
Rocco langsung menuju ke bagian test DNA terlebih dahulu. Ia ingin mengetahui hal itu lebih dulu dibanding keadaan Jenia.
“Bagaimana hasilnya?” tanya Rocco.
“Aku buka dulu,” dokter tersebut membuka amplop yang ia dapat dari laboratorium. Ia membaca dengan teliti kemudian menatap Rocco.
“Dari wajahmu saja aku bisa membaca apa hasilnya,” ujar Rocco.
“Anda benar, Tuan. Negatif,” kata dokter tersebut.
“Siallannn!!” teriak Rocco menggeram kesal.
Ia langsung mengambil bukti hasil test tersebut dan kini berjalan menuju ke tempat tadi ia melihat seorang pria membawa Jenia.
Matanya memicing ketika melihat Jenia berada di atas brankar yang didorong menuju sebuah ruangan. Rocco mendekat dan bertanya pada perawat yang mendorong brankar tersebut.
“Apa yang terjadi padanya?” tanya Rocco yang melihat Jenia terus memegang perutnya. Jenia yang mendengar suara Rocco pun merasa kaget.
“Rocco!”
“Anda siapa?” tanya perawat tersebut.
__ADS_1
“Calon suaminya,” jawab Rocco. Sebenarnya ia jijik mengatakannya. Namun untuk mendapatkan jawaban dari perawat tersebut, tentu ia harus mengatakan seperti itu.
“Ah Tuan. Nyonya mengalami pendarahan dan kami harus segera mengeluarkan bayinya karena terjadi masalah yang sangat serius. Anda bisa bertemu dengan dokter setelah proses ini selesai dilakukan,” kata perawat tersebut.
“Baguslah jika bayi itu mati! Jadi kamu tak bisa lagi menjebakku! Di tanganku ini sudah ada bukti pengkhianatanmu,” kata Rocco sambil menatap Jenia dengan tajam dan penuh hawa permusuhan.
Deggg
Jantung Jenia berdetak dengan cepat ketika kebohongan yang selama ini ia sembunyikan telah diketahui oleh Rocco. Masih dengan menahan rasa sakit yang ada di perutnya, ia meringis dan mencoba untuk berbicara dengan Rocco.
Namun, Rocco tak mau ambil pusing dengan keadaan Jenia ataupun ketika wanita itu mencoba untuk membela diri. Setelah Henia masuk ke dalam ruang tindakan, Rocco melihat seorang dokter yang juga ingin masuk ke dalam.
“Tunggu dulu! Katakan padaku apa yang terjadi dengannya?”
“Tak akan kulepaskan sebelum anda menjelaskannya, dokter. Biar saja dia mati sekalian, aku tak peduli!” kata Rocco.
Dokter tersebut menghela nafas dan akhirnya mau menjelaskan pada Rocco. Dengan begitu semua akan cepat selesai dan ia bisa melakukan tugasnya.
“Pasien mengalami pendarahan hebat karena ia melakukan hubungan inttim setelah melakukan test DNA pada bayi yang ada dalam kandungannya. Secara medis, itu tak dibenarkan karena akan menyebabkan gangguan. Apalagi proses test DNA yang dilakukan kemarin telah menyebabkan bayi tersebut mungkin terjangkit H I V karena pasien terkena penyakit menular tersebut.”
Dokter tersebut langsung pergi meninggalkan Rocco yang terdiam membisu setelah mendengar penjelasan sang dokter. Bukan karena Jenia berhubungan dengan pria lain, tapi penyakit yang diderita oleh Jenia. Ia langsung merasakan sugesti bahwa ia mungkin saja terkena penyakit mematikan itu.
__ADS_1
Tak jadi kembali ke kediamannya, Rocco pun meminta seorang dokter memeriksanya dan mengambil sampel darahnya. Ia harus memastikan bahwa dirinya baik-baik saja, karena ia juga pernah berhubungan dengan Jenia setelah pertemuan mereka kembali.
**
Hoekkk … hoekkk
Terdengar suara muntah di dalam kamar mandi. Elouise yang sedang tertidur lelap pun akhirnya terbangun karena mendengarnya.
“Kak, are you okay?” tanya Elouise.
Hoekkk … hoekkk …
Tapi Nathan malah kembali memuntahkan isi perutnya. Sudah beberapa kali ia ke kamar mandi dan kali ini sama sekali tak ada yang ia keluarkan, hanya cairan bening saja. Tubuhnya benar-benar terasa lemas.
Elouise membantu Nathan kembali ke tempat tidur, kemudian menyelimutinya. Elouise juga memegang dahi suaminya itu, tapi sama sekali tak demam.
“Kita ke dokter,” ajak Elouise.
Nathan menggelengkan kepalanya, “sepertinya aku hanya kurang tidur, jadi tidak enak badan.”
“Aku temani,” kata Elouise.
__ADS_1
Elouise yang juga masih mengantuk pun menemani Nathan dan kembali berbaring di atas tempat tidur. Semalam Nathan membuat Elouise kembali tak bisa tidur karena suaminya itu selalu mengganggunya dengan memberikan sentuhan-sentuhan. Jadi ketika Nathan memilih tidur, Elouise tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk kembali tidur.
🌹🌹🌹