LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
RENCANA JENIA


__ADS_3

Elouise sedikit tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nathan. Ia menutup mulut dengan kedua tangannya karena kaget dengan apa yang terjadi.


“T-tapi … aku melihat sendiri Kak Robert tertembak dan mengeluarkan darah. Mereka bahkan membawanya pergi,” kata Elouise.


“Apa kamu melihat saat tembakan itu diarahkan padanya? Atau kamu melihat saat ia dibawa pergi?” tanya Nathan. Elouise menggelengkan kepalanya.


“Aku mendengar suara tembakan dan suara orang berteriak. Saat itu aku bersembunyi di dalam lemari,” jawab Elouise.


“Ia memang terluka karena tembakan, tapi bukan di tempat yang fatal. Ia bersandiwara dengan luar biasa, bahkan aku saja terkecoh,” kata Nathan.


“Lalu, mengapa ia tak langsung membunuhku? Bukankah dengan cara itu ia akan langsung mendapatkan apa yang ia inginkan?”


“Ya, tapi sepertinya ia memiliki tujuan lain dengan membiarkanmu tetap hidup. Ia ingin membuatmu merasa trauma dan tertekan, tapi ntah apa tujuannya.”


“Ia tak akan bisa mengambil kepemilikan harta Keluarga King, sampai setahun setelah pewaris kekayaan tersebut dinyatakan meninggal,” kata Elouise.

__ADS_1


Nathan menatap ke arah Elouise.


“Daddy yang pernah mengatakan itu padaku,” lanjut Elouise.


Di dalam hati Nathan kini mengerti mengapa Robert membiarkan Elouise tetap hidup, meskipun ia bisa dengan mudah membunuh Elouise. Ia ingin Elouise sendiri yang memberikan harta dan kekuasaan pada dirinya sebagai kakak tertua. Itu akan lebih mudah dan tak memerlukan waktu hingga satu tahun.


Namun sebenarnya, Robert tak mengetahui akan aturan itu. Ia hanya berpikir bahwa Elouise akan memberikan harta itu padanya, untuk ia kelola. Saat itulah ia akan meminta Elouise menandatangani surat pernyataan penyerahan aset, tanpa adiknya itu ketahui.


Nathan tak menceritakan pada Elouise bahwa dirinya terluka. Ia segera pergi dari kamar tidur Elouise karena mulai merasakan nyeri pada bagian yang terkena tembakan.


Di dalam kamar tidur, Elouise mulai berpikir sendiri. Ia kembali mengingat bagaimana Robert memintanya untuk masuk ke dalam ruang rahasia. Setelah itu ….


Jantung Elouise berdetak dengan cepat. Ia baru menyadari sesuatu. Wajah seseorang yang muncul di televisinya dan menggunakan topeng, adalah wajah Robert. Hanya pria itu yang mengetahui bahwa dirinya ada di Mansion dan masih hidup.


“Aku tak pernah menyangka Kak Robert dan Kak Rocco akan melakukan itu,” gumam Elouise.

__ADS_1


Elouise juga membayangkan saat ia masuk ke dalam ruang rahasia yang memang ia ketahui bersama dengan Robert. Banyaknya makanan di sana, perlengkapan sehari-hari, hingga sebuah ruangan dengan senjata.


“Apa Kak Robert sudah merencanakan semuanya sejak lama?” gumam Elouise lagi.


**


Jenia yang mendengar pembicaraan antara Robert dan Rocco waktu itu di dalam ruang kerja, merasa kesal dan geram. Pasalnya Robert menghasut Rocco dan hal itu akan membuatnya gagal mendapatkan setengah harta yang seharusnya ia dapatkan.


“Aku harus tetap membuat Rocco menikahiku, sehingga semua harta miliknya menjadi milikku dan anak ini,” gumam Jenia.


Ia tak akan mau jika harus menggelandang di jalan, apalagi setelah apa yang ia lakukan selama ini. Jenia pun menghubungi seseorang untuk membantunya menyusun rencana. Ia harus segera mengambil tindakan atau dirinya lah yang akan ditindak oleh kedua kakak beradik itu.


Sementara itu, tanpa Jenia sadari bahwa Rocco tengah duduk di belakang kursi yang tengah ia duduki dalam sebuah cafe. Kursi yang agak tinggi itu menutupi tubuh Rocco hingga ia tak terlihat.


“Dasar wanita jallang!! Lihat saja apa yang akan kulakukan padamu,” gumam Rocco. Selama ini ternyata ia telah memelihara ular berbisa yang kapan saja bisa mematuknya.

__ADS_1


Rocco mendengar semua rencana yang Jenia bicarakan dengan seseorang di ujung ponselnya. Setelah memastikan Jenia pergi dari cafe itu, ia juga keluar dari sana dan akan berbicara dengan Robert.


🌹🌹🌹


__ADS_2