
Setelah berhasil membunuh Rocco dan memastikan pria itu sudah tak bernafas lagi, Jenia keluar dari unit apartemen itu. Ia memakai sebuah hoodie untuk menutupi pakaiannya yang terkena noda darah. Ia tak menggantinya karena takut kalau dirinya akan menjadi tersangka dan ditangkap oleh pihak kepolisian.
Jenia langsung pergi menuju bandara dan akan pergi ke negara terjauh yang bisa ia capai. Ia akan menghilangkan jejaknya dari siapa pun yang pernah mengenalnya. Setelah itu ia akan mencoba mencari cara untuk menjalani terapi untuk kesembuhannya.
Namun, saat ia sampai di bandara, beberapa anggota kepolisian langsung menghampirinya dan menangkapnya.
“Lepaskan aku!” teriak Jenia yang kedua tangannya langsung diborgol ke arah belakang.
Jenia langsung mendapat perhatian dari orang-orang di sekitarnya dan mereka memberikan tatapan yang membuat Jenia seperti seorang penjahat.
“Ikut dengan kami. Anda adalah tersangka utama dari pembunuhan seorang pria bernama Rocco King.”
“Bukan aku! Jangan sembarangan menuduhku. Cepat lepaskan aku!” teriak Jenia lagi.
“Bawa dia!”
Jenia langsung dibawa ke luar dan dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil polisi. Semua orang di sana masih terus menatapnya dan seakan mengintimidasinya.
Ia duduk di kursi belakang di bagian tengah dan diapit oleh dua orang polisi di kiri dan kanan. Ia tak bisa lari ke mana pun, apalagi tangannya diborgol ke arah belakang, semakin menyulitkannya.
Sialannn!!! Sudah mati juga masih menyakitiku. Siallannn kamu Rocco!! Kalau bisa aku akan membunuhmu sekali lagi! - teriaknya dalam hati.
__ADS_1
**
Kabar kematian Robert dan Rocco menjadi berita utama di media. Nama bangsawan Keluarga King pun turut menjadi perbincangan di Negara Belgia. Untuk sementara waktu, Nathan tidak mengijinkan Elouise untuk keluar dari Kediaman keluarganya karena para wartawan dan reporter mulai mencari celah untuk mendapatkan berita tentang Elouise, putri terakhir Keluarga King.
“Tetaplah di sini dan jangan keluar. Aku yang akan menyelesaikan semuanya. Fokuslah dengan anak kita dan tetaplah bahagia,” kata Nathan.
“Hmm … aku mengerti. Jangan kuatir. Aku hanya masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Aku berharap semua ini hanyalah mimpi. Aku ingin keluargaku seperti dulu, harmonis dan bahagia.”
“Kita akan membentuk keluarga yang bahagia bersama anak-anak kita,” kata Nathan menenangkan Elouise.
“Terima kasih, tapi … ada sesuatu juga yang harus kulakukan sebagai putri terakhir Keluarga King,” kata Elouise.
“Aku tahu dan aku tak akan pernah melarang atau menghambatmu. Hanya saja, biarkan aku mengurus semuanya terlebih dahulu agar mereka tak mencari berita dengan menyakitimu.”
Wajah Nathan menampakkan senyum ketika Elouise memanggilnya dengan sayang. Nathan langsung memberikan ciuman di bibir Elouise hingga ciuman tersebut berakhir dengan pergulatan panas di siang hari.
Pertemuan awal Elouise dengan Nathan menyisakan ketakutan dalam diri Elouise. Namun, kini ia justru merasa sangat tenang jika berada di dekat Nathan.
“Aku memiliki satu permintaan, maukah kamu membantuku?” tanya Elouise.
“Katakanlah. Aku akan melakukan apapun untukmu,” kata Nathan.
__ADS_1
“Di taman belakang Kediaman Keluarga Michael, aku menyembunyikan sesuatu.”
Nathan menautkan kedua alisnya, “maksudmu?”
“Aku menyimpan sebuah kantong kecil di bawah pohon paling besar tang ada di sana. Di dalamnya ada beberapa koin emas. Itu bukan milikku, tapi milik seorang Grandma yang membantuku saat aku hampir tenggelam,” kata Elouise.
“Kamu ingin mengembalikannya?” tanya Nathan.
“Ya. Aku ingin mengembalikannya. Selain itu, aku ingin mereka tinggal bersamaku nanti.”
Nathan tersenyum, “siapa nama mereka? Aku akan meminta Sam mencari mereka dan membawa mereka ke sini.”
“Grandpa John dan Grandma Mina,” jawab Elouise.
“Aku pasti akan membawa mereka ke sini.”
“Terima kasih.”
“Kalau begitu sekali lagi, okay?”
Elouise tersenyum dan kini justru Elouise lah yang menautkan kembali bibir mereka dan mencium Nathan dengan dalam. Nathan pun membalas ciuman tersebut dan menahan tengkuk Elouise. Ia memberikan sentuhan-sentuhannya kembali hingga terjadilah pergulatan untuk kedua kalinya di siang itu.
__ADS_1
🌹🌹🌹