mulai merunut kejadian demi kejadian. Ia ingin membuat kesimpulan tapi sepertinya begitu sulit ia terima.
Akhirnya ia memanggil seorang dokter untuk mengobati Robert dan membiarkan pria itu beristirahat. Nathan pun langsung menemui Elouise di dalam kamar tidur yang ia sediakan untuk wanita itu. Tak lupa Nathan memanggil Sam.
“El,” panggil Nathan.
“Kak,” Elouise langsung berjalan mendekati Nathan dan memeluk pria itu.
“Kamu harus segera pergi dari sini,” ujar Nathan.
“Pergi? Apa maksudnya?” tanya Elouise yang agak sedikit bingung dengan permintaan Nathan.
“Sam akan membawamu ke tempat yang aman.”
“Tapi bagaimana denganmu dan Kak Robert?”
“Aku juga akan membawanya pergi ke tempat yang aman, tapi saat ini kamu harus pergi terlebih dahulu dan Sam akan mengantarmu,” kata Nathan.
__ADS_1
“Aku tidak mau pergi dengan Sam. Aku ingin pergi denganmu dan Kak Robert.”
“Tidak bisa, ada hal yang harus kuselesaikan dulu bersama dengan Robert. Aku berjanji akan segera menemuimu,” ujar Nathan kemudian memeluk Elouise.
“Sungguh?” Elouise membalas pelukan Nathan.
“Hmm … aku berjanji. Jadi tunggulah aku,” kata Nathan.
“Baiklah. Berhati-hatilah,” kata Elouise yang menjinjitkan kakinya kemudian mencium bibir Nathan. Nathan pun membalas ciuman Elouise dengan menahan tengkuk dan lumattan-lumattan kecil.
“I love you,” bisik Nathan.
“I love you too.”
“Bos.”
“Sam, lakukan sesuai arahanku tadi,” kata Nathan.
“Tapi, Bos.”
“Bawa Elouise ke rumah Daddy dan Mommy. Aku yakin mereka akan menjaganya,” perintah Nathan.
“Lalu anda?”
__ADS_1
“Aku akan menyelesaikan sesuatu terlebih dulu. Jangan kuatirkan aku, Sam. Aku percayakan semuanya padamu, Sam. Jagalah semuanya hingga aku kembali,” kata Nathan.
“Setiap kali anda mengatakan seperti itu, sungguh membuatku takut,” ujar Sam.
Nathan tersenyum dan kembali memeluk Elouise, “Pergilah bersama Sam. Ia akan membawamu ke tempat yang aman dan bersama keluarga yang akan selalu menjagamu.”
Cuppp
Nathan menautkan bibirnya ke bibir pink milik Elouise yang telah menjadi candunya sejak pertama kali ia merasakannya.
Ia melepaskan pertautan bibir mereka dan meminta Sam langsung membawa Elouise ke rooftop di mana helikopternya berada.
“Aku akan menunggumu, Kak,” kata Elouise sebelum ia pergi meninggalkan Nathan yang tersenyum padanya.
**
Nathan masuk ke dalam kamar tidurnya dan membuka laptop miliknya. Ia mengirimkan beberapa data pada Michael dan meminta pria yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri itu untuk memeriksanya.
Setelahnya, Nathan masuk ke dalam ruangan khusus di mana senjata miliknya tersimpan. Ia menghela nafasnya dalam sebelum mengambil sebuah rompi anti peluru dan menggunakannya. Ia juga mengambil dua buah senjata yang ia simpan di dalam rompi tersebut.
Nathan keluar dari kamar tidur kemudian menghampiri kamar tidur Robert. Ia membuka pintu tersebut tanpa mengetuk. Nathan tak melihat keberadaan Robert di atas tempat tidur. Ia melihat sosok pria itu sedang berdiri di balkon kamar tidurnya seperti yang sebelumnya dilakukan oleh Robert.
“Sampai kapan kamu akan berdiri di sana dan memberikan tanda seperti itu pada mereka?” Nathan mengeluarkan pistol yang ia simpan di dalam rompinya dan mengarahkannya pada Robert.
__ADS_1
🌹🌹🌹