
Jenia? Mengapa ia ada di sana, di Mansion Keluarga King? Bukankah ia sudah meninggal? - batin Nathan yang kini merasa seperti orang bodoh.
Ia selalu menangisi kepergian Jenia, bahkan tak pernah melewatkan hari-harinya tanpa memikirkan Jenia. Tunangannya yang meninggal satu minggu sebelum acara pernikahan mereka.
“Apa yang Kak Jenia lakukan di sana? Bagaimana ia bisa hidup kembali?” tanya Michael yang terus memperhatikan layar laptopnya.
“Bantu aku mencari tahu semuanya, Mike,” pinta Nathan, “kalau sampai ia bermain-main denganku, maka aku tak akan melepaskannya!”
**
Robert mengerjapkan matanya ketika ia sudah sadar kembali. Setelah beberapa hari disiksa, diobati, disiksa kembali, dan diobati kembali, kini Robert bisa sedikit bernafas dengan lega.
Ia berada di dalam suatu ruangan yang tak terlalu besar, tapi cukup nyaman. Ia mencoba melihat dan memperhatikan sekeliling, tapi beberapa bagian tubuhnya masih terasa sakit.
Aku harus keluar dari sini. - batin Robert.
Ia tahu bahwa ia berada di dalam salah satu ruangan di Mansion Keluarga King. Namun, ini bukan rumah utama, melainkan paviliun pelayan yang berada di area belakang. Robert pernah ke tempat ini saat masih kecil dulu, saat ia bermain dengan Rocco.
Rocco! Mengapa kamu tega melakukan semua ini? - Robert seakan tak sanggup untuk berpikir lagi.
Sementara itu di bagian luar Mansion King, Sam tengah berada di taman, antara rumah utama dengan paviliun pelayan. Ia tengah mencabut rumput dan memotong beberapa tanaman.
“Aduhhh panasnya … lama-lama di sini aku bisa menghayati peran jadi tukang kebun beneran,” gumam Sam.
Tapi tiba-tiba ia mendengar sosok seorang wanita tengah memanggil pelayan dengan suara kencangnya. Sam menengadahkan wajahnya dan matanya membulat saat melihat siapa yang ada di sana.
“Jenia Demeter?” gumam Sam.
Apa yang akan bos katakan jika melihat kekasihnya ada di sini dan masih hidup? - batin Sam.
Sam berpura-pura mengangkat rumput dan daun-daun yang tadi ia cabuti. Oleh karena dirinya bukanlah tukang kebun asli, maka tentu saja ia asal mencabut daun, yang penting kantong sampahnya penuh.
Ia mengangkat rumput dan dedaunan sambil berjalan mendekat. Ketika jaraknya dengan sosok Jenia Demeter tinggal sekitar lima meter, seorang pria mendekati Jenia kemudian mencium bibir wanita itu.
“Halo, sayang. Apa yang kamu lakukan di sini?”
“Rocco, sayang. Aku ingin dimasakkan sesuatu oleh koki, tapi mereka semua berkumpul di paviliun belakang,” jawab Jenia.
“Tidak usah dimasakkan. Kamu mau makan apa? Bagaimana kalau kita makan di luar saja?” tanya Rocco.
__ADS_1
“Benarkah?”
“Tentu saja. Apa yang tidak untukmu.”
“Kamu benar-benar memanjakanku. Aku suka! I love you, sayang,” ungkap Jenia.
“I love you too. Sudah kukatakan bahwa kamu pasti akan lebih bahagia bersamaku dan aku membuktikannya kan?”
“Hmm … tidak sia-sia aku pura-pura mati. Ia hancur dan aku mendapat kebahagiaan,” kata Jenia.
“Good girl!”
Keduanya pun meninggalkan tempat itu. Sam yang mencuri dengar hanya bisa menggelengkan kepalanya, namun ia telah merekam semua pembicaraan itu dengan mikrofon khusus yang ia lemparkan di dekat Jenia dan Rocco.
Mikrofon tersebut langsung tersambung dengan alat perekam yang ada di ruang khusus di Mansion milik Nathan.
Sam mengangkat kantong sampah yang berisi dedaunan dan rumput-rumput yang tadi ia cabuti. Ia membawanya ke paviliun belakang, di mana ada ruangan khusus yang akan mengolah daun-daun tersebut menjadi pupuk.
**
“Kamu melihatnya?” bisik seorang pelayan pada pelayan yang lain.
“Aku melihatnya kemarin. Aku ingat pernah melihat wajahnya, tapi masih tidak ingat di mana aku melihatnya.”
“Wajahnya penuh darah, pakaiannya kotor dan compang-camping, bagaimana mungkin kamu bisa mengenalinya.”
“Aku tidak tahu, tapi aku sangat yakin pernah melihatnya,” kata pelayan itu.
“Sekarang lebih baik kita kembali bekerja. Kamu tidak mau kan Tuan Rocco memarahi kita dan memecat kita, apalagi saat ini Tuan Richard dan Nyonya Emma sedang pergi berlibur, begitu juga dengan Tuan Robert dan Nona Elouise.”
“Baiklah, ayo!”
Sam yang mendengar pembicaraan itu pun melangkahkan kakinya menuju ke depan pintu di mana ia mendengar ada seseorang disekap di sana. Setelah itu, ia berjalan memutar untuk mencari jendela yang langsung terhubung ke ruangan tersebut.
Namun, niatnya gagal karena ada seorang penjaga yang sedang berkeliling.
“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya penjaga itu pada Sam.
“Aku ingin mengambil tanaman itu. Tidak baik ada tanaman seperti itu yang tumbuh di dinding bangunan. Mereka akan menyebabkan keretakan,” jawab Sam mencari alasan paling logis karena ia seorang tukang kebun.
__ADS_1
“Biarkan saja!” ujar penjaga itu.
“Baiklah,” Sam akhirnya menyingkir dari sana, meskipun hatinya masih diliputi oleh rasa penasaran yang amat sangat.
**
“Halo, Bos!” Sam akhirnya menghubungi Nathan setelah ia berhasil keluar dari Mansion Keluarga King. Ia melewati pintu belakang di mana para pelayan dan tenaga kerja masuk dan keluar. Untungnya, tak ada yang mencurigainya.
“Siapa yang memintamu masuk ke Mansion Keluarga King, Sam?” ujar Nathan sedikit kesal. Ia tak ingin terjadi hal yang buruk pada asisten pribadinya itu.
“Maaf, Bos! Bukankah kita harus masuk ke kandang macan jika ingin tahu ada apa di dalamnya?”
“Di dalam kandang macan ya ada macan, Sam! Jangan mencari gara-gara.”
“Bos. Saat aku berada di sana, aku melihat ….,” belum selesai Sam berkata, Nathan telah menimpali.
“Jenia Demeter,” lanjut Nathan.
“Bos sudah tahu?”
“Michael berhasil meretas CCTV milik Mansion Keluarga King dan kami melihatnya bersama-sama.”
“Tapi dia …,” Sam sedikit ragu untuk mengutarakannya.
“Katakan, Sam. Aku percaya padamu.”
“Sebaiknya anda dengarkan ini saja, Bos!” Sam memutar kembali rekaman suara yang tadi ia dapatkan.
Tangan Nathan mengepal saat mendengar semua pembicaraan antara Jenia dengan seorang pria yang ternyata adalah Rocco, adik dari Robert.
“Lalu apa lagi yang kamu dapatkan?” tanya Nathan.
“Ada satu lagi, Bos. Tapi aku belum berhasil mengetahuinya karena ada penjaga yang hampir memergokiku.”
“Kamu harus berhati-hati, Sam. Aku akan meminta bantuan Michael untuk melihat keadaan di dalam Mansion. Kamu jangan masuk ke sana lagi,” kata Nathan.
“Tapi ada sesuatu yang tetap harus kucari tahu, Bos! Dan kalian tidak akan bisa melihatnya melalui CCTV. Mereka menyekap seseorang di paviliun belakang yang agak sepi.”
🌹🌹🌹
__ADS_1