LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
MENGAMBIL KESEMPATAN


__ADS_3

Sam akhirnya berhasil masuk setelah melewati penjagaan di pintu belakang. Bukan hal yang sulit bagi Sam karena ia sudah terbiasa menyelinap dan melaksanakan misi seperti ini.


Ia mulai menghitung nomor kamar yang dimasuki oleh Nathan. Beberapa kali ia berdecak kesal karena selalu saja salah karena terlalu gugup.


“Kamu sudah terbiasa melakukan ini, Sam! Berpikirlah tenang,” ujarnya bermonolog dengan dirinya sendiri.


Sam akhirnya kini berdiri di depan sebuah pintu kamar hotel. Ia tak melihat siapa pun di sana karena memang hotel tersebut masih dikosongkan dan dua lantai di atasnya lah yang mendapatkan penjagaan karena di sana lah ledakan terjadi.


Ia membuka pintu perlahan dengan kartu khusus yang ia buat sendiri. Sam melangkah pelan menuju ke sebuah lemari yang Nathan katakan adalah tempatnya bersembunyi.


Tukk tukk tukk


Sam mengetukkan jarinya tiga kali pada pintu lemari itu dan dibalas dengan sebuah ketukan. Ia langsung membuka pintu tersebut dan menemukan Nathan sedang berada di sana dengan tubuhnya yang terluka. Wajah Nathan pun terlihat sangat pucat.


“Kita pergi sekarang, Bos,” ujar Sam membantu Nathan keluar dari sana.


Sam berhasil kembali keluar dari hotel tersebut dengan selamat dan tanpa terkena masalah sama sekali. Ia melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


**


Michael berlari di koridor rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari Sam bahwa ia berhasil menemukan Nathan. Sungguh, saat ini perasaan Michael sudah sangat lega meskipun belum seratus persen.


Ia memasuki sebuah kamar perawatan yang ditempati oleh Nathan. Michael melihat Nathan terlelap di atas brankar dengan tangan yang diinfus dan selang oksigen di hidungnya. Ia juga melihat Sam yang terlelap di atas sofa.

__ADS_1


“Kak Sam,” panggil Michael.


Sam begitu lelap hingga ia tak mendengar panggilan Michael. Michael menggelengkan kepalanya. Ia sangat yakin bahwa Sam tak tidur semalaman karena memikirkan Nathan. Pada akhirnya, Michael membiarkan Sam tertidur dan ia pun menghubungi Robert.


Robert menyambut gembira kabar yang diberikan oleh Michael. Ia juga merasa lega karena tak terjadi sesuatu yang fatal pada Nathan, sahabatnya.


**


Satu minggu berlalu, Nathan telah kembali seperti sedia kala. Kedua orang tuanya tak mengetahui bahwa Nathan masuk ke rumah sakit karena Sam dan Michael tak mengatakan apapun. Mereka menjaga rahasia Nathan karena tak ingin kedua orang tuanya kuatir.


“Kamu akan langsung kembali ke Mansion, Kak?” tanya Michael.


“Ya, aku ingin beristirahat dulu sejenak dan mengumpulkan kembali tenagaku,” jawab Nathan.


“Aku sudah meminta pada Sam untuk menjemput mereka berdua dan membanya ke Mansion-ku. Ku rasa tempat paling aman untuk mereka adalah di dekatku dan di dekat musuh mereka, bukan begitu?”


“Kamu benar, Kak. Idemu memang luar biasa,” kata Michael.


“Jangan memujiku, Mike. Aku tahu kamu pasti sedang memikirkan sesuatu yang ingin kamu minta dariku bukan?” kata Nathan yang sangat mengenal Michael. Pria itu tak akan bermulut manis jika tak menginginkan sesuatu.


“Bantu aku untuk membatalkan rencana pertunanganku dengan Niesha,” pinta Michael.


“Pertunangan dengan Niesha? Memang siapa yang merencanakannya? Aku sangat yakin Mommy tak akan menjodohkan putra-putrinya,” ujar Nathan.

__ADS_1


“Mommyku. Aku tidak tahu mengapa ia ingin sekali melihatku terikat dengan seorang wanita.”


“Mungkin karena ia terlalu menyayangimu, Mike. Ia ingin kamu mendapatkan seorang istri yang benar-benar mencintai dan menyayangimu.”


“Aku bisa mencarinya sendiri, Kak,” kata Michael.


“Kalau begitu, kamu harus membuktikan pada Aunty Sena. Aku tak bisa membantumu karena ini adalah keinginan Mommymu.”


“Tapi ini berhubungan dengan adikmu. Apa kamu tidak peduli?”


“Aku menyerahkan semua itu pada Niesha, Mike. Jika Niesha menyetujuinya, maka aku tak bisa melarangnya.”


Michael menghela nafasnya kasar. Ia masih bingung dengan keputusan Mommynya itu. Tidak mendapatkan kata iya dari Elouise, kini ia menyasar pada Niesha.


**


Mr. Bone terus berusaha berbicara, tapi tetap tak bisa. Putranya, Rocco, mendatangi dirinya dan mengambil stempel telapak tangannya sebagai bukti bahwa Bone menyerahkan semua kekuasaan dan hartanya pada Rocco.


Setelah itu, Rocco meninggalkan Bone seorang diri di sebuah rumah yang tak terlalu besar, dengan seorang asisten rumah tangga.


Rocco! Kamu tak bisa melakukan ini padaku! Anak sialannn, kamu mengambil semua milikku begitu saja dan menelantarkanku. Aku pastikan kamu akan menerima semua balasannya! - batin Bone yang kesal karena Rocco benar-benar mengambil kesempatan dalam kelemahannya saat ini.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2