LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
MENGAMBIL MILIKKU


__ADS_3

Sebuah pesta diadakan di Istana Kerajaan Belgia. Hari ini mereka akan mengukuhkan posisi beberapa pewaris keluarga bangsawan. Dalam setahun, mereka hanya mengadakan acara ini dua kali saja. Oleh karena itu juga, Robert bergerak cepat karena tak ingin menundanya lagi.


“Robert!” Beberapa orang di sana mengenali Robert dan sudah pasti Robert sangat senang.


“Halo Mr. Volder, senang bertemu dengan anda di sini,” kata Robert membalas sapaan Mr. Volder.


“Aku turut berduka cita atas kematian kedua orang tuamu dan saudara-saudaramu. Kamu pasti sangat sedih dan maaf karena saat itu aku sedang berada di luar negeri.”


“Tidak mengapa, Tuan. Aku mengerti kesibukan anda,” ujar Robert.


Acara pun segera dimulai dan para undangan mulai berdiri berjajar untuk menyambut kedatangan Raja dan Ratu Belgia yang akan menjadi pemimpin dalam prosesi pengukuhan ini.


Senyum Robert begitu lebar ketika namanya dipanggil untuk maju ke depan. Namun, ia bingung dengan prosesi dirinya yang tidak sama dengan yang sebelumnya.


Ia menautkan kedua alisnya ketika ia disuruh berdiri di samping dengan empat orang pengawal yang berjaga di sekelilingnya.


Setelah itu, tampak Raja dan Ratu Belgia melakukan prosesi lanjutan.


“Clementine Elouise King!”


Robert langsung menoleh ketika melihat kedatangan Elouise dalam acara tersebut. Ia digandeng oleh seorang pria yang tak lain adalah sahabatnya dulu, sebelum ia membunuhnya.


“Nathan tidak mati?” bisik Robert. Ketika ia hendak sedikit maju, keempat pengawal tadi langsung memegang Robert dengan erat. Sebagai pengawal kerajaan, mereka tak mengijinkan siapa pun berbuat onar dan merusak acara kerajaan.

__ADS_1


“Halo Elouise sayang, bagaimana kabarmu?” Ratu Belgia bahkan masih sempat menyapa Elouise dengan senyumannya, berbeda saat melihat Robert tadi.


Acara prosesi pengukuhan pun mulai dilakukan dan Robert tentu tak menerima hal ini. Apa yang ia takutkan terjadi juga, di mana Elouise muncul kembali dan mau merebut posisinya.


Sialannn!!! - batin Robert geram.


Ia langsung menghempaskan cekalan erat para pengawal kerajaan dan ingin menghancurkan Elouise saat itu juga. Ia sudah tak peduli dengan apa yang terjadi nanti, yang terpenting ia menghancurkan Elouise.


Kemarahan Robert membuat suasana seketika kacau. Para pengawal segera mengeluarkan senjatanya dan mengarahkannya pada Robert. Para tamu tak ada yang boleh membawa senjata ke dalam ruangan. Mereka semua melewati posko pemeriksaan terlebih dahulu. Robert sendiri tak menyangka bahwa Elouise akan berani datang ke sana dan … bagaimana ia bisa mendapatkan undangannya?


Robert yang sudah kehabisan akal pun tak berpikir panjang lagi. Ia merebut salah satu senjata yang dipegang oleh pengawal itu.


Dorrrr


Tujuan Robert memang hanya membunuh Elouise. Ia menatap Elouise dan mengacungkan senjatanya pada wanita yang adalah adik tirinya itu.


“Seharusnya aku membunuhmu sejak dulu!!” teriak Robert.


Nathan yang berada tak jauh dari Elouise langsung memasang badan untuk melindungi wanita yang telah menjadi istrinya itu.


“Apa kamu ingin mati sekali lagi, Nath? Menyingkir atau aku akan langsung membunuh kalian berdua!” ucap Robert.


Para penjaga kerajaan berada di sekeliling Robert, serta Nathan dan Elouise. Mereka mengarahkan senjata mereka ke arah Robert. Mereka tak langsung menembak Robert karena saat ini ada Nathan dan Elouise yang dianggap menjadi sandera.

__ADS_1


“Apa kamu masih tak menyadari kesalahanmu, Rob? Robert, sahabatku yang kukenal tak seperti ini,” kata Nathan.


Robert tertawa saat mendengar ucapan Nathan, dengan tetap mengarahkan senjatanya pada Elouise.


“Mereka yang membuatku seperti ini. Richard dan Emma King yang membuatku seperti ini. Mereka tak pernah menganggap aku dan Rocco sebagai putra mereka. Mereka hanya ingin terlihat baik dan suka beramal dengan mengangkat kami sebagai putranya. Saat kami sudah besar, apa kamu tahu apa yang kudengar? Mereka akan memberikan semua harta dan kekuasaan pada Elouise, sementara aku dan Rocco akan menjadi bodyguard bagi Elouise. Apa mereka gila?!” ungkap Robert yang mengingat semua percakapan antara Richard dan Emma di dalam kamar tidur mereka.


“Mengapa kakak tidak bicara padaku?” tanya Elouise.


“Berbicara padamu? Memangnya apa yang bisa kamu lakukan? Apa kamu ingin mempermalukan kami yang hanya akan berakhir menjadi bodyguardmu selamanya! Sialannnn kalian semua!!” teriak Robert menggeram kesal.


“Kak …,” Elouise berusaha menenangkan Robert karena tak ingin jika Nathan yang berada di depannya menjadi terluka.


“Aku bukan kakakmu!”


“Kak!”


Dorrr


Robert mengarahkan tembakannya ke atas kemudian kembali mengarahkan senjatanya pada Nathan dan Elouise.


“Kamu menghancurkan semuanya! Kamu menghancurkan semua rencanaku. Kamu mengambil apa yang seharusnya milikku!! Arggghhh!!!” teriak Robert yang sepertinya semakin tak dapat mengontrol dirinya.


Dorrrr!!!

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2