LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
BOS!


__ADS_3

“Ada apa, Mike?” tanya Robert saat ia melihat Michael keluar dari kamar tidurnya dan membawa sebuah koper kecil.


“Aku harus pergi ke London.”


“London?”


“Ya, ada sedikit masalah di sana,” jawab Michael.


“Apa ini berkaitan dengan Nathan?” Robert tahu bahwa Nathan sedang pergi ke London bersama dengan Sam.


“Ya, terjadi ledakan di hotel tempat Kak Nathan dan Sam menginap. Saat ini keberadaan Kak Nathan belum diketahui. Aku harus ke sana dan memeriksanya.”


“Aku ikut,” ujar Robert.


“Jangan. Kak Robert di sini saja bersama Elouise. Jangan keluar dulu dari sini karena beberapa anak buah Rocco masih mencari keberadaan kalian,” kata Michael.


“Tapi, Mike,” sahut Robert.


“Kak, jaga Elouise. Aku harus memastikan keadaan Kak Nathan terlebih dulu. Aku tak mau pengorbanannya menjadi sia-sia.”


“Sia-sia? Pengorbanan? Apa maksudmu, Mike?!” Robert mulai berpikiran negatif saat mendengar ucapan Michael.


Michael menghela nafasnya berat, “Aku baru mengetahui bahwa Mr. Bone adalah Daddy kandung dari Rocco. Hubungan keluarga kalian sepertinya cukup rumit.”

__ADS_1


Tanpa diketahui oleh Sam, Nathan telah menghubungi Michael saat ia melihat Mr. Bone dan Rocco bersama-sama. Michael pun merekamnya. Namun, Nathan mematikan sambungan ponsel itu setelah keduanya selesai berbicara.


“Kak Nathan sedang menghadapi masalah besar pada perusahaannya di Belgia. Mr. Bone menghancurkan gudang persediaan miliknya. Hal itu mempengaruhi produktivitas serta kerja perusahaan yang menyebabkan para investor menarik investasu mereka. Kak Nathan berencana membalaskan itu semua pada Mr. Bone.”


“Ia menjalankan semuanya sendiri? Mengapa ia tak mengajakku? Jika Mr. Bone adalah Daddy kandung dari Rocco, itu berarti ia juga bertanggung jawab atas kematian kedua orang tuaku.”


“Tolonglah, tetaplah di sini. Jaga Elouise dan jangan biarkan apa yang dilakukan oleh Kak Nathan sia-sia,” kata Michael sekali lagi.


“Baiklah. Kabari aku secepatnya tentang keadaan di sana dan jika kamu membutuhkan bantuanku, aku akan segera berangkat. Elouise akan aman di sini bersama keluargamu. Aku yakin itu,” kata Robert.


Michael menganggukkan kepalanya dan bergegas pergi dari sana, sementara Robert juga kembali ke kamarnya. Tanpa keduanya sadari, sejak tadi Elouise mendengar pembicaraan keduanya. Ia baru saja ingin memanggil kakaknya lagi dan menanyakan sesuatu, tapi ternyata ia mendapatkan suatu berita yang kini menyesakkan daddanya.


“Kak Nathan … kembalilah. Aku tidak tahu mengapa, tapi aku ingin bertemu denganmu,” gumam Elouise seorang diri.


**


Setelah mengetahui dan melihat keadaan Dad Bone, Rocco mengambil alih semua kekuasaan yang dimiliki oleh Daddynya itu, baik perusahaan, aset-aset, maupun jaringan bawah tanah.


“Siap, Tuan!”


Rocco tersenyum sinis. Kini ia tak hanya akan memiliki harta dan kekuasaan milik Keluarga King, tapi juga harta dan kekuasaan milik Dad Bone.


“Kamu sangat cerdas dan luar biasa, Rocco! Mulai sekarang tak akan ada lagi yang memandang rendah dirimu dan semua wanita akan bertekuk lutut di hadapanmu. Kamu tak lagi memerlukan Jenia, bahkan jika kamu mau, kamu bisa membuat wanita itu layaknya budakk bagimu,” gumam Rocco di sertai dengan tawa yang membahana.

__ADS_1


Sementara itu di rumah sakit,


Bone yang sudah sadarkan diri, tak dapat menggerakkan tubuhnya. Ia hanya mampu menggerakkan matanya, sementara tangan dan kakinya begitu kaku dan mati rasa.


Ia berusaha berteriak dan memanggil seseorang, namun hal itu juga tak bisa ia lakukan karena tak ada suara yang bisa ia keluarkan.


“Apa yang sebenarnya terjadi padaku?” kata Bone tanpa suara dengan gerakan bibir yang begitu kaku.


**


Nathan mengerjapkan matanya. Ia merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya. Ia ingat bahwa saat ledakan pertama terjadi, salah satu kakinya sudah terkena pecahan kayu.


Saat ledakan kedua terjadi, ia mencoba berlari menuju balkon. Ia mencoba menuruni balkon ke balkon yang ada di bawahnya. Untung saja bukan lengannya yang terkena kayu, namun bagian punggungnya terkena pecahan kaca.


Nathan menuruni balkon sebanyak dua lantai, berharap ia bisa menghindari api serta asap tebal yang terjadi akibat ledakan tersebut. Ia pun pingsan setelah sebelumnya berjalan menuju wardrobe kamar hotel tersebut dan bersembunyi di dalam lemari.


Nathan mengeluarkan ponsel dari dalam saku miliknya. Ia melihat baterai ponselnya masih cukup banyak. Untung saja ia sudah mengisi dayanya sebelum aksi yang ia lakukan semalam.


Dengan sisa tenaga dan tubuh yang terasa sakit, Nathan mencoba menghubungi Sam. Beberapa kali nada panggil berbunyi namun tak dijawab oleh Sam, hingga setelah Nathan mencoba menghubungi sekali lagi, Sam justru telah lebih dahulu menghubunginya.


“Bos! Kamu di mana?”


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2