LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
APA YANG TERJADI?


__ADS_3

Rocco akhirnya tetap membawa Jenia ke rumah sakit. Ia akan melakukan test DNA pada bayi yang ada di dalam kandungan Jenia. Bukan apa-apa, ia hanya tak ingin bayi itu bernasib sama dengannya, tumbuh tanpa kasih sayang Daddy kandungnya.


Jenia yang sudah merencanakan sesuatu pun ikut saja dengan Rocco. Tak ada salahnya mengikuti pria itu karena Jenia belum selesai menyiapkan semuanya. Rocco beralasan ingin memeriksakan kandungan Jenia yang sudah berjalan empat bulan itu.


“Kita akan memeriksakan kandunganmu,” kata Rocco. Berpura-pura seperti ini sudah biasa untuk Rocco, mungkin sejak Robert mengajaknya bekerja sama untuk mengambil harta dan kekuasaan Keluarga King.


Jenia masuk ke dalam ruangan dan Rocco pun berbicara dengan seorang dokter, “lakukan segera. Aku tak mau tahu, hasilnya harus kudapat dalam dua hari.”


“Baik, Tuan,” kata dokter tersebut.


Rocco tetap berada di luar sementara dokter tersebut menjalankan tugasnya. Sample dari dirinya sudah diambil karena akan dijadikan sebagai pembanding.


Waktu yang digunakan tak lama dan Jenia dibuat tak menyadari akan proses itu. Setelah pemeriksaan selesai, Rocco mendapatkan hasil USG yang telah dicetak.


“It’s a boy!” ungkap Jenia bahagia.


Rocco tersenyum tipis. Ia akan senang sekali jika bayi tersebut benar-benar miliknya.


**


Nathan tersenyum pada Elouise yang kini telah sah menjadi istrinya. Keluarga Neutron pun menyambut baik hal itu. Elouise tak pernah menyangka bahwa seluruh keluarga mendukung pernikahannya.


“Sekarang dirimu adalah tanggung jawabku. I Love you,” kata Nathan.


“Terima kasih karena sudah mencintaiku dan aku sangat bahagia melihat keluargamu menerimaku,” kata Elouise.

__ADS_1


“Mereka akan menerima semua pilihan kami. Mereka hanya akan memberikan nasihat pada kami juga merasa pilihan kami tidak baik di mata mereka.”


“Apa mereka juga memberi nasihat padamu tentang diriku?” tanya Elouise.


Nathan tersenyum, “mereka menyayangimu.”


“Apa aku akan tetap tinggal di sini bersama mereka? Atau kita akan kembali ke mansion milikmu?” tanya Elouise lagi.


“Untuk sementara kita akan tinggal di sini. Kamu akan aman sampai kita menangkap mereka.”


Elouise terdiam mencerna ucapan Nathan. Robert dan Rocco adalah kakaknya, tapi apa yang telah mereka lakukan sungguh tak dapat ia maafkan.


“Mereka akan dipenjara kan? Apa yang mereka lakukan sungguh kejam! Meskipun mereka kakakku, tapi aku tak akan memaafkan mereka,” kata Elouise.


Dengan perlahan Nathan menarik resleting gaun yang dikenakan oleh Elouise. Gaun berwarna putih tulang itu pun lolos dengan sempurna hingga hanya menyisakan pakaian dallam saja.


Elouise pun membuka kancing kemeja Nathan, kemudian melemparkannya ke arah sofa yang ada di dalam kamar tersebut. Sejenak ia terdiam dan tangannya mengelus perut Nathan di mana ada luka bekas operasi akibat tusukan yang dilakukan oleh Robert.


“Apa masih sakit?” tanya Elouise.


“Tidak. Ini tidak sakit. Akan lebih sakit saat melihatmu menangis.”


Elouise kembali membenamkan bibirnya di bibir Nathan. Ia menangkup wajah Nathan yang kini berada di atas tubuhnya.


“I love you so much.”

__ADS_1


“I love you even more,” balas Nathan.


Malam itu mereka habiskan dengan pergulatan panas. Meski bukan yang pertama, tapi keduanya ingin membuatnya berkesan. Mereka baru terlelap menjelang pagi.


**


“Arghhh!!!” Jenia merasakan sakit yang teramat sangat. Ia memegang perutnya dan kini ia merasakan sesuatu yang basah mengalir dari pangkal pahhanya.


Seorang pria yang kini tengah berbaring di samping Jenia pun terbangun karena teriakan wanita itu.


“Ada apa? Mengapa kamu berteriak?” tanyanya.


“Tolong bawa aku ke rumah sakit,” pinta Jenia.


Jenia merasakan bahwa kandungannya sedang tidak baik-baik saja, apalagi ia melihat ada darah mengalir.


Pria itu menggerutu kesal, tapi tetap bangun juga. Ia langsung memakai pakaiannya dan menggendong Jenia dengan penuh keterpaksaan.


Sesampainya di rumah sakit, Jenia langsung masuk ke bagian gawat darurat. Pria itu pun langsung meninggalkan Jenia di sana karena tak mau ikut terlibat jika terjadi apa-apa dengan wanita itu.


Rumah sakit yang didatangi oleh Jenia adalah rumah sakit tempat ia memeriksakn kandungan bersama dengan Rocco. Rocco yang datang ke sana dan ingin mengambil hasil test DNA itu pun melihat Jenia yang datang sambil digendong seorang pria.


Apa yang terjadi padanya? - batin Rocco.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2