
“Positif.”
Degggg
Jantung Rocco berdetak dengan kencang saat mendengar hasil pemeriksaan dari sampel darah miliknya. H I V, penyakit yang menurutnya akan membuatnya menderita dan tak akan bisa menikmati kesenangan dan kenikmatan dunia lagi.
“Sialannn!!! Mati saja kamu Jenia!!” teriak Rocco.
Rocco meremas hasil pemeriksaan tersebut kemudian membuangnya. Ia tak ingin ada siapa pun yang mengetahui hal itu, bahkan tidak juga Robert.
“Aku akan mencari pengobatan yang bisa menyembuhkanku. Aku pasti akan sembuh!” gumamnya sambil pergi ke klub malam.
Rocco ingin meluapkan rasa sedihnya dengan minum-minum. Ia harus menikmati kesenangan meski dirinya divonia mengidap penyakit mematikan.
**
“Couvade syndrome?” Karena Nathan terus saja mual dan muntah, Elouise akhirnya memanggil dokter. Mom Anna yang berada di rumah pun menemani Elouise.
“Sepertinya kamu mengalami hal yang sama dengan Daddy saat Mommy hamil dirimu,” kata Mom Anna.
“Jadi El hamil?” tanya Nathan menatap istrinya dengan mata berbinar. Ia tak pernah membayangkan akan menikah, ataupun memiliki seorang anak.
“Aku belum bisa memastikan. Sebaiknya kalian mengunjungi dokter kandungan secepatnya,” kata dokter yang memeriksa Nathan.
Nathan tampak berpikir. Ia tak mau Elouise untuk keluar dari rumah dan bepergian. Bukan karena ia berniat mengurungnya, tapi ia tak ingin musuhnya ataupun Robert melihatnya.
“Baiklah, Dok. Terima kasih.”
“Dok, apa ada obat mual yang bisa diberikan untuk putraku?” tanya Mom Anna.
“Tentu saja, saya akan meresepkannya.”
__ADS_1
Setelah dokter tersebut pergi, Nathan berbicara berdua dengan Mom Anna, sementara ia meminta Elouise untuk beristirahat.
“Mom, apakah Mommy punya kenalan dokter kandungan yang bisa memeriksa di rumah saja?”
“Apa kamu tak ingin membawanya keluar?” tanya Mom Anna.
“Hmm … aku tak ingin nyawanya terancam. Aku yakin Robert dan Rocco masih mengintainya,” jawab Nathan.
“Baiklah, Mommy akan membantumu. Tenang saja,” kata Mom Anna.
“Thank you, Mom. Thank you so much.”
“No problem, sayang. Apapun akan Mommy lakukan untuk putra-putri Mommy. Tunggulah, nanti Mommy akan mengabarimu.”
“Okay, Mom. Love you,” kata Nathan sambil mencium pipi Mom Anna.
Mual dan muntah yang dirasakan oleh Nathan hanya di pagi hari hingga menjelang siang. Setelahnya, ia akan baik-baik saja seperti biasa.
Tak sampai dua jam, seorang dokter kandungan telah tiba di kediaman Gavin Neutron untuk memeriksa kandungan Elouise. Dokter tersebut bahkan membawa alat-alat untuk pemeriksaan USG.
Elouise berbaring di tempat tidur dengan Nathan yang berada di sampingnya. Dengan seorang perawat yang membantunya, dokter tersebut melaksanakan tugasnya seperti saat ia memeriksa pasien di rumah sakit.
Senyum terukir di wajah dokter tersebut karena melihat sesuatu yang akan memberi kebahagiaan bagi pasangan di hadapannya ini.
“Tuan, Nyonya, lihatlah ini adalah calon bayi kalian. Ia baru sebesar biji jagung. Usia kandungan Nyonya saat ini baru mencapai empat minggu.”
“Lalu apa yang harus kami lakukan?” tanya Nathan yang memang tak tahu apapun tentang segala hal mengenai kehamilan.
Dokter tersebut tersenyum, “tak ada yang harus anda lakukan, Tuan. Yang penting adalah menjaga kesehatan ibu dan bayi dengan memberikan asupan gizi dan vitamin. Selain itu, kehamilan masih rentan di trimester awal, hingga tidak boleh terlalu lelah dan membatasi hubungan inntim.”
“Loh mengapa begitu?” tanya Nathan seakan tak terima. Namun Elouise justru menepuk bahu Nathan pelan karena merasa malu dengan pertanyaan suaminya itu.
__ADS_1
“Maaf, Tuan. Anda tetap boleh melakukannya dengan catatan tidak membuat Nyonya lelah dan tidak melakukannya dengan kasar atau kencang,” jelas sang dokter.
“Ooo … berarti kalau dilakukan lembut tidak apa-apa, sayang,” kata Nathan sambil mencium pipi Elouise.
Dicium Nathan di depan dokter dan perawat, membuat wajahnya memerah karena malu. Meskipun Nathan adalah suaminya, tapi melakukan itu di hadapan orang lain membuatnya menjadi salah tingkah.
“Saya akan meresepkan beberapa vitamin dan anda bisa menebusnya di apotik.”
“Terima kasih, Dok,” kata Elouise dan Nathan bersamaan.
“Bagaimana?” Mom Anna yang baru masuk ke dalam kamar tidur Nathan dan Elouise pun bertanya. Tadi ia tak sempat menemani karena menghubungi Gavin yang masih berada di perusahaan.
“El hamil, Mom,” kata Nathan dengan wajah sumringah.
“Ahhh … ini berita yang sangat membahagiakan. Selamat, sayang,” Mom Anna mendekati Elouise kemudian memeluknya.
**
Setelah operasi caesar yang dilakukan pada Jenia, ia pun dipindahkan ke ruang perawatan karena kondisinya yang belum stabil.
“Sialaannn!!! Dari mana Rocco bisa tahu semuanya?!” umpat Jenia kesal. Semua rencananya berantakan karena hal ini dan ia juga kehilangan bayinya yang ia gunakan untuk memuluskan rencananya.
Seorang dokter masuk ke dalam ruang perawatan Jenia dan melihat bahwa pasiennya telah sadar.
“Saya akan memeriksa keadaan anda, Nyonya,” kata sang dokter.
Jenia diam saja saat dokter tersebut memeriksa, meskipun mulutnya sudah gatal ingin bertanya.
“Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Mengapa kaian tak menjelaskannya?” tanya Jenia.
“Maaf sebelumnya, Nyonya. Kamu tak menjelaskannya karena anda memang memerikan tindakan darurat. Jika bayi anda tidak segera dikeluarkan, maka itu akan menjadi racun bagi tubuh anda yang saat ini sangat rentan sekali. Selain itu, kami mendeteksi bahwa anda mengidap H I V dan sudah stadium tiga.”
__ADS_1
“Whattt?!!! Jangan membohongiku!”
🌹🌹🌹