
Setelah kepergian Sam dari kamar tidurnya bersama dokter yang memeriksanya, Robert berusaha bangkit dari tidurnya. Ia mengambil sesuatu dari dalam laci nakas kemudian berjalan ke arah balkon.
Robert mengangkat sedikit benda yang tadi ia ambil kemudian menekan salah satu tombol pada benda itu. Beberapa kali ia menyalakan kemudian mematikan, hingga benda tersebut kadang mengeluarkan cahaya kadang tidak. Ya, Robert sedang membuat seperti tanda morse sengan menggunakam cahaya pada salah satu anak buahnya yang ada di Mansion King.
Namun tak disangka, Nathan telah masuk ke dalam kamar tidurnya dan melihat apa yang ia lakukan.
“Sampai kapan kamu akan berdiri di sana dan memberikan tanda seperti itu pada mereka?” Nathan mengeluarkan pistol yang ia simpan di dalam rompinya dan mengarahkannya pada Robert.
Robert kaget dengan apa yang dilakukan oleh Nathan. Ia tak menyangka bahwa sahabatnya akan mengetahui apa yang ia lakukan. Bukankah selama ini ia telah bermain bersih? Bahkan tadi ia sudah sengaja mengarahkan tembakan ke arah dirinya sendiri agar Nathan semakin percaya padanya.
“Nath, kamu di sini? Ahh aku hanya ingin melihat apa ada yang memata-matai kita,” kata Robert.
Nathan tersenyum tipis. Ia kembali menatap Robert dengan tajam, tanpa sedikit pun menurunkan pistol yang sedang ia arahkan pada sahabatnya itu.
“Ya, aku di sini dan aku tahu apa yang kamu lakukan. Apa kamu akan terus bersandiwara di depanku? Aku mengenal dirimu dengan baik, Rob. Ah tidak, sepertinya aku telah salah mengenali dirimu,” kata Nathan.
Dorrr
Nathan menembakkan senjatanya ke salah satu anak buahnya yang tengah berdiri di antara pepohonan. Robert yang melihatnya cukup kaget dengan apa yang dilakukan oleh Nathan.
__ADS_1
“Apa kamu kira aku tak akan berani melakukannya? Dengan mudahnya kamu masuk ke mansionku dan membawa mata-matamu juga ke sini. Siall sekai aku percaya denganmu.”
“Sejak kapan kamu mengetahuinya?” tanya Robert yang kini tahu ia tak bisa menutupinya lagi dari Nathan.
“Sejak tembakan itu diarahkan padamu,” jawab Nathan santai.
Robert menatap Nathan seakan tak percaya. Ia justru menggunakan cara seperti itu agar Nathan semakin percaya padanya, tapi nyatanya justru kebalikannya.
“Nath …”
“Sekarang kutanya padamu, kamu mau kutembak di mana? Mau langsung mati atau mati perlahan-lahan?” tanya Nathan tanpa senyum di wajahnya.
“Yang pasti aku tidak mau mati. Aku sudah sampai sejauh ini dan ini adalah impianku. Semuanya adalah milikku, bukan milik siapa pun,” ujar Robert.
“Aku tak menyangka sahabatku, kini menjadi pribadi yang gila akan harta dan kekuasaan. Kamu menjelek-jelekkan adikmu Rocco, lalu apa bedanya dirimu dengan dirinya? Kalian bekerja bersama-sama tapi bersandiwara seakan dirimu adalah korban.”
“Dia memiliki daddy kandung yang kaya raya?!” teriak Robert, “sementara aku? Aku tidak punya siapa-siapa dan tak punya apa-apa. Dad Richard bahkan mewariskan semua harta miliknya hanya pada Elouise. Apa kamu tahu betapa kesalnya diriku?”
“Apa menurutmu kamu berhak atas harta itu?” tanya Nathan.
__ADS_1
“Aku berhak! Aku adalah putranya, meskipun bukan putra kandungnya.”
“Bukankah kamu seharusnya sudah berterima kasih pada mereka karena telah merawatmu sedari kecil? Apa kamu tidak sadar bahwa perhatian dan kasih sayang yang mereka berikan padamu dan Rocco tak akan bisa kalian balas dengan harta benda?”
“Tapi mereka tidak adil!!” teriak Robert.
“Kamu tidak berhak menilai mereka adil atau tidak! Yang perlu kamu lakukan hanya membalas kebaikan mereka karena telah melimpahkan kasih sayang mereka padamu dan Rocco. Mereka telah membagi kasih sayang mereka yang seharusnya hanya untuk Elouise,” kata Nathan.
Robert melangkah mundur mendekati nakas di samping tempat tidurnya. Dengan perlahan ia membuka laci namun pergerakannya tentu saja diketahui oleh Nathan.
Dorrr!!
Nathan mengarahkan tembakannya pada laci nakas yang akan dibuka oleh Robert.
“Sepertinya kamu menginginkan kematian secara perlahan-lahan ya? Aku sungguh tak mengenalmu lagi, Rob. Kamu tak menganggapku sahabatmu lagi dan hanya memanfaatkan diriku.”
“Kamu tak akan pernah mengerti, Nath! Hidupmu sudah nyaman, kaya raya! Kamu tak akan pernah takut kehilangan hartamu karena kedua orang tuamu pun akan memastikan dirimu terpenuhi semua kebutuhannya. Kamu tak bisa merasakan bagaimana di posisiku!” Robert seakan mengeluarkan semua keluh kesahnya pada Nathan.
Bughhhh!!!
__ADS_1
🌹🌹🌹