
Jenia kaget dengan penyakit apa yang ia derita.
“Tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Kalian pasti salah!” teriak Jenia.
Ia langsung mencabut infus dan bangkit dati tempat tidur. Ia ingin meluapkan kekesalannya dengan menghancurkan semua yang ada di sekelilingnya. Namun, ia tak menyadari bahwa ia baru saja menjalani operasi.
“Arghhh!” Jenia terjatuh karena rasa sakit di perutnya. Bekas operasinya pun kembali berdarah, membuat dokter langsung mengambil tindakan.
**
Rocco yang menghabiskan waktu di klub malam akhirnya kembali ke mansion Bone saat subuh. Namun, yang ia dapati malah kejutan yang tak terpikirkan olehnya.
“Dad?”
Mr. Bone terlihat ada di ruang tamu mansion Bone sedang menunggunya. Matanya menatap tajam ke arah Rocco yang berada dalam kondisi setengah mabuk.
“Bagaimana bisa? Bagaimana bisa Dad ada di sini?” gumam Rocco.
“Kamu kaget dengan kehadiran Dad di sini?” tanya Mr. Bone.
“Dad bisa bicara?”
Rocco semakin kaget dengan kondisi Daddynya yang terlihat tak sakit sama sekali seperti saat ia mengasingkannya ke sebuah rumah dengan seorang ART.
__ADS_1
“Kenapa kamu begitu kaget? Apa kamu tak mengharapkan Dad berada di sini lagi dan sembuh seperti dulu!?” tanya Mr. Bone.
“Bukankah seharusnya Dad sudah mati?”
Mr. Bone teetawa mendengar ucapan Rocco, “Oohhh jadi kamu mengharapkan kematianku? Putra kandungku sendiri ternyata mengharapkan hal seperti itu. Ternyata tak cukup hanya membunuh orang tua angkatmu, kamu juga ingin membunuh Daddy kandungmu sendiri. Dasar kamu memang anak durhaka!”
Rocco yang awalnya setengah mabuk itu mengalami pusing di kepalanya. Ia pun akhirnya terjatuh dan tak sadarkan diri.
“Bawa dia masuk. Sepertinya aku harus melakukan perhitungan dengan putraku sendiri. Jangan lupa juga untuk memberi pelajaran pada Robert. Ia yang telah membawa Rocco hingga seperti ini. Atur juga pertemuanku dengan Ace. Aku perlu berbicara empat mata dengannya,” perintah Mr. Bone.
“Baik, Tuan,” salah satu pengawal Mr. Bone pun keluar dari mansion tersebut dan menjalankan peribtah atasannya.
**
“Apa yang ingin kamu bicarakan?” tanya Nathan di hadapan Mr. Bone. Keduanya kini berada di sebuah hotel bintang lima yang ada di kota itu.
“Aku tidak menolongmu, aku hanya mengembalikan apa yang kamu miliki dan kamu mengembalikan apa yang menjadi milikku,” jawab Nathan.
Setelah mengetahui bahwa Robert dan Rocco bekerja sama, Nathan dengan inisiatifnya menolong Mr. Bone dari kesendiriannya. Ia memasukkan Mr. Bone ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Selain itu, ia juga memberikan penawar agar Mr. Bone bisa kembali bergerak dan berbicara.
“Setidaknya sekarang aku tahu apa yang harus kulakukan … dan untuk semua hal yang telah kulakukan dulu, aku minta maaf. Aku akan menggantinya dengan caraku sendiri,” kata Mr. Bone.
Nathan tersenyum tipis. Saat ini ia memang belum kembali bergelut di dunia mafianya. Ia masih menjaga Elouise dan keluarganya dari kemungkinan adanya serangan Robert ataupun Rocco.
__ADS_1
“Terserah padamu saja, asal kamu tidak mengganggu ketenanganku dan keluargaku,” kata Nathan.
“Ketenangan dan keselamatan keluargamu akan kujamin dengan diriku sendiri,” kata Mr. Bone sebelum Nathan pergi meninggalkan ruangan VIP tersebut.
**
Rocco terbangun dalam keadaan terikat kaki dan tangannya. Ia bahkan tak bisa berbicara, seperti yang dulu dialami oleh Dad Bone.
Apa yang terjadi padaku? - batin Rocco berusaha melepaskan diri. Ia mencoba berteriak tapi tak ada suara yang keluar dari bibirnya.
Tak lama, pintu kamar terbuka dan tampak sosok Daddynya.
“Dad!” kata Rocco tanpa suara sama sekali, hanya gerakan bibir saja.
“Bagaimana rasanya? Tak bisa bicara sama sekali … hmm, siapa yang mau mendengarkanmu?” tanya Bone sambil menatap putra kandungnya.
Rocco terus bergerak berusaha melepaskan diri. Ia juga menatap Daddy kandungnya itu dengan tatapan tajam.
“Apa kamu membalaskan semuanya padaku? Orang tua siallann!!” teriak Rocco yang juga tanpa suara.
“Jaga dia dan jangan biarkan ia keluar dari ruangan. Aku harus memberi perhitungan juga pada seseorang,” kata Bone.
Seorang penjaga menganggukkan kepalanya kemudian menutup kembali kamar tersebut. Di dalam kamar, Rocco masih terus berteriak dan berusaha melepaskan diri.
__ADS_1
“Kita ke perusahaanku sekarang. Aku harus bicara dengan Robert,” kata Bone.
🌹🌹🌹