LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
SOK JAGOAN!


__ADS_3

Berkali-kali Nathan mencoba menghubungi Sam, tapi selalu tak ada yang mengangkat. Sam memang meninggalkan ponselnya di Mansion milik Nathan. Ia memang sengaja melakukannya karena tak ingin ada satupun jejaknya yang mengarah ke atasannya itu.


Tentu saja hal itu membuat Nathan sedikit cemas. Ia muli berpikir bahwa ada sesuatu yang telah menimpa Sam dan ia tak bisa diam saja.


“Aku harus kembali ke Belgia, Mike,” kata Nathan.


“Maksudmu apa, Kak?”


”Aku tak bisa menghubungi Sam. Aku sedikit kuatir padanya.”


“Ini baru beberapa jam ia belum menghubungimu, Kak. Mungkin nanti ia akan menghubungimu.”


Nathan menghela nafasnya, “Ya, tapi apa yang ia lakukan termasuk berbahaya. Ia masuk ke kandang musuh sendirian, tanpa senjata pula.”


Nathan duduk terdiam. Ia mulai memikirkan suatu rencana untuk kembali ke Belgia dan membantu kerja Sam. Bagaimana pun juga, Sam sudah seperti saudaranya, sahabatnya, sama seperti Robert.


Michael terus memperhatikan Nathan. Ia yakin Nathan pasti memikirkan rencana untuk pergi. Michael sangat mengenal Nathan, mungkin melebihi saudara kembar Nathan, Nixon.


“Aku kembali ke kamarku dulu, Kak.”


“Baiklah.”


Michael keluar dari kamar tidur Nathan dan masuk ke dalam kamar tidurnya sendiri. Ia berencana akan membantu Nathan sebisanya, sebelum Nathan memutuskan untuk pergi.


Sementara itu, Elouise yang melihat Michael telah keluar dari kamar Nathan, kini berencana menemui Nathan. Ia ingin kembali ke Belgia dan menghadapi kakaknya Rocco. Ia harus tahu apa yang kakaknya itu inginkan.


Tokk tokk tokk


“Masuklah,” Nathan mengira bahwa Michael kembali ke kamarnya karena ada sesuatu hal yang tertinggal. Tapi ternyata yang muncul dari balik pintunya adalah Elouise.


“Kak.”


“El, ada apa?” tanya Nathan. Ntah mengapa sering berdekatan dengan Elouise belakangan ini, membuat jantung Nathan berdebar dengan kencang. Ia tak ernah merasakan hal seperti ini. Ia bahkan sempat bertanya-tanya sendiri, apakah debaran jantungnya itu karena ada pertanda buruk atau sesuatu yang lain.


Elouise masuk ke dalam kamar tidur Nathan dan mendekati pria yang adalah sahabat kakaknya itu. Ia langsung memegang tangan Nathan dengan kedua tangannya, menggenggamnya erat.


“Kak, izinkan aku pergi ke sana. Aku akan berbicara dengan Kak Rocco dan bertanya padanya, apa yang ia inginkan. Aku tak ingin hal ini terus berlanjut tanpa ketidakpastian,” kata Elouise.

__ADS_1


“Tidak!” Nathan tak mau Elouise pergi ke sana. Ia merasa tak rela jika terjadi sesuatu pada gadis itu.


“Tapi …”


“Tak ada tapi-tapi. Aku tak ingin terjadi sesuatu padamu. Apa yang nanti akan dikatakan oleh Robert padaku jika aku tak bisa menjaga adiknya dengan benar,” kata Nathan.


“Orang kepercayaanku sedang berada di sana, jadi sebaiknya kamu bersabar. Kita tidak boleh bertindak gegabah karena hal itu bisa saja mencelakaimu atau kakakmu,” kata Nathan.


“Nathan!” Dari arah luar terdengar namanya dipanggil.


“Nath!” Sekali lagi namanya disebut dan ntah pikirannya sedang error atau memikirkan yang lain, Nathan meminta Elouise untuk bersembunyi.


“Di kamar mandi saja,” kata Elouise.


“Jangan! Nanti kalau Mommy tiba-tiba mau ke kamar mandi bagaimana?”


Nathan membuka selimut yang ada di atas tempat tidurnya dan meminta Elouise berbaring di sana. Kemudian ia juga naik ke atas tempat tidur, berpura-pura bahwa ia sudah bersiap untuk tidur.


“Ada apa, Mom?” tanya Nathan yang sudah berada di balik selimut saat Mom Anna membuka pintu.


“Kamu sudah mau tidur?” tanya Mom Anna.


“Apa besok kamu ingin ikut lagi menemui Keluarga Valencia?” tanya Mom Anna.


“No, Mom. Aku di rumah saja.”


“Kamu sama saja seperti Michael. Berarti yang ikut hanya Axel, Ansel, dan Nixon.”


“Bagaimana dengan Niesha, Mom?” tanya Nathan.


“Ia juga masih sedikit ragu, tapi Mom tak akan memaksanya.”


Nathan mengangguk. Sementara itu di balik selimut, Nathan memeluk Elouise dengan erat, agar gadis itu tak bergerak dan menimbulkan kecurigaan Mom Anna. Wajah Elouise yang tepat berahadapan dengan dadda Nathan, membuatnya bisa menghirup harum maskulin pria itu.


Elouise merasakan daddanya berdebar kencang, bahkan ia merasakan ada sesuatu getaran di dalam tubuhnya yang tidak bisa ia ungkapkam dengan kata-kata.


“Baiklah kalau begitu, Nath. Kami hanya sebentar saja. Setelahnya kita akan ada acara makan malam bersama di restoran XX.”

__ADS_1


“Baiklah, Mom.”


Nathan juga berharap Mom Anna tak berlama-lama di sana karena saat ini, ia mulai merasakan sesuatu di bagian bawah tubuhnya yang sepertinya mulai bertumbuh besar dalam hitungan menit saja.


Mom Anna pun keluar dari kamar tidur Nathan. Setelahnya, Nathan membuka selimut itu dan nampak Elouise yang kini tengah menatapnya. Keduanya merasakan debaran jantung yang bertalu-talu dan ntah siapa yang memulai, bibir keduanya sudah menempel.


Pertama-tama hanya berupa ciuman lembut, tapi lama-kelamaan, ciuman itu berubah menjadi panas. Nathan bahkan memberikan ciuman di leher Elouise dan tangannya sudah mulai masuk ke dalam kaos santai milik Elouise. Tangannya memegang dua buah benda kenyal yang terasa begitu pas di tangannya.


Sesuatu yang tadi bertumbuh kini telah menegang. Namun, Nathan dan Elouise tiba-tiba tersadar bahwa apa yang mereka lakukan ini adalah salah. Elouise langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung keluar dari kamar tidur Nathan. Ia bahkan tak pamit lagi karena merasa canggung.


Sementara itu, Nathan mengusap wajahnya kasar. Ia juga bingung dengan apa yang barusan terjadi. Tubuhnya seakan begitu menginginkan Elouise, tapi untung saja otaknya masih bisa berpikir jernih.


“Apa yang sudah kulakukan? Hampir saja aku melakukan dengan Elouise, adik sahabatku. Seharusnya aku menjaganya, bukan malah menrusaknya,” gumam Nathan.


Elouise yang masuk ke dalam kamarnya, langsung duduk di atas tempat tidur dan bersandar. Ia memegang daddanya yang berdebar dengan kencang. Ia menggelengkan kepalanya beberapa kali, iemudian memegang bibirnya. Masih terasa bagaimana lembut dan hangatnya ciuman yang diberikan oleh Nathan.


“Tidak, El! Bisa-bisanya kamu mau melakukan itu dengan pria yang baru kamu kenal.”


Elouise berbaring di atas tempat tidurnya dan berusaha memejamkan mata. Namun, hingga tengah malam, mata itu tak dapat terpejam. Ia bahkan masih bisa merasakan setiap sentuhan Nathan di tubuhnya.


**


Byurrrr


Sebuah ember berisi air, ditumpahkan ke arah tubuh seorang pria yang kini terikat bagian tangan dan kakinya di sebuah kursi. Matanya mengerjap dan merasa silau karena jarak dengan sumber cahaya itu terasa begitu dekat.


Brakkk


Setelah mendengar suara ember kosong dilemparkan ke lantai, sebuah pukulan diterima oleh Sam.


Bughh bughh


Sam merasakan sakit di tubuhnya karena pukulan tersebut membuatnya terjatuh bersama-sama dengan kursi di maba ia terikat.


“Sok jagoan kamu ya!” teriak suara seorang pria.


Sam mencoba menatap ke arah asal suara itu untuk mengetahui siapa yang berada di sana.

__ADS_1


Rocco? Ya, dia adalah Rocco. Pria yang kemarin aku lihat bersama Nona Jenia. Dia juga adalah adik Tuan Robert dan Kakak Nona Elouise. Apa yang sebenarnya ia inginkan? - batin Sam.


🌹🌹🌹


__ADS_2