LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
KERUSAKAN


__ADS_3

Elouise seakan tak bisa lepas dari Robert. Ia terus berada di samping pria itu, seakan telah menemukan tempat paling aman bagi dirinya.


Apa dia tidak ingat tadi dia memelukku dari apartemen dan selama di dalam mobil? Apa saat ini aku sudah tak terlihat lagi olehnya? - batin Nathan yang terus memperhatikan interaksi antar kakak beradik itu.


Sementara itu, Michael yang tengah duduk bersebelahan dengan Sam, justru memperhatikan bagaimana Nathan yang terus melihat ke arah Robert dan Elouise.


“Sepertinya dia sedang cemburu buta. Ya buta, sampai dia tidak tahu kalau yang ada di samping Elouise adalah kakak kandungnya sendiri,” kata Sam dengan suara yang sangat pelan dan hanya terdengar oleh Michael.


Michael hanya tersenyum tipis. Jika memang benar Nathan berhasil mengalihkan hatinya dari Jenia, maka itu suatu kemajuan yang sangat besar.


Ponsel Sam bergetar dan itu berasal dari salah satu anak buahnya.


“Bos, Mr. Bone menyerang gudang persediaan bahan baku milik perusahaan secara terang-terangan,” Perusahaan Nathan yang berada di Belgia bergerakdi bidang makanan instan. Perusahaan itu sebenarnya untuk menutupi penjualan senjata yang juga dilakukan oleh Nathan.


Sam langsung menatap Nathan kemudian bangkit dan duduk di sebelah atasannya itu.


“Bos, mereka menyerang gudang bahan baku Ace Coorp.”


Nathan yang tadi melihat ke arah Robert, kini melihat ke arah Sam. Ia berusaha meyakinkan diri bahwa apa yang dikatakan oleh Sam adalah benar. ia pun menghela nafasnya pelan.


“Aku harus pergi dulu. Mike, bisakah aku titip mereka sementara waktu di sini? Ada hal yang harus kuselesaikan,” kata Nathan.


Michael pun menganggukkan kepalanya, sementara Robert mulai menyadari bahwa raut wajah Nathan menampakkan sesuatu yang penting.


“Aku ikut, Nath!” kata Robert.


“Jangan! Kamu di sini saja. Jaga adikmu baik-baik,” kata Nathan.

__ADS_1


“Kamu tahu kan siapa yang akan kamu hadapi?” tanya Robert.


“Aku tahu. Aku pergi dulu,” kata Nathan.


Nathan dan Sam pun melangkahkan kaki keluar dari Kediaman Keluarga Brown. Elouise yang melihat kepergian Nathan, langsung bangkit dan berdiri di dekat pintu, memperhatikan kepergian Nathan.


“Ke mana Kak Nath akan pergi?” tanya Elouise sambil menoleh ke arah Robert.


“Membasmi musuh-musuhnya,” jawab Robert singkat. Namun jawaban Robert membuat jantung Elouise berdebar cepat. Ia bahkan mulai berpikiran negatif.


Cepatlah kembali. - batin Elouise.


**


Rocco yang tak menemukan keberadaan Elouise di dalam gusang tempat ia mengurung adiknya itu pun menjadi geram. Ia segera memeriksa rekaman CCTV yang berada di dalam apartemen, namun nihil. Rekaman CCTV tak berfungsi, membuat Rocco melempar laptop miliknya ke lantai.


“Ada apa, sayang?” tanya Jenia yang hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya.


“Arghhhh!!!” Lagi-lagi Rocco berteriak dan melempar sebuah pajangan hingga mengenai jendela apartemen dan pecah.


“Rocco Bone! Hentikan!” teriak Jenia dan berjalan mendekati Rocco.


Rocco yang sedang kesal, malah menghempaskan tubuh Jenia ke lantai, membuatnya mengaduh kesakitan.


“Rocco, kamu keterlaluan!” teriak Jenia yang merasa bokkongnya sangat sakit.


Pikiran Rocco kacau karena saat ini Robert dan Elouise sama-sama berada di luar sana. Posisinya sendiri belum aman untuk mengambil semua kekayaan Keluarga King. Jika ia melakukannya lalu tiba-tiba kakak beradik itu muncul, tentu akan menjadi boomerang baginya.

__ADS_1


Tanpa mempedulikan Jenia, Rocco langsung melangkah ke arah pintu, melewati wanita itu begitu saja. Hal itu membuat Jenia mengumpat kesal karena Rocco sama sekali tak membantunya berdiri.


Sialannn kamu, Rocco. - batin Jenia geram.


**


Nathan langsung terbang ke Belgia untuk memeriksa keadaan perusahaannya. Ia tak menyangka bahwa Mr. Bone berani menyerang perusahaan legal miliknya. Selama perjalanan, Nathan mengepalkan tangannya seakan telah siap untuk membalas semua yang dilakukan oleh Mr. Bone.


“Berapa besar kerusakan yang ditimbulkan, Sam?”


“Mr. Bone membuat ledakan di bagian penyimpanan bahan baku dan bagian produksi. Saya rasa itu ….”


“Sangat besar,” lanjut Nathan.


Nathan menghela nafasnya pelan kemudian memijat pelipisnya. Selesai satu masalah, kini timbul masalah yang baru, membuat Nathan tak ada waktu untuk bersantai atau sekedar memikirkan hal pribadinya.


Tak sampai dua jam, Nathan telah sampai di lokasi. Ia melihat kerusakan yang cukup parah dan masih ada api yang berkobar di beberapa titik.


“Apa ada korban jiwa, Sam?” tanya Nathan.


“Ada, Bos. Tapi mereka semua telah dilarikan ke rumah sakit,” jawab Sam.


“Pastikan mereka mendapatkan perawatan yang baik dan berikan mereka santunan selama masa pemulihan mereka. Dan … liburkan dulu semua pegawai yang bekerja di sini, sampai waktu yang belum ditentukan. Kita harus menyelidiki semuanya dan memperbaiki segala kerusakan,” kata Nathan.


Lihat tatapannya, ia seakan kembali pada Nathan yang keras dan dingin, berbeda dengan Nathan yang penuh cinta dan menampakkan rasa cemburu. Mr. Bone siallan!! Anda menghancurkan impianku lagi untuk melihat bos-ku ini jatuh cinta dan menikah! Aku pastikan akan menghancurkanmu! - batin Sam dengan tangan mengepal kesal sambil terus menatap ke arah Nathan.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2