
Setelah pembicaraan serius di antara Nathan, Sam, dan Robert, sementara Elouise hanya mendengarkan saja, kini Robert mengajak Nathan untuk berbicara berdua di ruang kerja milik Nathan.
“Nath.”
“Ya, ada apa? Sepertinya kamu ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting. Bahkan kamu yak mengijinkan Sam ikut dengan kita di sini,” kata Nathan.
Robert duduk di kursi yang persis berada di depan meja kerja Nathan. Ia tampak menghela nafasnya pelan kemudian menatap sahabatnya itu.
“Apa kamu serius dengan adikku?” tanya Robert.
Nathan menatap Robert dan menautkan kedua alisnya.
“Jangan membohongiku. Aku tahu kamu memiliki perasaan khusus pada adikku. Apa kamu sudah melupakan Jenia? Jangan menjadikan adikku sebagai pelarian, hmm …”
Nathan tertawa kecil, ternyata sahabatnya itu sudah mengetahui apa yang ia rasakan tanpa ia harus mengatakannya.
“Apa aku harus melewati ujian terlebih dahulu?” tanya Nathan.
__ADS_1
“Tidak. Kalau kamu benar-benar bisa menyayangi dan mencintainya, aku akan memberi jalur khusus padamu,” kata Robert.
Nathan terdiam kemudian kembali menatap sahabatnya, “apa kamu tidak merasa takut jika ia bersamaku? Aku aaja merasa takut dengan hal itu. Aku takut tak bisa melindunginya dan justru membuat hidupnya berada dalam bahaya setiap waktu, apalagi dengan pekerjaanku.”
“Apa kamu tak akan meninggalkan dunia mafia-mu, Nath?”
“Aku tak bisa. Banyak orang bergantung hidup padaku. Lagipula, pekerjaanku juga sedikit banyak membantu orang-orang yang membutuhkan senjata dengan cara ilegal, tapi tetap legal.”
“Jadi jika aku memintamu memilih, klan mafia-mu atau adikku?”
“Aku akan memilih Klan Mafia-ku. Maafkan aku, Rob. Bukan aku tak menyayanginya, tapi aku tak bisa mengambil keputusan seperti itu. Aku juga tak bisa menjamin keamanan hidupnya jika bersamaku. Oleh karena itulah, aku hanya akan menjaganya dengan tetap berada di sampingnya. Aku tak akan mengikatnya dengan status apapun dan membebaskannya jika ia telah menemukan seorang pria yang akan mencintainya.”
“Apa aku layak untuk dicintai, Rob? Bahkan Jenia saja merekayasa kematiannya untuk pergi dariku.”
“Jenia bukanlah jodohmu, Nath. Oleh karena itulah ia tak bersamamu. Bersyukurlah karena kamu mengetahui sifatnya sebelum kalian benar-benar menikah.”
“Ya, seharusnya aku berterima kasih pada adikmu, Rocco. Kalau tidak ada dirinya, mungkin aku tak akan pernah mengetahui sifat Jenia yang sebenarnya. Berbicara tentang Rocco, apa kamu yakin akan melakukan itu? Menurutku, biarkan aku yang maju terlebih dahulu. Setelah kita berhasil mengambil kembali kepemilikan perusahaan dan mansion keluargamu, baru kamu muncul.”
__ADS_1
“Idemu brilian juga. Aku jadi tak sabar melihat wajahnya saat mengetahui bahwa aku telah mengambil kembali semua milik keluarga kami,” kata Robert.
“Kalau begitu aku harus bersiap,” kata Nathan.
“Tapi Nath, apa ini tidak berbahaya bagimu? Aku tak mau sampai terjadi apa-apa padamu,” kata Robert lagi.
“Jika terjadi apapun padaku, setidaknya Elouise akan tetap aman bersamamu. Aku hanya akan memintamu menjaga kedua orang tuaku serta adik-adikku,” kata Nathan.
“Hei! Jangan mengatakan hal semacam itu! Kamu seperti sedang mengucapkan salam perpisahan saja,” ujar Robert.
“Aku harus mengatakannya karena aku tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saat ini aku hanya akan menonton sesuatu yang aku yakin kamu juga akan menikmatinya.”
Robert menautkan kedua alisnya.
“Tunggulah beberapa hari lagi dan kamu akan tahu, bagaimana sifat adikmu Rocco yang sebenarnya. Aku yakin akan menjatuhkannya dengan mudah, bahkan dengan sekali tepuk, klan mafia milik Daddy kandungnya akan hancur di tanganku,” kata Nathan dengan percaya diri.
“Kuharap apa yang kamu katakan benar, Nath. Jadi aku tak perlu melihat Elouise bersedih dan hanya perlu mempersiapkan pernikahan kalian.”
__ADS_1
Nathan berdecak karena sahabatnya itu masih saja menginginkan ia untuk melepas Klan Mafia miliknya dan menikahi Elouise.
🌹🌹🌹