LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
DIA HILANG?


__ADS_3

Nathan dan Sam berjalan santai layaknya pemilik salah satu unit di sana. Dengan menggunakan earphone, Michael memberikan arahan agar keduanya bisa sampai tepat di unit apartemen yang dimasuki oleh Rocco dan Elouise.


Baik Nathan maupun Sam, keduanya tak ada yang menyadari bahwa Rocco tengah melewati lobby bersama dengan Jenia. Keduanya fokus mendengarkan arahan Michael agar secepatnya sampai.


Mata Sam menangkap sosok Jenia yang menoleh ke belakang saat pintu lift hampir tertutup.


“Dia di sini,” kata Sam, membuat Nathan menoleh.


“Siapa?”


“Nona Jenia,” jawab Sam.


Nathan yang rasa cintanya sudah langsung terkikis ketika mendengar pembicaraan antara Jenia dengan Rocco berusaha tak peduli, meskipun ia ingin bertemu hanya untuk memperlihatkan pada Jenia bahwa ia tak merasa rugi telah ditinggalkan oleh wanita itu.


“Biarkan saja. Saat ini kita harus fokus pada Elouise. Jika memang ia di sana, berarti seharusnya Rocco juga pergi bersamanya. Itu akan memudahkan kita.”


Setelah pintu lift terbuka, berjalanlah ke arah kanan hingga menemukan unit kedua dari kiri. - kata Michael mengarahkan.


Keduanya pun melangkah dan berdiri tepat di depan pintu sesuai arahan Michael. Nathan menekan tombol password dan pintu itu terbuka. Sunyi, tak ada siapa pun, namun Nathan bisa mendengar suara isakan. Ia pun melangkahkan kakinya mendekati suara itu.


“El,” panggil Nathan saat ia berdiri di depan pintu di mana isakan tangis terdengar.


“Kak Nathan,” Elouise yang mendengar sebuah suara memanggilnya, langsung mengenali suara itu. Ia pun berhenti menangis dan berdiri.


Nathan langsung membuka pintu tersebut karena kuncinya dibiarkan menggantung. Saat pintu terbuka, Elouise langsung menghambur ke pelukan Nathan.

__ADS_1


“Bawa aku pergi dari sini, Kak. Aku takut. Kak Rocco akan menjualku,” kata Elouise.


“Kita pergi sekarang,” kata Nathan yang tak ingin membuang waktu. Ia menggandeng tangan Elouise dan bersama dengan Sam mereka langsung turun ke basement karena Michael telah memanggil salah satu orang kepercayaan Dad Jack dan memintanya menunggu di basement.


Sesampainya di basement, terlihat sebuah mobil sedan berwarna hitam telah siap tak jauh dari area lift. Mereka langsung mendekat sesuai arahan Michael. Sam mengambil posisi di kursi depan samping pengemudi, sementara Nathan dan Elouise di belakang.


Mobil pun langsung melaju menuju ke Kediaman Keluarga Brown. Di dalam mobil, Elouise terus memeluk dan bersandar pada Nathan. Ia seakan mendapatkan keamanan, kenyamanan dan ketenangan di sana.


Sam yang berada di kursi depan, bisa mengintipp sedikit apa yang terjadi di kursi belakang. Di dalam hatinya, ia sangat berharap atasannya itu segera membuka hatinya untuk wanita lain selain Nona Jenia yang secara terang-terangan terbukti mengkhianati Nathan.


“Tenanglah, kamu aman sekarang,” kata Nathan sambil mengecup pucuk kepala Elouise dan Elouise pun mengeratkan pelukannya pada Nathan, tanpa sadar.


**


Robert bersandar pada sofa setelah Michael mengatakan bahwa Nathan berhasil membawa Elouise pulang dari apartemen yang ditempati oleh Rocco. Bisa dikatakan semua yang mereka kerjakan berjalan mulus karena posisi Rocco sedang tidak bwrada di apartemen. Jika ada, mungkin Nathan dan Sam terpaksa mengeluarkan senjata yang mereka bawa.


Saat keluar dari mobil, Robert bisa melihat bagaimana Elouise yang terus menempel pada Nathan.


“El!” panggil Robert.


Mendengar suara yang ia kenal, Elouise langsung mendongakkan wajahnya. Mata Elouise mulai berkaca-kaca ketika melihat siapa sosok yang ada di hadapannya.


“Kakak!” teriak Elouise sambil sedikit berlari.


Robert pun menghampiri dan kini keduanya tampak berpelukan, “kakak senang melihatmu baik-baik saja.”

__ADS_1


“Aku lebih senang lagi karena melihatmu masih hidup,” ujar Elouise.


Nathan melihat interaksi keduanya dan ia tak suka. Ada sesuatu di dalam hati dan pikirannya yang memaksanya untuk memisahkan pria dan wanita yang tengah berpelukan itu.


“Ayo kita masuk dulu, jangan berpelukan di luar,” kata Nathan.


Robert pun tersenyum kemudian menggandeng tangan Elouise. Lagi-lagi Nathan tak suka melihatnya. Sam yang memperhatikan atasannya itu pun tersenyum lalu mendekat.


“Sepertinya anda harus bergerak lebih cepat, bos! Dengan kakak kandungnya saja anda cemburu. Bagaimana kalau sampai ada pria lain yang akan menggandengnya ke pelaminan,” kata Sam memanas-manasi.


“Tak akan ada yang bisa melakukannya, Sam, karena aku akan memotong tangannya jika ia berani memegang tangan Elouise,” ujar Nathan yang tiba-tiba tersadar bahwa ia sedang mengutarakan isi hatinya pada asistennya itu.


Sam pun tertawa dan mulai melangkah masuk ke Kediaman Keluarga Brown, meninggalkan Nathan yang mencebik kesal saat melihat tawa seorang Samuel Lewis.


**


2 jam kemudian di apartemen,


“Aku senang sekali kamu mengajakku jalan-jalan dan juga berbelanja. Nanti setelah kita berhasil menjual adikmu itu, bagaimana kalau kita berkeliling Eropa?” Pinta Jenia.


“Tentu saja, sayang. Aku akan melakukan apapun untukmu,” kata Rocco.


Jenia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Rocco berjalan ke arah pintu di mana ia mengurung Elouise. Rocco memegang kunci dan memutarnya, tiba-tiba ia tersadar bahwa pintu tersebut tidak terkunci.


Rocco langsung membuka pintu tersebut dan tak menemukan keberadaan Elouise di dalamnya.

__ADS_1


Dia hilang?


🌹🌹🌹


__ADS_2