
Nathan terua berusaha untuk menenangkan Elouise. Ia tak ingin Elouise melompat dari balkon ataupun berteriak karena tentu akan mengundang perhatian keluarganya.
“Aku berjanji tak akan menyakitimu. Ada sesuatu yang harus kusampaikan,” kata Nathan.
Elouise terus menatap tajam ke arah Nathan. Ia masih belum percaya dengan pria yang ada di hadapannya ini, meskipun pria itu mengatakan dia adalah sahabat kakak pertamanya. Bisa saja itu hanya pancingan yang akan membuatnya kembali tertangkap.
“Orang kepercayaanku telah menemukan jenazah kedua orang tuamu. Kami juga sudah memakamkannya dengan layak. Hanya saja kami belum menemukan jenazah Robert,” kata Nathan, “dan ini adalah milikmu, aku ingin mengembalikannya,” Nathan memberikan sebuah kalung yang ditemukan oleh Sam di dalam tas ransel milik Elouise.
Elouise mengambil kalung tersebut dan membukanya. Melihat foto yang ada di dalamnya, membuatnya teringat kembali pada keluarganya. Ia terduduk lesu dan bulir air mata sudah kembali menggenang di pelupuk matanya.
“Aku sedang mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apa kamu mau bekerja sama denganku?” tanya Nathan.
Bekerja sama? Apa ia mengira aku bisa dibodohi? Ia pasti sengaja berbuat baik padaku karena ingin membawaku kembali ke sana. Tidak! Aku tidak mau kembali ke sana. Aku harus menemukan Kak Rocco. - batin Elouise.
“Aku tahu kamu tak percaya padaku, tapi aku sungguh-sungguh. Kalau kamu tak percaya juga, aku akan memperlihatkan fotoku bersama dengan Robert,” Nathan mengeluarkan ponselnya dari saku kemudian mencari foto dirinya dengan Robert.
“Lihatlah, ini aku bersama dengan Robert,” lanjut Nathan.
Elouise melihat foto itu, di mana Kakaknya Robert sedang tertawa bersama dengan pria yang ada di hadapannya ini saat menggunakan pakaian kerja. Sepertinya saat itu mereka baru saja selesai mencapai kesepakatan bisnis dan penandatanganan proyek kerja sama.
Nathan melangkah mendekati Elouise, kemudian duduk di hadapannya.
“Izinkan aku untuk membantumu mencari tahu semuanya. Robert adalah sahabatku dan aku tak akan pernah membiarkannya mendapat perlakuan buruk. Jika keluarganya mengalami masalah, maka aku adalah garda terdepan yang akan membantunya. Tapi sebelum itu, aku ingin minta maaf padamu,” kata Nathan.
**
Saat makan malam, hanya terdengar pembicaraan antara para orang tua, sementara putra-putri mereka lebih banyak diam dan berbicara jika ditanya saja, bahkan hanya menjawab seperlunya.
Nathan selalu melihat ke arah Elouise, begitu pula dengan Michael. Ia sudah mempelajari foto dan data-data yang diberikan oleh Nathan. Ia mengenali salah seorang yang ada di foto tersebut. Hal itu membuat Elouise merasa sedikit risih karena dipandang oleh dua orang pria. Ia pun semakin menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Di sisi lain, sepasang mata memperhatikan mereka. Ia menghela nafasnya pelan dan kembali fokus dengan makanannnya.
“Aku sudah selesai, Mom. Aku akan kembali ke kamar,” ujar Niesha pamit pada semuanya dan kembali ke kamar tidurnya.
Yang lain juga segera menyelesaikan makan malam mereka dan kembali ke kamar tidur masing-masing. Namun, kini yang berada di dalam kamar Elouise bukan hanya Nathan, tapi juga Michael.
“Jadi benar bahwa gadis yang ada di foto ini adalah Cleo kan?” ujar Michael.
“Ya, itu aku,” jawab Elouise.
“Lalu, kamu berbohong pada kedua orang tuaku?”
“Aku tidak pernah berbohong. Aku memang sudah tidak punya orang tua. Aku juga memang tak memiliki tempat tinggal dan ingin mencari pekerjaan. Jadi, aku sama sekali tak berbohong.”
“Mike, apa kamu mendapat informasi tambahan?” tanya Nathan.
“Mafia? Apa hubungan keluarga kami dengan mafia? Keluargaku tak pernah berurusan dengan mafia,” kata Elouise.
Kata siapa keluargamu tidak pernah berurusan dengan mafia? Kakakmu Robert saja berkali-kali membeli senjata dariku. - batin Nathan.
“Untuk sementara, aku tak dapat menjelaskan hal itu. Namun yang pasti, kamu tak boleh keluar sendirian dalam waktu dekat ini. Mereka masih mencari keberadaanmu dan berniat menghabisi keluargamu,” kata Michael.
Meskipun Elouise sudah mengumpulkan keberaniannya dan berusaha untuk tetap kuat, tapi saat mendengar bahwa prang-orang jahat tersebut berniat menghabisi keluarganya, tubuhnya terasa bergetar.
Nathan langusng memegang kedua bahu Elouise dan berbicara, “tenanglah. Sudah kukatakan sebelumnya bahwa aku pasti akan membantumu. Anggaplah aku sebagai pengganti kakakmu. Aku yang akan menjagamu.”
Elouise merupakan putri dari salah satu Keluarga bangsawan di Negara Belgia. Keluarga King merupakan keluarg bangsawan paling disegani. Saat ini berita yang keluar adalah bahwa mereka sekeluarga sedang berada di luar negeri dalam rangka liburan.
Elouise hanya bisa diam menunggu dan mendengarkan semua informasi yang didapatkan oleh Michael. Ia beberapa kali mengangguk tanda mengerti akan semua penjelasan Nathan dan juga Michael. Ia tak boleh bertindak sembarangan atau dirinya akan menjadi viral dalam waktu singkat, akibat kekuatan netizen dan kuota.
__ADS_1
Nathan dan Michael pun keluar dari kamar tidur Elouise. Namun sebelum Michael meninggalkan Elouise sendiri, Elouise menahannya.
“Mike, tolong jangan katakan hal ini pada Aunty okay? Please,” pinta Elouise.
“Baiklah, tapi ingat bahwa kamu harus menjaga diri. Aku akan mencari informasi tentang kakak keduamu.”
“Terima kasih.”
Nathan yang sudah kembali ke kamar tidurnya sejak tadi, meninggalkan Michael dan Elouise berdua. Dari kejauhan, tampak seseorang memperhatikan. Orang tersebut langsung menghela nafas pelan lalu kembali ke kamarnya.
**
“Siksa dia lagi!”
byurrr
Seember penuh air dingin dengan es batu, terjun bebas mengenai tubuh seorang pria dengan banyak lebam berwarna kebiruan.
“Dia sudah menggigil, Tuan,” kata salah seorang pengawal.
“Panggil dokter! Jangan biarkan ia sampai mati. Aku masih ingin bersenang-senang dengan menyiksanya perlahan-lahan. Ketika ia sadar, aku ingin ia merasa ingin mati. Tapi ketika ia dalam keadaan kritis, aku akan membuatnya tak pernah bisa mati,” pria itu tertawa dengan kencang.
Seorang pria paruh baya akhirnya masuk ke dalam ruangan tersebut, “kamu sudah selesai?”
“Untuk hari ini sudah,” jawabnya.
“Kenapa kamu tidak membuatnya mati saja? Bukankah dengan begitu kekuasaan dan seluruh harta mereka akan dengan mudahnya menjadi milikmu?” ujar Bone, yang tak lain adalah orang tua kandung dari seorang pria bernama Rocco.”
🌹🌹🌹
__ADS_1