LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
MENGATUR KEBERANGKATAN


__ADS_3

Brakkk


Pintu ruang CEO terbuka dan tampak sosok Mr. Bone dengan kursi rodanya.


“Bisakah kamu pelan sedikit, Rocco. Apa kamu tidak lihat kalau aku sedang konsentrasi menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya adalah milikmu!” kata Robert dengan ketus.


Prokk prokk prokk


Robert mengangkat wajahnya ketika mendengar suara tepukan tangan beberapa kali. Kursi yang ia tempati mendadak mundur karena kaget dengan siaap yang ada di hadapannya.


“Robert, Robert …. Apa kabarmu, hmm??” tanya Mr. Bone dengan senyum menghiasi wajahnya.


“Uncle masih hidup?”


Mr. Bone kembali tertawa ketika mendapat pertanyaan yang tak jauh berbeda dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh putranya.


“Mengapa kalian selalu menanyakan hal itu? Apa menurutmu aku seharusnya sudah mati?”


“Bukan begitu, Uncle. Tapi kata Rocco …”


Mr. Bone bisa merasakan kepanikan dan kegelisahan dalam nada bicara Robert. Ia tersenyum melihatnya. Namun tanpa diketahui oleh Bone, Robert telah menyiapkan sebuah pistol di bawah meja, sebagai bentuk pertahanan dirinya.


Bagi Robert, yang memiliki masalah dengan Mr. Bone adalah Rocco, bukan dirinya. Ia tak mau gara-gara masalah dengan Bone, maka pencapaiannya untuk Keluarga King jadi bermasalah.


Robert berdiri dari kursinya, kemudian memegang senjata di belakang tubuhnya. Ia berjalan mendekat ke arah pintu dan meninggalkan semua pekerjaan yang sedang ia kerjakan.


Ia mengangkat senjatanya dan mengarahkannya pada Mr. Bone. Namun, Mr. Bone hanya tersenyum karena yakin kalau Robert tak akan berbuat nekat yang akan menghancurkan dirinya sendiri saat ini.

__ADS_1


“Siallan kamu!” teriak Robert dan ia langsung berlari sambil menyimpan senjata di balik jas yang ia pakai.


Robert berencana akan kembali ke Mansion Keluarga King dan tinggal di sana sementara waktu. Ia harus segera mendapatkan penetapan kekuasaan dari Kerajaan Belgia untuk mengontrol sebagian wilayah Belgia dan harta milik Keluarga King.


Ia melihat ke belakang, tapi tak terlihat siapa pun mengejarnya. Robert langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya. Perasaan gelisah mendominasi dirinya dan beberapa kali ia hampir saja menabrak kendaraan lain yang ada di depannya.


Bughhh


“Siallannn!!” umpat Robert sambil memukul kemudi mobilnya, ketika kembali mengingat bahwa Bone datang kembali dan dalam keadaan hidup, tidak seperti yang diceritakan oleh Rocco.


Kini perasaan was-was memenuhi dirinya. Ia mulai berpikir bagaimana jika Elouise tiba-tiba muncul. Ia harus langsung menemui Ratu Belgia untuk mengokohkan dirinya sebagai satu-satunya pewaris status bangsawan dari Keluarga King, di mana harta dan kekuasaan yang dulu dipegang oleh Dad Richard, harus menjadi miliknya.


**


“Are you okay?” tanya Elouise ketika melihat Nathan yang sudah kembali setelah mengatakan akan bertemu dengan seseorang tadi. Tampak wajah Nathan sedikit agak pucat.


“Apa masih terasa pusing dan mual?”


“Kalau berada di dekatmu tidak terasa sama sekali,” kata Nathan dengan tersenyum.


“Kamu menggodaku?” tanya Elouise.


“Memangnya kalau aku menggodamu, apa yang akan kamu berikan?”


Cuppp


Elouise mengecup bibir Nathan kemudian tersenyum.

__ADS_1


“Kamu memancingku?” Dengan cepat Nathan menahan tengkuk Elouise dan memperdalam ciuman mereka. Hari yang baru beranjak siang itu menjadi siang yang panjang untuk keduanya.


**


Dua hari kemudian, Nathan mendapatkan sebuah surat dari Mr. Bone. Ia tampak menautkan kedua alisnya ketika melihat undangan yang memiliki logo kerajaan Belgia itu.


“Ini …”


“Mr. Bone mengharapkan anda dan Nyonya Elouise bisa hadir. Di sana akan dilakukan acara pengukuhan status dari Robert King sebagai pewaris tunggal Keluarga King dan akan mendapatkan keluasaan penuh atas area yang selama ini menjadi kekuasaan Keluarga King,” kata Sam menjelaskan.


“Nyonya Elouise harus hadir di sana karena sebenarnya hanya dirinya lah yang tercatat sebagai pewaris sayu-satunya karena ia adalah putri kandung dari Richard dan Emma King,” lanjut Sam.


“Tapi itu akan membahayakan keselamatannya, Sam. Apalagi saat ini ia sedang hamil. Aku tak akan membiarkannya berada dalam bahaya,” kata Nathan.


“Namun jika Nyonya Elouise tidak datang, maka Kerajaan Belgia akan memiliki masalah besar karena Robert berencana menjadikan wilayak keluasaannya sebagai basis pengedaran narkoba,” kata Sam.


“Tapi bagaimana bisa? Dari mana kamu mengetahuinya?” tanya Nathan.


“Secara diam-diam Michael terus mencari informasi tentang Robert dan mendapatkan kebenaran itu dari salah satu informan juga.”


“Ini gila, Sam. Baiklah, aku akan meminta Elouise hadir di sana, tapi kamu harus meningkatkan penjagaan untuknya. Aku tak mau sampai ia berada dalam bahaya karena berada di dekat Robert.”


“Baik, Bos!”


Sam segera pergi untuk mengatur keberangkatan serta pengawalan selama di sana. Ia juga merahasiakan kedatangan Elouise karena tak ingin Robert mengetahui dan menyiapkan rencana untuk mencelakakannya.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2