LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
PERASAAN KHUSUS


__ADS_3

Elouise agak sedikit ragu ketika Robert mengajaknya pergi meninggalkan Kediaman Keluarga Brown. Takut? Ya, Elouise merasa belum aman jika berada di luar rumah. Ia tak mau keberadaannya diketahui oleh siapa pun, terutama Rocco.


“Kak, apa tidak sebaiknya kita tetap di sini?” tanya Elouise.


“Kita harus pergi, El. Kita tak mungkin terus merepotkan Michael dan keluarganya,” jawab Robert.


“Tapi kita akan ke mana, Kak?” tanya Elouise. Kalau saja ada Nathan, Elouise bisa meminta bantuannya untuk membujuk kakaknya agar tidak membawanya pergi, tapi di mana pria itu?


“Kamu tenang saja. Sam telah menemukan tempat untuk kita bisa tinggal sementara waktu sambil mencari cara untuk mengambil kembali apa yang seharusnya adalah milik keluarga kita,” kata Robert.


“Kak, apa kita tak bisa membiarkannya saja? Aku tak memerlukan harta itu karena yang terpenting adalah dirimu … dan Kak Nathan,” kalimat terakhir hanya bisa Elouise katakan di dalam hatinya. Namun, rasanya ia tak mungkin bertemu kembali dengan pria itu, setelah apa yang Elouise dengar telah menimpa dirinya.


“Silakan, Tuan,” kata Sam mempersilakan Robert dan juga Elouise untuk masuk ke dalam mobil.


Mobil yang dikendarai sendiri oleh Sam itu langsung menuju ke bandara. Di sana, telah siap sebuah pesawat pribadi yang akan membawa mereka kembali ke Belgia. Dari bandara Belgia, akan ada helikopter yang membawa mereka ke Mansion milik Nathan.


**


Jantung Elouise berdetak dengan cepat ketika ia melihat mansion milik keluarganya dari atas helikopter. Peluh mulai bercucuran dan tubuhnya bergetar. Ia kembali teringat pada hari di mana ia melihat kedua orang tuanya dibunuh dan saat ia melarikan diri dari sana.

__ADS_1


Tidak mau! Aku tidak mau kembali ke sana! - batin Elouise. Kedua tangannya langsung memegang kursi dengan erat dan memejamkan matanya. Ia berharap semua ini hanya mimpi buruk yang tak akan pernah kembali lagi.


“El, tenanglah,” kata Robert.


“Kak, kita kembali saja. Tinggal di mana pun tak masalah, asal jangan di sana lagi,” pinta Elouise.


Robert akhirnya memeluk Elouise dan terus mengusap punggungnya hingga helikopter tersebut turun di rooftop mansion milik Nathan. Sam membuka seatbelt miliknya, kemudian membukakan pintu untuk Robert dan Elouise.


“Silakan, Tuan, Nona,” kata Sam.


Elouise tak mau turun dari helikopter. Ia masih terus berusaha menahan Robert untuk pergi dari sana. Namun, sebuah suara membuat Elouise menoleh dan melepaskan pelukannya dari Robert.


“El!”


“Kak Nathan,” kata Elouise pelan.


Nathan tersenyum kemudian membantu Elouise untuk turun dari helikopter. Robert langsung menatap Nathan dan seakan bertanya ‘bagaimana bisa?’. Namun, hanya dijawab dengan sebuah senyuman oleh Nathan.


Mereka langsung masuk ke dalam mansion karena tak ingin ada yang memata-matai mereka, meskipun posisi Mansin milik Nathan agak sedikit tersembunyi jika dilihat dari atas maupun dari Mansion milik keluarga Robert.

__ADS_1


Elouise terus berada di dekat Nathan. Ntah mengapa ia merasa lebih aman berada dekat dengan pria itu, sejak Nathan menyelamatkannya dari apartemen Rocco.


“El, duduklah di sebelah kakak,” kata Robert.


“Tidak, aku di sini saja,” kata Elouise yang tak ingin beranjak dari samping Nathan.


Jantung Nathan sebenarnya berdetak dengan cepat saat berada di samping Elouise. Bahagia? Ya, ia sangat bahagia. Bahkan ia merasa bahwa ada sesuatu yang timbul dalam hatinya untuk Elouise.


“El, jangan membuat Nathan menjadi tidak nyaman. Kita sudah menumpang di mansion-nya,” kata Robert sekali lagi.


Elouise langsung menoleh ke samping dan menatap wajah Nathan, “apa kakak tidak nyaman dengan aku duduk di sini?”


Mendapat tatapan dari Elouise, jantung Nathan seakan tak berhenti berkonser, layaknya tentara akan pergi ke medan perang. Melihat Nathan yang hanya diam, Elouise merasa apa yang dikatakan oleh Robert adalah benar. Ia pun berniat bangkit, tapi Nathan langsung menggenggam telapak tangannya dan tersenyum.


“Aku tak apa-apa, duduklah,” kata Nathan.


Tanpa diketahui oleh siapa pun, jantung Elouise kini berdetak cepat dan kencang. Rasanya ia ingin menutup tubuhnya dengan busa peredam agar tak ada suara yang terdengar keluar. Ntah mengapa sentuhan Nathan di telapak tangannya membuat darahnya berdesir, ia bahkan teringat kembali akan ciuman yang tak sengaja mereka lakukan waktu itu.


Robert yang melihat keduanya kini tahu bahwa ada sesuatu di antara adik dan sahabatnya. Jika memang Nathan memiliki perasaan khusus pada Elouise, maka ia harus berbicara dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


“Jadi Nath, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Robert kembali membuka pembicaraan pada tujuan utama mereka.


🌹🌹🌹


__ADS_2