LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS

LAST PRINCESS AND MAFIA BOSS
AKU BERJANJI


__ADS_3

“Sialannn!!!” umpat Robert saat Rocco memberitahu rencana Jenia, “Kita harus segera menghabisinya.”


“Tapi bagaimana dengan anakku?” tanya Rocco.


“Apa kamu yakin kalau itu adalah anakmu? Setelah mendengar rencananya, apa kamu masih bisa berpikir positif bahwa yang ia kandung adalah anakmu? Jangan membuatku tertawa,” jawab Robert.


“Aku tidak tahu dan tidak yakin. Namun aku tak mau membunuh anakku sendiri jika memang yang ia kandung adalah anakku,” kata Rocco.


“Kalau begitu periksalah. Bukankah rumah sakit bisa memeriksa DNA bayi sebelum mereka dilahirkan? Tapi kamu harus tetap berhati-hati karena bisa saja Jenia merencanakan sesuatu,” kata Robert, “lagipula kamu bisa memiliki anak dengan wanita lain, yang lebih baik dan berkualitas daripada Jenia.”


Rocco tampak memikirkan perkataan Robert. Ia menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan hal itu.


“Aku ikut dengan rencana awalmu saja. Aku tak peduli dengan Jenia ataupun anak yang ia kandung, yang belum tentu anakku. Saat aku pertama kali melakukan dengannya pun ia sudah tidak bersegel lagi,” kata Rocco.


Robert dan Rocco pun mulai mendiskusikan rencana mereka. Saat ini yang menjadi tujuan mereka hanyalah menyingkirkan Jenia karena bagi mereka Nathan telah mati dan Elouise tak akan keluar dari persembunyiannya selamanya.


**


“Nath?!” Dad Gavin dan Mom Anna tak begitu saja percaya bahwa putra sulungnya itu ingin menikah. Semua terasa begitu tiba-tiba.


“Katakan pada Mommy, apa kamu bersikap kurang ajar padanya? Apa kamu menghamilinya?” tanya Mom Anna.


“Ia belum hamil, Mom. Meskipun aku berharap ia segera hamil,” kata Nathan.

__ADS_1


Anna menghembuskan nafasnya kasar. Putra sulungnya berulah ketika ia harus mengurus putra keduanya, Nixon.


“Nath!” Gavin menggelengkan kepalanya sambil menatap Nathan, berharap agar putranya itu tak mendebat Anna.


“I’m sorry, Mom. Aku sangat mencintainya dan tak bisa melepasnya atau melihatnya bersama pria lain. Memikirkan hal itu, membuatku ingin memilikinya.”


Anna menghela nafasnya. Ia memegang pelipisnya yang terasa berdenyut. Rasa lelahnya belum hilang, kini telah ditambah lagi.


“Istirahatlah dulu, sayang. Biarkan aku yang mengurus dan menyelesaikan ini semua,” ujar Gavin pada Anna.


“Hmm … Aku ke kamar dulu,” kata Anna yang pergi meninggalkan Gavin dan Nathan di dalam ruang kerja.


“Sekarang ceritakan pada Dad, ada apa sebenarnya. Bukankah Elouise adalah asisten Aunty Sena?” tanya Gavin.


Akhirnya Nathan mengatakan semuanya mengenai keluarga King yang merupakan keluarga Elouise, namun Nathan tetap menutupi bahwa dirinya adalah ketua mafia ‘King Ace’ yang cukup terkenal di Belgia.


“Karena aku melanggar semua aturan Mommy,” jawab Nathan.


“Bukan itu. Mommy tak mau ada gadis lain yang mengalami hal yang sama sepertinya. Oleh karena itulah ia menjaga putra-putrinya agar tak mengalami atau menyakiti orang lain.”


“Daddy menyakiti Mommy?” tanya Nathan akhirnya. Gavin dan Anna serta seluruh keluarga mereka memang tak pernah menceritakan bagaimana hubungan Gavin dan Anna dahulu.


“Hmm … sangat. Hingga Mommy meninggalkan Daddy dan membawa kalian di dalam perutnya.”

__ADS_1


Nathan menatap Gavin dengan keingintahuan yang sangat besar. Namun, ia tak ingin mengulik masa lalu kedua orang tuanya. Mereka pasti memiliki alasan tersendiri mengapa diam dan tak pernah menceritakannya.


“Bisakah Daddy membantuku meyakinkan Mommy? Aku mencintai dan menyayangi Elouise, Dad. Dengan menikahinya juga, aku bisa melindunginya dengan lebih mudah,” kata Nathan.


“Dad akan membantumu. Kamu harus berbahagia, sama seperti Daddy memiliki Mommy. Berjanjilah untuk tidak menyakitinya,” kata Gavin.


“Aku berjanji, Dad.”


**


Setelah Gavin berhasil meyakinkan Anna, dan menceritakan semua yang diceritakan oleh Nathan padanya, Anna justru memberikan ide agar pernikahan Nathan dan Elouise diadakan di Mansion saja. Tak perlu ada yang tahu. Jika nanti suasana sudah lebih baik dan kondusif, maka resepsi baru digelar.


Nathan pun setuju dengan hal itu dan kini di depan mereka sudah ada pencatatan pernikahan sipil. Sebuah pesta pernikahan sederhana dilakukan di halaman belakang Mansion Keluarga Neutron.


Mereka mengundang keluarga dekat saja, yakni Keluarga Lexy dan Gia, juga Keluarga Jack dan Sena. Janji pernikahan pun diucapkan keduanya dan tepuk tangan mengiringi ciuman yang diberikan oleh Nathan pada Elouise.


“Aku akan mencintaimu, menyayangimu, menjaga serta melindungimu. Tak ada siapa pun yang akan mengganggumu lagi. Aku berjanji,” kata Nathan.


“Terima kasih.”


“I love you,” ucap Nathan.


“I love you too,” balas Elouise.

__ADS_1


Prinsip Nathan yang tak ingin menikah karena Jenia, kini telah berganti. Ia tak ingin sakit hatinya justru membuatnya terpuruk, sementara Jenia yang mengkhianatinya dan berpura-pura meninggal malah hidup nyaman dan berbahagia.


🌹🌹🌹


__ADS_2