
Tak percaya rasanya Elouise saat mendengar ucapan Sena bahwa wanita itu menginginkan dirinya menjadi asisten pribadinya.
“Benarkah, Nyonya?” tanya Elouise.
“Tentu saja, Cle. Aku akan memanggilmu Cle saja, okay,” jawab Sena dan Elouise pun menganggukkan kepalanya.
“Oya, kamu juga harus tinggal bersamaku karena aku bisa membutuhkanku kapan saja,” lanjut Sena.
Tinggal bersamanya? Ya Tuhan, keberuntungan apa ini? Dad, Mom, Kak Robert, apa kalian lihat? Aku banyak sekali mendapat bantuan setelah berhasil keluar dati Mansion. - batin Elouise.
Pada akhirnya, Elouise ikut bersama dengan Sena ke Mansion mereka. Sena yang melihat Elouise yang sepertinya seusia dengan putranya, Michael, merasa kasihan dengan gadis itu, apalagi Elouise terlihat sedikit bingung.
“Kamu tidak masalah tinggal bersama Aunty kan? Oya, di mana orang tuamu,” tanya Sena.
“Tidak masalah, Nyonya. Kedua orang tuaku … sudah meninggal. Aku seorang yatim piatu,” jawab Elouise.
Sena merasa tidak enak hati setelah mendengar jawaban Elouise.
“Kalau begitu, tinggallah bersamaku, okay. Lalu, jangan memanggilku dengan sebutan Nyonya, panggil Aunty saja ya,” Sena merasa berhutang budi pada Elouise karena telah membantunya tadi.
Sebenarnya, tak masalah jika tadi pencuri itu mengambil tas miliknya, ia masih bisa membelinya lagi. Tetapi masalahnya di dalam tas tersebut ada cincin pernikahannya dengan Jack yang baru saja ia ambil dari toko perhiasan karena salah satu berliannya terlepas.
“Kalau begitu kamu bisa ikut sekarang denganku, Cle,” Sena langsung menggandeng tangan Elouise, membuat hati Elouise menghangat. Tanpa sadar bulir air hampir saja meluncur dengan bebas di pipinya. Ia sangat merindukan kasih sayang Mom Emma. Namun, Elouise tahu hidup harus terus berjalan. Ia akan berusaha mencari keberadaan Kakak Keduanya, Rocco. Tapi sebelumnya ia akan bekerja untuk mendapatkan uang agar ia bisa berkeliling. Tak mungkin ia hanya mengandalkan koin emas yang diberikan oleh Grandma Mina.
**
Nathan mengontrol perusahaannya, serta bisnis gelapnya dari Zurich, di mana Keluarganya berada. Ia terpaksa berada di sana untuk sementara waktu karena kedua orang tuanya menginginkan ia tetap di sana ketika keluarga dan sahabat kedua orang tuanya datang.
”Sam, bagaimana perusahaan?” tanya Nathan pada Sam yang memang menggantikannya di perusahaan miliknya di Belgia, untuk sementara waktu.
__ADS_1
“Semua terkendali, Bos. Semua proposal sudah masuk dan akan saya periksa semuanya dalam minggu ini. Minggu depan saya akan ke Zurich untuk meminta tanda tangan anda,” jawab Sam.
“Baiklah. Lalu, apa ada perkembangan dari Keluarga Robert?”
“Ada, Tuan. Dari penelusuran jejak CCTV, mereka membuang jenazah kedua orang tua Tuan Robert ke jurang tak jauh dari Mansion, sementara untuk jenazah Tuan Robert, mereka membawanya pergi ntah ke mana. Kami masih menelusurinya,” kata Sam.
“Temukan jenazah kedua orang tua Robert, Sam. Setelah itu makam-kan mereka secara layak,” perintah Nathan.
“Siap, Bos!”
Rasa bersalah masih menyelimuti perasaan Nathan. Oleh karena itu, ia berusaha mencari tahu semua yang terjadi.
Keesokan harinya, keluarga Uncle Lexy dan Aunty Gia, yang merupakan adik dari Dad Gavin (bisa dibaca di Trap of Love), datang ke Zurich untuk berkunjung. Setelah ini, mereka akan bersama-sama terbang ke Indonesia untuk acara kumpul keluarga di mana keponakan mereka akan menikah. Dad Chris dan Mom Clara telah lebih dulu terbang ke Indonesia.
“Kak Ansel!” Teriak Niesha saat melihat kakak sepupu kesayangannya telah tiba. Niesha paling dekat dengan Ansel, meskipun ia memiliki Nathan dan Nixon sebagai kakak kandungnya.
“Hai adik cantik! Aku kangen denganmu,” kata Ansel yang memang tinggal bersama keluarganya di London untuk mengurus salah satu Perusahaan Neutron yang ada di sana.
“Bagaimana kabarmu, Nath?” tanya Lexy yang tanpa Nathan ketahui, memiliki informasi tentang apa saja yang dilakukan oleh keponakannya itu, hanya saja ia lebih memilih untuk diam, selama Nathan tidak bersinggungan dengan klan Mafia besar yang berhubungan dengan tunangannya dulu, Jenia Demeter.
Ada suatu hal tentang Jenia Demeter yang disembunyikan oleh Lexy. Sebenarnya ia ingin mengungkapkannya pada Nathan, namun ia mengurungkan niatnya itu ketika Jenia dinyatakan meninggal dan pernikahan di antara keduanya pun dibatalkan.
“Aku baik, Uncle,” jawab Nathan.
“Bagaimana perusahaanmu, hmm?”
“Sangat baik, Uncle,” jawab Nathan singkat.
Lexy menepuk bahu Nathan dan tersenyum. Ia bangga pada Nathan yang bisa membangun perusahaannya sendiri. Namun ia masih bingung dengan hati Nathan yang masih tertutup dan tak bisa melupakan Jenia Demeter.
__ADS_1
“An, kapan Sena akan tiba? Ia tak memberiku kabar,” ujar Gia.
“Mungkin dua hari lagi. Ia menunggu Jack kembali dari perjalanan bisnisnya terlebih dulu,” jawab Anna.
“Sudah lama rasanya kita tidak berkumpul seperti ini, aku benar-benar kangen,” kata Gia sambil mencubit kedua pipi Anna.
“Gi, sakit! Kamu ini sudah menjadi Mommy, masih saja seperti masih muda,” kata Anna.
“Hei, hei, hei! Aku ini memang masih muda. Usiaku hanya terhenti sampai dua puluh lima tahun, setelah itu tak menua lagi,” ujar Gia yang ingin terus merasa muda.
“Kalau begitu beristirahatlah dulu, aku telah menyiapkan kamar untuk kalian. Aku ke dapur dulu ya, ingin menyiapkan makan siang terlebih dulu,” kata Anna.
“Baiklah, aku akan ke kamar dulu sebentar. Setelah itu aku akan ke dapur untuk membantumu,” kata Gia.
“Tidak perlu, Gi.”
“Kamu ini seperti dengan siapa saja … aku ini adik iparmu kalau kamu lupa,” ujar Gia yang membuat Anna terkekeh.
Mereka pun melanjutkan aktivitas masing-masing, sementara Nathan kini berada di depan laptopnya. Ia sedang berbicara dengan Michael, putra dari asisten pribadi Dad Gavin yang kini telah membuka perusahaan sendiri di Amsterdam.
“Kapan kamu tiba, Mike?” tanya Nathan.
“Lusa, Kak,” jawab Michael, “apa ada sesuatu yang perlu kubantu?”
“Hmm … tapi nanti saja, tunggu kamu tiba di sini,” ujar Nathan.
“Baiklah.”
Nathan menautkan kedua alisnya ketika sesaat sebelum sambungan telepon melalui laptop itu terhenti, ia melihat seorang gadia berjalan di belakang Michael.
__ADS_1
Gadis itu? Apakah dia Clementine Elouise King? Tak mungkin?! Tak mungkin tiba-tiba gadis itu ada di Amsterdam. Mungkin hanya mirip atau diriku yang salah lihat. - batin Nathan.
🌹🌹🌹